LATAR BELAKANG LAHIRNYA KONVENSI HAK-HAK ANAK

PAUD-Anakbermainbelajar---Bunda-ayah marilah kembali kita memikirkan dan merenung kembali tentang hak-hak anak-anak kita dan masa depan mereka, marilah kita bersama-sama menyelamatkan masa depan mereka, meraih tangan mereka dari keterpurukan dan menjadi korban keadaan jaman ini. Anak adalah manusia dan individu yang perlu diperlakukan secara manusiawi dan sempurna. Karena anak sebagai manusia memiliki hak asasi, maka seharusnya setiap kita memiliki perlakuan dan mendapat perlakuan yang benar yaitu sesuai dengan tuntutan hak asasi yang melekat pada diri setiap anak. Untuk mendapatkan gambaran agar perlakuan manusiawi betul-betul tepat sesuai hak asasinya.

Mari kita bantu dan selamatkan Anak-anak kita !
Terkait dengan masalah yang berhubungan dengan hak-hak anak di seluruh dunia yang semakin hari semakin memperihatinkan. Maka perlu diambil langkah serentak di seluruh negara di dunia yang diawali dengan konvensi. Jadi secara sederhana yang melatar belakangi lahirnya konvensi Hak Anak ini adalah adanya suatu upaya kemanusiaan di dunia untuk mewujudkan perlindungan dan jaminan nyata atas hak-hak anak di seluruh dunia. Walaupun disadari, bahwa dengan konvensi hak anak, tidak harus berarti bahwa kondisi dan situasi anak akan berubah dengan sendirinya.

Secara lebih jelas tentan kelahiran konvensi hak-hak anak, akan kita uraikan kronologisnya secara ringkas yaitu; Gagasan mengenai hak anak anak bermula sejak berakhir Perang Dunia I sebagai reaksi atas penderitaan yang timbul akibat dari bencana peperangan terutama yang dialami oleh kaum perempuan dan anak-anak. Liga Bangsa-Bangsa saat itu tergerak karena besarnya jumlah anak yang menjadi yatim piatu akibat perang. Awal bergeraknya ide hak anak bermula dari gerakan para aktivitis perempuan yang melakukan protes dan meminta perhatian publik atas nasib anak-anak yang menjadi korban perang. Salah seorang di antara para aktivis tersebut yakni yang bernama Eglantyne Jebb (pendiri Save the Children) kemudian mengembangkan sepuluh butir pernyataan tentang hak anak atau rancangan deklarasi hak anak (Declaration of The Rights of The Child) yang pada tahun 1923 diadopsi oleh lembaga Save The Children Find International Union. Kemudian pada tahun 1924 untuk pertama kalinya Deklarasi Hak Anak diadopsi secara Internasional oleh Liga Bangsa-bangsa. Deklarasi ini dikenal juga sebagai deklarasi Genewa. 

Setelah berakhirnya Perang Dunia II, pada tahun 1948 Majelasi Umum PBB mengadopsi Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia pada tanggal 10 Desember. Peristiwa ini kemudian setiap tahunya diperingati sebagai Hari Hak Asasi Manusia se-dunia. Hal ini menandai perkembangan penting dalam sejarah HAM. Beberapa hal menyangkut hak khusus bagi anak-anak tercakup dalam deklarasi ini. Pada tahun 1959 Majelis Umum PBB kembali mengeluarkan pernyataan mengenai hak anak yang merupakan deklarasi internasional kedua bagi hak anak. Tahun 1979 saat dicanangkannya Tahun Anak Internasional, Pemerintah Polandia mengajukan usul bagi perumusan suatu dokumen yang meletakan standar internasional bagi pengakuan terhadap hak-hak anak dan mengikat secara yuridis. Inilah awal perumusan Konvensi Hak Anak. Tahun 1989, rancangan Konvensi Hak Anak diselenggarakan dan pada tahun itu juga naskah akhir tersebut disahkan dengan suara bulat oleh Majelis Umum PBB pada tanggal 20 Nopember 1989. Konvensi ini kemudian diratifikasi oleh setiap bangsa kecuali oleh Somalia dan Amerika Serikat.

Dari hal di atas gambaran tentang hak-hak anak dapat diperoleh melalui berbagai naskah, tetapi yang komprehensif deklarasinya dapat dijumpai dalam rumusan naskah Konvensi Hak Anak Perserikatan Bangsa-bangsa (KHA - PBB). Baca Naskah di sini !!

Karena itu perlu dikemukakan dan ditegaskan kembali, bahwa konvensi ini merupakan instrumen Internasional di bidang Hak Asasi Manusia dengan cakupan hak yang paling komprehensif. Rumusan yang tertuan dalam konvensi ini terdiri dari 54 pasal. Konvensi ini hingga sekarang dikenal sebagai satu-satunya konvensi di bidang Hak Asasi Manusia yag mencakup baik hak-hak sipil dan politik maupun hak-hak ekonomi, sosial dan budaya.

Demikian mengenai latar belakang lahirnya konvensi hak-hak anak secara singkat, semoga artikel ini bermanfaat. untuk menambah pengetahuan bunda-ayah-pendidik-dan orang tua tentang pentingnya hak-hak anak kita dewasa ini. terimakasih.


Sumber : dirangkum dari berbagai sumber pustakan dan Internet !

LEMBAGA PAUD PINTARLAH, AWAS JANGAN BERURUSAN DENGAN CALO DAN MAKELAR PAUD

PAUD-anakbermainbelajar--Tidak terasa kita telah melewati tahun 2016 dan memasuki tahun baru 2017. Liburan panjang telah selesai, besok kembali beraktivitas seperti biasa. Mengawali semangat Awal tahun Menyambut SEKOLAH perdana semester genap TP 2016/2017 besok. Rindu juga dengan anak-anak, kangen dengan tingkah laku, senyum dan canda tawa mereka. Untuk persiapan besok beraktivitas di PAUD yang terpenting adalah menata hati agar lebih siap menjadi guru pendidik yang lebih baik lagi dari kemaren-kemaren dan siap mendidik anak-anak dengan penuh cinta dan kasih sayang. 

Tulisan artikel perdana di tahun 2017 ini sebenarnya hanyalah bagian dari keinginan menata hati. hari ini ada yang ingin dicurahkan unek-unek kekesalan karena masalah makelar kemaren. Saya berpikir salah satu penyebab tidak Majunya Pendidikan anak Usia dini (PAUD) kita Adalah Hadirnya Makelar yang gentayangan di dunia PAUD kita (Makelar TK-PAUD). Bagi kita yang terbiasa bersikap jujur dan mengambil jalan lurus kehadiran makelar ini akan sangat menggelisahkan.

Modus Operasinya; jika Pengelola dan pendidik PAUD kita ingin berurusan ke Dinas mereka akan manakut-nakuti, mewas-wasi bahwa beberurusan kedinas itu sulit, rumit, berat dan keluar duit yg banyak, lalu mereka dengan dalih alasan "membantu" mengambil alih semua urusan ke Dinas atau instansi pentingnya lainnya, tentunya dengan imbalan uang, itupun dikatakan untuk memberi di dinas atau menyuap si"X" (sebenarnya masuk kantong makelar aja tuh!), sehingga pengelola dan pendidik PAUD kita menjadi Sangat ketergantungan dengan si makelar. 

Demikian sebaliknya, maklar ini jika di dinas akan menjadi orang sok penting, sok kenal, sok tahu segalanya dan mengaku menjadi pusat urusan PAUD, di dinas mereka katakan pendidik dan guru paud itu sulit untuk diatur dan dimobilisasi, tidak akan mau berurusan kedinas dan hanya dia yang bisa mengatasinya,  dia akan berusaha dengan segala cara untuk menghalangi dinas dekat dengan lembaga-lembaga PAUD yang harusnya dibina. sehingga dinas jadi ketergantungan padanya, Jika perlu apa saja hanya akan menghubungi dan minta bantuan si Makelar.  yang lebih parah lagi makelar ini sangat berani dan lancang mencampuri  semua urusan kedinasan yang bukan wewenangnya.

Modus yang lain; mereka akan selalu mengajarkan pada Pengelola dan pendidik PAUD cara memanipulasi data, dan cara mencari keuntungan yang sebanyak-banyaknya dari bantuan yang diberikan, mereka lihai sekali memalsukan dan membuat tipuan-tipuan untuk melengkapi administrasi dan laporan dana bantuan yang diselewengkan. Karena itu kerjaannya sehari-hari maka banyak pendidik dan pengelola PAUD yang dibodohi mengikuti caranya yang dikatakannya aman dan terkendali, sehingga ketergantungan untuk mencari aman dengannya. 

Yang terjadi adalah; Pengelola, kepala sekolah, guru dan pendidik Paud kita dilembaga tidak akan pernah pintar,  tidak mempunyai wawasan yang luas, untuk mengelola PAUD yang jujur dan benar secara birokrasi dan administratif dan  jika harus terus berurusan dengan makelar seperti ini akan ikut jalannya yang penuh manipulasi dan tipu muslihat untuk berbagai urusan TK-PAUD. 

Pernah ada seorang Pejabat yang bersikap tegas dengan makelar seperti ini:
Ceritanya; ketika itu datang seorang makelar PAUD untuk menguruskan BOP dan ijin sebuah lembaga PAUD yang bukan lembaganya, dia langsung ditegur dengan keras; "kamu menguruskan punya siapa? suruh yang punya lembaga saja yg berurusan kesini? kapan lagi guru-guru bisa mandiri dan menjadi pintar jika selalu kamu bodohi !!!"....

Kenyataanya, makelar PAUD yang selama ini mengaku-ngaku sebagai pejuang PAUD, tetapi sebenarnya mereka justru adalah orang-orang yang merusak tatanan PAUD sendiri. Secara nyata lihat saja, perilaku mereka tidak mencerminkan orang yang pantas ikut membangun pondasi PAUD yang harus berkarakter, cara berbicaranya manis dan meyakinkan tapi penuh tipu daya dan kebohongan, kenyataannya mereka hanya mencari keuntungan pribadi untuk gaya hidup mereka yang tinggi. Mereka akan selalu mengeruk keuntungan pada semua guru pendidik, pengelola dan orang tua siswa dengan berbagai potongan dan pungutan dengan bermacam-macam dalih seperti; sumbangan, tabungan, piknikan atau pembelian media pembelajaran dan buku yang harganya sudah diluar harga yang wajar. Di balik semua kegiatan yang di koordinirnya dia akan selalu mencari dan meraup keuntungan untuk dirinya sendiri.

Nah bunda, jangan mau dibodohi dan membodohi diri sendiri dengan percaya dan berurusan dengan makelar seperti ini. 

Ayo menjadi Pintar - Get Smart !!

SAAT INI AKU ADALAH ANAK-ANAK DAN TUGASKU MEMANG BERMAIN


PAUD-AnakBermainbelajar--Bagi anak kegiatan Bermain memang dunia mereka, tapi tahukah bunda-ayah apa yang terjadi dibalik kegiatan bermain anak tersebut. seperti keinginan mereka, seperti kata mereka :

Ketika kau melihat aku belajar melompat, berlari dan memanjat, tolong jangan katakan aku "Hanya bermain", Karena seperti itu kau lihat, Aku bermain sambil belajar, Aku belajar tentang bagaimana tubuhku, Mungkin saja suatu hari nanti aku menjadi Dokter, Perawat atau Atlet.

Ketika kau lihat aku duduk disebuah kursi, "Membaca Keras-keras" di depan penonton khayal, Tolong jangan tertawa dan mengira aku "Hanya bermain", Karena seperti kau lihat, Aku bermain sambil belajar, Aku mungkin menjadi guru suatu hari nanti.

Ketika aku sedang menyusun kubus, jangan katakan aku "Hanya Bermain", Karena seperti kau lihat, Aku bermain sambil belajar, tentang keseimbangan bentuk.

Ketika aku sedang berpakaian lengkap membuat rumah-rumahan, lalu bermain boneka bayi, jangan katakan aku "Hanya bermain", Karena seperti kau lihat, Aku bermain sambil belajar. Untuk menjadi ibu dan ayah suatu hari nanti.

Ketika kau bertanya apa yang kau kerjakan di sekolah hari ini, Dan aku menjawab "Aku hanya bermain". Tolong jangan salah mengerti, Karena seperti kau lihat Aku bermain sambil belajar, Aku belajar menikmati hidup sambil meraih sukses dalam bekerja, Aku menyiapkan diri untuk masa depan.


So..ibu dan ayah..apakah sudah kita biarkan anak-anak kita bermain??...


Sumber : Copas-copasan di Facebook
Gambar : pixabay.com

INILAH PENTINGNYA MENGEMBANGKAN PENDIDIKAN SENI MUSIK DI PAUD

PAUD-AnakBermainBelajar--Kesenian merupakan sebuah konsep yang tidak akanpernah hilang di atas muka bumi ini. Kesenian identik dengan estetika, terkait dengan naluri kemanusiaan yang selalu cinta dengan keindahan, maka seni sebagai sebuah produk yang identik dengan keindahan memang akan selalu ada dan menjadi bagian dari kehidupan manusia. Sebuah kata-kata bijak yang menjelaskan bahwa dengan seni hidup menjadi indah, sepertinya tidak bisa dipungkiri bahwa kita memang membutuhkan seni untuk memperindah hidup kita. Seni akan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat dan menyertai perjalanan hidup manusia karena seni memiliki fungsi individual dan sosial. Tidak hanya mencakup kebutuhan spiritual atau ekspresi tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan komersial, politik, sosial, alat penerangan, propaganda, sarana promosi, hiburan, pendidikan, terapi dan sebagainya.

Sebagai individu yang harus terus bekembang dalam kehidupannya, anak-anak usia dini sangat perlu memiliki kemampuan seni. Dengan penanganan yang tepat maka seni menjadi hla yang sangat berperan penting dalam mengembangkan kemampuan-kemampuan dasar pada diri anak. Dalam kegiatan seni untuk anak-anak ditemukan nilai-nilai edukasi yang kemudian dikenal sebagai konsep education through art yang dikemukakan oleh Herbert Read yang dikembangkan dari pemikiran Plato (428-347 SM) yang mengatakan art should be the basis of education. Selanjutnya Lowenfeld dan Brittain (1980) menjelaskan bahwa kegiatan seni berperan dalam mengembangkan berbagai kemampuan dasar di dalam diri anak, seperti kemampuan: fisik, perseptual, pikir/intelektual, kreativitas, sosial dan estetik. Seiring dengan bertambahnya usia anak, maka seluruh kemampuan dasar dapat perkembang secara terpadu.

Haskel (1979) mengungkapkan bahwa pendidikan usia dini amat tidak efektif dan kurang sempurna tanpa musik. Belajar melalui seni pada hakikatnya menyenangkan, menjadikan anak belajar dari dalam dirinya sendiri, sehingga belajar lebih bermakna dari pada sekedar melaksanakan perintah guru. Kegiatan seni mengasah ketajaman rasa (feeling) dan mengendalikan emosi.
 
Bermain musik itu sangat penting bagi seorang anak, karena dapat meningkatkan kemampuan musikal anak yang selanjutnya dapat mempengaruhi secara positif bidang kemampuan anak yang lainnya. Bidang kemampuan yang dapat dipengaruhi secara positif oleh musik ini adalah bidang bahasa, komunikasi, fisik, emosi, esetetika, sosial , kognitif dan science.

Anak di usia 4-6 tahun merupakan bagian dari anak usia dini yang secara terminologi disebut sebagai anak usia pra-sekolah atau Taman Kanak-kanak. Sejumlah riset membuktikan bahwa perkembangan kecerdasan anak pada masa ini mengalami peningkatan dari 50% menjadi 80%. Hal ini menunjukan pentingnya upaya pengembangan seluruh potensi anak di usia pra-sekolah karena pada usia tersebut anak mengalami masa peka, yaitu masa terjadinya pematangan fungsi-fungsi fisik dan psikis yang siap merespon stimulus yang diberikan oleh lingkungan. Maa peka merupakan masa untuk meletakan dasar pertama dalam mengembangkan seluruh potensi anak termasuk pula potensi, minat dan bakat dalam bidan seni khususnya seni musik.
 

Menurut John M. Ortiz (2002), memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mendengarkan berbagai macam suara (kata-kata, musik, dan suara pada umumnya) juga dapat menstimulasi otak anak ntuk membentuk berbagai macam “koneksi suara”. Hal ini akan memudahkan mereka memperbanyak simpanan suara dalam hidup mereka selanjutnya. Memperkenalkan berbagai macam suara sedini mungkin terbukti meningkatkan keragaman, fleksibilitas, dan daya tahan koneksi saraf tersebut, terutama di bidang matematika, bahasa, dan logika.

Teori Multiple Intelligences yang dikembangkan Gardner pada tahun 1980-an, memperkuat pendapat bahwa seni khususnya musik mempunyai fungsi dan pengaruh dalam mengembangkan intelegensi anak. Teori ini memberikan wacana yang lebih luas dalam memandang seorang anak secara holistik. Secara khusus tentang musik dan anak ini, teori multiple intelligences yang dikembangkan Garner ini memberikan perluasan wawasan bahwa manusia memiliki intelegen khususnya intelegen musikal. 

Kecerdasan musikal didefinisikan sebagai kemampuan menangani bentuk-bentuk musikal. Kemampuan ini, meliputi (1) kemampuan mempersepsi bentuk musikal, seperti menangkap atau menikmati musik dan bunyi-bunyi berpola nada, (2) kemampuan membedakan bentuk musikal, seperti membedakan dan membandingkan ciri musikal bunyi, suara, dan alat musik, (3) kemampuan mengubah bentuk musikal, seperti mencipta dan memversikan musik, dan (4) kemampuan mengekspresikan bentuk musikal, seperti menyanyi, bersenandung, dan bersiul-siul. Hal ini berarti, kecerdasan musikal meliputi kemampuan mempersepsi dan memahami, mencipta, dan menyajikan bentuk-bentuk musikal (Armstrong, 2003).

Anak-anak yang mempunyai kecerdasan musikal dalam taraf berkembang, sering menyanyi, senang bersenandung atau bersiul seorang diri. Kemunculan kecerdasan musikal pada anak-anak mudah dikenali karena begitu diperdengarkan musik mereka langsung mendengarkan atau mengikuti irama atau ikut menyanyi (Armstrong, 2003).

Tujuan kegiatan seni musik di PAUD bukanlah membuat anak mampu menghasilkan keterampilan khusus dalam bermusik, tetapi lebih pada membantu anak untuk mampu mengungkapkan diri melalui seni musik tersebut. Dengan kegiatan bermain musik anak mampu berkembang menjadi pribadi yang lebih baik karena kemampuan untuk untuk mengungkapkan dirinya.

Sesuai kurikulum tahun 2004, pendidikan di Taman Kanak-kanak bertujuan mengembangkan kemampuan fisik, bahasa, sosial-emosional, moral dan nilai agama, kognitif serta seni. Pendidikan ini tercakup dalam tiga rumpun pengembangan yaitu pengembangan moral dan nilai agama, sosial-emosional serta kemampuan dasar bahasa, kognitif dan pra-akademik (Kurikulum Pendidikan Usia Dini 2004, Diknas).

Dalam kurikulum Nasional pengembangan seni mengacu pada kompetensi dasar anak mampu mengungkapkan gagasan dan daya ciptanya dalam berbagai bentuk meliputi berbagai media; bergerak sesuai irama musik dan menyanyi (Kurikulum Pendidikan Usia Dini – TK -,2004).

Terkait dengan kemampuan musikal anak ini, telah banyak dilakukan penelitian dan dipulikasikan diberbagai negara, salah satu hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal yang dikeluarkan oleh The National Association for Music Education di Amerika. Ada beberapa aspek yang dapat diukur dalam kemampuan musik anak, diantaranya sepek ritmik, melodi, menyanyi, dan literasi. Ada juga beberapa kemampuan dasar musik yang dimiliki anak usia TK dapat ditinjau dari aspek intelektual, emosional, sosial, perseptual, fisikal, estetik dan kreatif yang kesemuanya dapat berkembang jika didukung oleh penerapan kegiatan bermain musik yang baik di bawah bimbingan dan arahan guru dan pendidik.

Demikian Artikel singkat tentang pentingnya mengembangkan Pendidikan Seni Musik di PAUD, semoga Artikel ini bermanfaat untuk menambah wawasan kita  dalam rangka mengembangkan kemampuan dan pendidikan anak usia dini, terimakasih.

Sumber : Dirangkum dari berbagai sumber !!

MEMANFAATKAN TALI BEKAS BUAT BERMAIN YANG SERU DI PAUD

PAUD-Anakbermainbelajar---sangat menarik apa yang dilakukan bunda kita yang satu ini, kreatif, dengan memanfaatkan tali bekas yang sudah tidak terpakai lagi, bisa membuat permainan yang menarik dan menyenangkan,  maka jadilah anak-anak di PAUD seru bermain bersama.

PAUD_Anakbermainbelajar-TK
Lompat Tali yuk....Ayukk..hihi
Permainan ini, kalo dilihat dari bentuknya sich mirip dengan permainan angklek, tapi bedanya kalo angklek dibikin gambar, ditulis di lantai atau di tanah, tetapi permainan ini dibuat dari tali dengan bentuk kolom-kolom menyerupai permainan angklek atau Gala Asin. Di sini ada beberapa petak-kolom yang bisa dilompati dan diisi anak-anak. Serunya, semua anak bisa terlibat dengan bermain bersama-sama.

Penulis awalnya belum tahu dan memang belum pernah melihat permainan ini sebelumnya, pun ketika yang punya gawe ditanya tentang permainan itu, mereka sendiri sepontan, mereka bilang itu permainan lompat tali versi atau ala PAUD mereka sendiri dengan memanfaatkan Tali bekas, jadi belum ada namanya dan belum ada konsep dan aturan mainnya. Di sini anak bermain bebas aja, di dalam permainan ini dengan melompati petak kolom secara berurutan tanpa menyentuh talinya.

Dalam permainan ini terlihat pengembangan fisik/motorik dan sensitivitas anak dapat dikembangkan. Karenanya Di lembaga PAUD, guru-pendidiklah yang menentukan bagaimana aktivitas fisik atau permainan yang dapat dilakukan anak sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangannya. Pendidik dapat berperan dalam menumbuhkan minat anak terhadap berbagai kegiatan motorik anak seperti permainan ini. Tentunya minat anak memang sangat beragam. Ada yang lebih senang meloncat dan bergerak ritmik dari pada melukis dan menggunting atau sebaliknya anak lebih betah dengan kegiatan motorik halus dari pada motorik kasar. Peran Pendidiklah yang harus mengarahkan dan menumbuhkan minat anak untuk mengikuti semua kegiatan fisik-motorik  tersebut dengan tujuan agar gerak motorik kasar dan motorik halus anak dapat berkembang dengan baik. 

Kegiatan ini menjadi sangat penting sekali karena pada anak erat sekali kaitannya antara pengembangan fisik dengan sikap perilaku anak. Pengembangan fisik pada anak usia PAUD adalah upaya untuk memberikan perlakuan tertentu secara sistematis pada kegiatan yang memperlihatkan interaksi dan kematangan anak dengan lingkungannya. Pada anak usia prasekolah, perkembangan gerak merupakan perubahan kemampuan yang melibatkan berbagai aspek perilaku dan kemampuan geraknya. Aspek perilaku dan perkembangan motoriknya saling mempengaruhi satu sama lain.



Nah....bunda mungkin ada yang tertarik, dan bisa mengembangkannya atau membuat desain permainannya lebih komplit lagi dengan ide yang menarik ini, untuk permainan anak yang mudah, murah dan meriah, di Lembaga PAUD kita..?

PAUD-Anakbermainbelajar
Kita mulai ya..1..2..3...

Bunda contohin ya..Hup...lompat yang tinggi !!

Ayo..dicoba..semangat ya..nak..

PAUD--Anakbermainbelajar
Hup..hore bisa...eh gantian dong jangan berebut..hihi


Sumber dan Gambar : 
TPAIT AL-AMIN. Yayasan Islam Al-Amin Kapuas, kelompok Bermain Islam terpadu (KBIT Al-Amin), Taman Penitipan Anak Islam Terpadu (TPAIT Al-Amin). Jl. Barito Gg. XI Kel. Selat Hulu Kuala Kapuas.


CARA MENAMBAHKAN LOKASI LEMBAGA TK-PAUD KE GOOGLE MAPS

PAUD-Anakbermainbelajar---Lokasi lembaga TK-PAUD di Kabupaten atau Kota kita mungkin masih banyak yang belum terdaftar secara detail di Google Maps, hal ini sering menjadi kendala bagi orang-orang yang ingin berurusan dan berkunjung ke lokasi lembaga TK-PAUD kita, walaupun sudah diberi alamat secara tertulis, akan lebih baik jika dibarengi dengan peta yang detail bahkan bisa terdeteksi jarak antara lokasi A dengan lokasi B di Lembaga TK-PAUD anda dengan bantuan fasilitas online yang disediakan oleh Google Maps.

Berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, mengandalkan data dan aplikasi dari pusat yang sering berubah-ubah, agaknya sulit untuk dijadikan pegangan dalam menyimpan data dan alamat TK-PAUD.
Google Maps sebagai aplikasi yang dapat kita jamin keberlangsungan hidupnya bisa kita andalkan sebagai pencarian tempat dan lokasi lembaga TK-PAUD yang selalu kita butuhkan disaat penting dan mendesak. Selain itu keuntungan bagi lembaga TK-PAUD menjadi media promosi yang mengangkat eksistensi Lembaga nya di masyarakat dalam jangkauan yang lebih luas.

Berawal dari Kebutuhan untuk pemetaan dan penentuan lokasi Lembaga TK-PAUD agar mudah dipantau posisinya terkait program Satu desa satu PAUD, agar mendapat gambaran dimana posisi Lembaga TK-PAUD berada, dan memudahkan dalam pencarian untuk berbagai keperluan Dinas, seperti kemarin ada tamu dari pusat yang ingin memferivikasi data PAUD, kesulitan mencari alamatnya, maka dengan ini Admin 'PAUD-Anakbermainbelajar' sebagai penulis mencoba menguraikan langkah-langkah dalam mendaftarkan dan menambahkan lokasi Lembaga TK-PAUD kita di Google Maps sampai berhasil terdaftar, semoga tulisan ini bisa memudahkan dalam mendaftarkan lembaga TK-PAUDnya ke Google Maps.

Persyaratan dan Persiapan yang harus dilakukan
  1. Syarat utama bisa membuat nama tempat di google map harus mempunyai akun google (Google Akun Gmail), kalau belum punya silahkan mendaptar  Klik disini !!
  2. Silahkan login Gmail terlebih dahulu, kemudian buka http://google.co.id/maps/
  3. Apabila halaman google maps sudah terbuka dalam bentuk tampilan Peta, anda juga bisa beralih pada tampilan Satelet (Earth)
Bunda-ayah untuk memulai menandai lembaga kita di Google Maps, silakan ketikan di kotak pencarian Googel untuk nama lembaga PAUD yang ingin kita tandai di Google Maps kemudian klik links Maps untuk menuju Google Maps dan silakan masukan akun Google kita seperti contoh gambar di bawah ini :




Atau bunda-ayah bisa juga langsung menuju situs google maps dengan link berikut dengan aku Google kita kemudian ketikan nama tempat di kotak pencarian : https://www.google.co.id/maps/

Selanjutnya akan terbuka halaman Google Maps seperti di bawah ini, kemudian klik link "Add (nama lembaga TK-PAUD kita) to Google Maps" atau ketikan nama TK-PAUD kita yang ingin di daftarkan.





Pada contoh gambar di atas yang sudah diketikan nama TK-PAUD yang belum terdaftar maka selanjutnya klik tulisan tambahkan TK-PAUD yang berwarna Biru.

Kemudian isikan lengkapi kotak yang tersedia sesuai dengan informasi tempat kita seperti nama, Alamat, Kategori, Phone, Website. Selanjutnya pindahkan marker atau pointer yang muncul ke titik tempat yang kita ingin kita tandai, lalu setelah marker-pointernya pas posisinya sesuai lokasi wilaya'h dan alamat dengan tempat kita tinggal klik tombol "submit" atau "Kirim". Contohnya seperti gambar berikut ini :
 




Jika telah selesai selanjutnya secara otomatis akan masuk email dari Google Maps ke kotak masuk email kita yang menyatakan bahwa proses tempat yang kita tandai telah diterima dan akan direview. Kemudian selanjutnya setelah proses review selesai maka akan masuk lagi ke email yang menyatakan bahwa tempat kita telah sukses ditambahkan ke Google Maps, tetapi kadang tempat kita tidak direview yang langsung sukses ditambahkan di Google Maps dengan masuk email seperti gambar di bawah. Untuk mengeceknya, Anda tinggal klik link "See 'Your Addition" yang terdapat pada email tersebut untuk melihat Lembaga dan tempat TK-PAUD kita di Google Maps. Dan perlu diingat, Google memerlukan waktu sekitar 24 jam untuk benar-benar menampilkan tempat kita di Google Maps sampai tempat kita tampil ketika dicari.


 


Setidaknya sudah sampai pada tahapan di atas maka sudah dapat terlihat lembaga PAUD kita di google maps. Berikutnya untuk lebih melengkapi dan memperindah tampilan kita bisa memasang  kode tertentu yang disebut kode embed Google Maps tempat lembaga PAUD kita.

Selanjutnya untuk mengambil kode embed Google Maps tempat lembaga TK-PAUD kita, silakan klik ikon menu di pojok kiri atas lalu pilih menu "Share or embed maps" lalu silakan ubah kode iframe "Embed Map" seperti di bawah ini.

Agar menjadi responsive, silakan kita rubah sedikit kode di atas dengan menghapus kode width="600 height="450" frameborder="0"  dan menambahkan kode width : 100%;height:450px pada style sehingga menjadi seperti di bawah ini :
Atau bisa juga bunda-ayah menggunakan kode javascript di bawah ini yang diambil dari kode responsive Youtube dan ternyata bisa digunakan untuk responsive iframe Google Maps.
Silakan ganti kode url iframe  yang saya marking di atas dengan url dari iframe Google Maps kita, dan akan tampak seperti di bawah ini.

-- Gambar --

Demikian cara menambahkan lokasi lembaga TK-PAUD ke Google Maps, semoga bermanfaat, terimakasih.

INILAH CARA AGAR ANAK BERHASIL MEMPELAJARI LITERASI

PAUD-Anakbermainbelajar---Bunda-dalam banyak pendapat dan pengertian dapat diambil kesimpulan tentang apa itu literasi, Literasi adalah keberaksaraan, yaitu kemampuan menulis dan membaca, budaya literasi dimaksudkan untuk melakukan kebiasaan berfikir yang diikuti oleh sebuah proses membaca, menulis yang pada akhirnya apa yang dilakukan dalam sebuah proses kegiatan tersebut akan menciptakan karya.

Bagi anak usia dini literasi lebih diarahkan pada pengenalan dan pemahaman anak melalui tahapan-tahapan bermain dan belajarnya tentang aksara dan angka, hingga membentuk anak kreatif dan mandiri yang mampu berkaya sesuai dengan usia dan perkembangannya. Karena itu kita sebagai pendidik wajib memberikan dorongan atau stimulus dengan cara-cara tertentu agar anak berhasil mempelajari literasi ini.

Menurut Brian Cambourne (1988) anak akan berhasil dalam mempelajari literasi apabila terdapat kondisi-kondisi belajar sebagai berikut :

1. Demonstrasi (Demonstration)
Bagi anak kecil, mempelajari literasi tidak cukup hanya dengan melihat tulisan-tulisan atau mendengarkan orang berbicara di sekelilingnya. Mereka perlu demonstrasi yaitu melihat bagaimana orang dewasa berperilaku dan berbahasa. Mereka juga perlu melihat benda-benda dan bagaimana orang dewasa menyebut benda-benda tersebut.

2. Keterlibatan (Engagement)
Seorang akan belajar dari suatu demonstrasi apabila ia terlibat di dalamnya (Fisher, 1991) dan menurut Brian Cambourne (1988) anak akan terlibat dalam suatu kegiatan aabila ia merasa kegiatan tersebut berarti dan berguna bagi dirinya ketika ia berpikir bahwa ia akan mendapatkan pengalaman yang menyenangkan. Oleh karena itu, guru perlu mengupayakan agar anak-anak senantiasa terlibat dalam kegiatan-kegiatan di kelas yaitu dengan menarik minat anak dan membuat setiap kegiatan menyenangkan.

3. Ketenggelaman (Immersion)
yang dimaksud dengan immersion atau ketenggelaman adalah bahwa anak "tenggelam" dalam suatu keadaan. lingkungan dan kondisi yang dipenuhi oleh percakapan dan tulisan-tulisan. Percakapan dan tulisan-tulisan tersebut merupakan modle atau contoh bagi anak untuk berbicara, membaca dan menulis. Dengan kata lain, anak belajar secara alami bagaimana berbicara, membaca dan menulis dari lingkungannya.

Implikasi dari teori tersebut adalah bahwa dalam ruang kelas guru perlu menyediakan berbagai tulisan yang terdapat dalam nyanyian, puisi, chart, poster, big book serta berbagai karya anak-anak yang ditempel di dinding atau digantung di dalam kelas. Perlu juga disediakan berbagai judul buku yang dijual di toko-toko buku serta alat-alat menulis seperti kertas, pensil, pensil warna, krayon dan sebagainya.

4. Harapan (Expectation)
Yang utama bagi anak dalam belajar  literasi adalah mereka menyadari bahwa orang tuanya atau gurunya berharap agar ia dapat mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis seperti mereka (orang dewasa). Harapan orang dewasa di sekelilingnya akan mendorong anak untuk terlibat dalam setiap kegiatan literasi yang ada disekitarnya. Di sekolah, seorang guru hendaknya mempunyai harapan yang besar bahwa anak didiknya akan dapat belajar mendengar, berbicara, membaca dan menulis melalui kegiatan-kegiatan yang diciptakannnya di dalam kelas.

5. Kedekatan ucapan (Approximation)
Yang dimaksud dengan kedekatan ucapan adalah ucapan anak yang mendekati kebenaran. Misalnya, seorang anak mengucapkan "tutu" untuk kata susu. Biasanya para orang tua tidak mengoreksi kata-kata anaknya tetapi meresponnya dengan benar, misalnya dengan mengatakan "Ini susunya"sambil memberikan segelas susu pada anaknya.

Menurut Holdaway (1984) pendekatan ucapan mendominasi belajar anak, khususnya pada awal-awal belajar mereka di sekolah. Jadi kedekatan ucapan yang dilakukan anak adalah wajar bahkan merupakan sarana bagi anak untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya. Bukan pada tempatnya apabila guru mengoreksi ucapan anak. Yang perlu diperhatikan guru adalah memberikan kesempatan kepada anak untuk 'mengambil risiko' mengucapkan dan memonitor ucapannya sendiri serta merespon ucapan anak dengan tepat.

6. Tanggung Jawab (Responsibility)
Anak hendaknya mempunyai tanggung jawab terhadap belajarnya sendiri karena dengan demikian motivasi intrisiknya akan muncul dan mendorong belajar. Tanggung jawab guru adalah menyediakan kegiatan-kegiatan yang dapat mengkondisi anak untuk belajar. Namun anak bertanggung jawab untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan tersebut. Cara menimbulkan rasa tanggung jawab tersebut misalnya dengan memberi kesempatan pada mereka memilih kegiatan yang mereka inginkan dalam waktu 'bebas memilih'.

7. Penggunaan (Use)
Kondisi belajar terbaik bagi anak yang belajar membaca adalah ketika ia membaca dan bagi anak yang belajar menulis adalah ketika ia menulis. Smith (1983) mengatakan bahwa anak belajar membaca dengan membaca dan belajar menulis dengan menulis. Dengan demikian anak harus mempunyai kesempatan membaca dan menulis yang sesungguhnya dalam belajar literasi. Anak harus diberi kesempatan menggunakan atau memperaktikan pengetahuannya tentang membaca dan memulis yang didapatnya dari pengalaman dan pengamatannya dalam kehidupan sosial baik di sekolah maupun di luar sekolah. Kegiatan membaca dan menulis di dalam kelas dapat berupa kegiatan yang direncanakan oleh guru seperti membaca big-book, menulis daftar kegiatan yang akan dilakukan anak-anak hari itu, dan sebagainya, atau kegiatan yang dipilih sendiri oleh anak, seperti membaca buku pilihan mereka sendiri, menuliskan sesuatu pada gambar yang mereka buat dan sebagainya.

8. Tanggapan (Respon)
Tanggapan adalah suatu yang diperlukan anak dalam kehidupan sosial di rumah maupun di sekolah. Ketika mereka bercerita, mereka ingin ada orang lain yang menanggapi, seperti teman, orang tua, guru atau siapa saja yang ada di dekatnya mereka. Atau pada saat mereka bertanya pada orang dewasa, mereka mengharapkan tanggapan.

Di dalam kelas guru hendaknya menanggapi keinginan dan perbuatan anak secara alami. Misalnya, menjawab pertanyaan, mengomentari pekerjaan mereka ketika mereka menunjukannya, membantu mereka jika membutuhkan pertolongan, dan sebagainya.
 
Demikian bunda-ayah, tentang cara-cara agar anak berhasil mempelajari literasi, semoga bermanfaat. terimakasih. 

CARA INSTAL APLIKASI DAPODIK PAUD DIKMAS VERSI TERBARU 2017

PAUD-Anakbermainbelajar---Sebelum menginstal menggunakan aplikasi Dapodik PAUD Dikmas Versi 3.0.0 - 3.2.2 Tahun Pelajaran 2016/2017 ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan antara lain mengenai perangkat dan spesifikasi komputer dan spesifikasi software yang digunakan harus mendukung terhadap aplikasi Dapodik PAUD Dikmas ini sebagai berikut:

SPESIFIKASI MINIMAL KOMPUTER (HARDWARE)

Untuk dapat menjalankan Aplikasi Dapodik PAUD Dikmas, Spesifikasi perangkat keras-Hardware minimal yang diperlukan adalah :
a. Processor minimal Pentium IV
b. Memory minmal 512 MegaByte
c. Storage tersisa minimal 100MegaByte
d. CD/DVD drive jika instalasi melalui meida CD/DVD

SPESIFIKASI MINIMAL SOFTWARE (OPERATING SYSTEM)

Untuk dapat menjalankan Aplikasi Dapodik PAUD Dikmas, Spesifikasi perangkat lunak-Software yang diperlukan adalah:
Operating sistem:
a. Windows XP SP3
b. Windows Vista
c. Windows 7 - 32 & 64 Bit
d. Windows 8 - 32 & 64 Bit
e. Windows 8.1 32 & 64 Bit

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam aplikasi dapodik PAUD-DIKMAS Versi 3.0.0 dalam memasuki tahun ajaran baru 2016

a. Registrasi kembali ke aplikasi dengan kode registrasi lama
b. Lulusan/Keluaran siswa tahun ajaran sebelumnya ke PD keluar
c. Entri siswa baru ke aplikasi
d. Entri PTK jika ada perpindahan dari/masuk sekolah
e. Buat rombel baru
f. Pindahkan siswa pada anggota rombel sesuai rombelnya
g. Entrikan data JJM PTK pada pembelajaran
h. Jangan lupa untuk sinkron setelah melakukan perubahan

Browser
a. Google Chrome (Sangat Disarankan dan Bersih dari plugins-plugins)
b. Opera
c. Mozila Firefox


LANGKAH-LANGKAH INSTALASI APLIKASI

1. Terlebih dahulu dapatkan dan Download Aplikasi Dapodik PAUD Versi 3.0.0 atau versi terbarunya lagi untuk Tahun Pelajaran 2016/2017

2. Setelah mendapatkan aplikasi bisa langsung melakukan instalasi pada PC atau Laptop khusus pendataan Dapodik PAUD. Disarankan menggunakan 1 PC atau Laptop khusus dalam melakukan entry data. Seteleh itu aplikasi akan berjalan dan akan ditayangkan jendela berikut ini.

 

Tekan tombol Run untuk melanjutkan proses instalasi aplikasi. Selanjutnya tampilan aplikasi akan seperti jendela berikut ini



Anda sangat disarankan untuk menutup program lain sebelum proses instalasi. Hal ini diperlukan agar berkas yang terkait dapat diperbaharui tanpa harus booting ulang komputer Anda.

Tekan tombol (Lanjut>) untuk melanjutkan atau tombol (Batal) untuk membatalkan instalasi.

Jika anda memilih batal maka akan dikonfirmasi proses pembatalan instalasi, tekan tombol (Yes) untuk membatalkan instalasi, tombol (No) untuk melanjutkan instalasi.

Bacalah dengan seksama sebelum menginstall atau menggunakan perangkat lunak ini. Setelah anda baca dengan seksama dan anda menyetujui tekan tombol (Saya Setuju) yang berarti Anda setuju dengan ketentua yang dituliskan dengan lisensi tersebut lalu klik (Lanjut>). Atau tekan tombol (Batal) jika tidak setuju.
 Setelah proses penginstalan selesai, klik (Lanjut>) dan tunggu hingga proses pengaturan aplikasi Dapodik PAUD Dikmas selesai.
Selanjutnya otomatis akan muncul Java Setup dan tekan tombol (Install>) seperti gambar berikut.



Tunggu sampai indikator proses ekstrasi selesai, setelah itu tekan toombol (Selesai) untuk menutup penutup instalasi.


Dengan demikian proses install dapodik PAUD Dikmas telah selesai, selanjutnya dapat dilanjutkan dengan langkah Data Prefill dan penentuan Username & Password, untuk itu silakan ikuti postingan selanjutnya tentang pengisian dapodik PAUD Dikmas. Demikian semoga bermanfaat, terimakasih.

INILAH PERAN PENGAMPU, MENTOR DAN PESERTA DALAM MODA DARING KOMBINASI GPO

PAUD-Anakbermainbelajar---Bunda dalam postingan kali ini setelah kemarin kita membahas tentang apa itu Moda daring, kembali kita akan mencoba menjawab banyak pertanyaan dari para bunda-guru pendidik TK-PAUD, khususnya calon peserta kegiatan GPO (Guru Pembelajar Online) Tentang apa sih moda daring Kombinasi? dan apa peran pengampu, mentor dan peserta dalam kegiatan GPO ini?

Berikut penjelasannya :

Moda Daring Kombinasi atau yang populer disebagian orang disingkat "DARKOM", pada moda ini peserta melakukan interaksi belajar secara daring dan tatap muka. Interaksi belajar daring dilakukan secara mandiri dengan memanfaatkan teknologi informasi dan pembelajaran yang telah disiapkan secara elektronik, dan dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Interaksi tatap muka dilaksanakan bersamaan dengan peserta lainnya di pusat belajar (PB) yang telah ditetapkan  dan difasilitasi oleh seorang mentor. Interaksi pada daring kombinasi dapat dilihat pada Gambar berikut.
Gambar. Model pembimbingan Guru Pembelajar moda daring kombinasi
 
  • Interaksi Pengampu – Mentor: Pengampu memfasilitasi mentor dan berinteraksi dengan mentor secara daring. 
  • Interaksi Mentor – Peserta: Mentor mendampingi, berdiskusi dan berkoordinasi dengan peserta secara daring dan luring.
  • Interaksi Pengampu – Peserta: Pengampu memfasilitasi dan berkomunikasi dengan peserta secara daring.
  • Pertemuan tatap muka dilaksanakan sesuai jadwal yang disepakati bersama antara peserta dan mentor. Struktur program pertemuan antara peserta dan mentor di PB

PERAN PENGAMPU
Peran Pengampu pada Guru Pembelajar Moda daring Kombinasi
Peran tersebut secara rinci adalah sebagai berikut.
a. Peran pengampu terhadap Mentor
1) Berkomunikasi dengan mentor secara daring untuk memonitor pelaksanaan pembelajaran Guru Pembelajar moda daring
2) Memfasilitasi proses belajar selama pembelajaran daring berlangsung
3) Mendampingi dan memberi semangat kepada mentor dalam proses pembimbingan pembelajaran Guru Pembelajar moda daring
4) Memeriksa rekaman kegiatan mentor dengan menggunakan analytic tool, dan
5) Memberikan umpan balik terhadap laporan kemajuan peserta yang dikirimkan oleh mentor.
b. Peran pengampu terhadap peserta
1) Memonitor keaktifan peserta dalam pembelajaran daring
2) Memfasilitasi proses belajar selama pembelajaran daring berlangsung
3) Menganalisis hasil rekaman kegiatan dan hasil penilaian peserta yang diserahkan kepada Koordinator Program Guru Pembelajar sebagai bahan laporan bagi UPT.

PERAN MENTOR
Tugas utama mentor adalah melakukan pendampingan kepada peserta di dalam pelaksanaan peningkatan kompetensi Guru Pembelajar moda daring. Peran mentor terhadap peserta dapat dijelaskan sebagai berikut.
a. Peran mentor pada Guru Pembelajar  moda daring kombinasi
1) Mendukung peserta mengikuti kegiatan Guru Pembelajar moda daring
2) Mendampingi dan memfasilitasi peserta dalam mengikuti pembelajaran Guru Pembelajar moda daring
3) Memberikan semangat dan mengingatkan peserta untuk menyelesaikan tugas secara daring
4) Memberi umpan balik terhadap lembar kerja yang diunggah peserta
5) Memeriksa rekaman kegiatan secara daring melalui activity completion
6) Menyampaikan laporan kemajuan peserta kepada pengampu melalui portfolio “Laporan Hasil Kemajuan Peserta” secara berkala setiap akhir minggu
7) Menjadi pengawas ujian tes akhir di TUK bersama administrator TUK.
  
b. Peran mentor pada Guru Pembelajar moda daring kombinasi
1) Mendukung peserta mengikuti kegiatan Guru Pembelajar moda daring
2) Mendampingi peserta dalam mengikuti pembelajaran Guru Pembelajar moda daring
3) Memfasilitasi peserta secara tatap muka pada pembelajaran Guru Pembelajar moda daring di Pusat Belajar
4) Memberikan semangat dan mengingatkan peserta untuk menyelesaikan tugas secara daring maupun luring
5) Memberi umpan balik terhadap lembar kerja yang diunggah peserta
6) Memeriksa rekaman kegiatan secara daring melalui activity completion
7) Menyampaikan laporan kemajuan peserta kepada pengampu secara berkala setiap akhir minggu
8) Menjadi pengawas ujian tes akhir di TUK bersama administrator TUK.

PERAN PESERTA
Peserta dalam Guru Pembelajar moda daring harus berperan aktif dalam seluruh proses pembelajaran daring, antara lain:
a. Melaksanakan proses pembelajaran secara aktif dan berkomitmen tinggi
b. Melaksanakan pembelajaran secara kolaboratif
c. Berbagi pengalaman kepada peserta lain
d. Memberikan umpan balik yang konstruktif
e. Mencari jawaban terhadap permasalahan melalui berbagai sumber antara lain melalui internet, buku, dan lain-lain
f. Mengungkapkan permasalahan terkait pembelajaran yang dihadapi
g. Menyelesaikan tugas sesuai dengan materi pembelajaran
h. Mengunggah seluruh lembar kerja ke dalam portofolio elektronik (e-portofolio).

Berikut adalah alur kegiatan pengampu pada Guru Pembelajar moda daring/daring kombinasi:

Alur kegiatan pengampu pada Guru Pembelajar moda daring/daring kombinasi

Demikian mengenai moda Daring kombinasi 'Darkom' dan peranya para pengampu, mentor dan peserta, semoga bermanfaat. Selamat belajar.


SUMBER : Kemendikbud P4TK dan PLB Bandung.

CARA MENDAPATKAN USER NAME DAN PASSWORD GURU PEMBELAJAR (UKG)

Bagi guru Pendidik/ks/ps yang belum mendapatkan password guru pembelajar silakan ikuti cara dan langkah-langkah yang sudah disederhanakan agar memudahkan guru pendidik /TK/PAUD Mendaftarkan diri mereka seperti berikut :

PERSIAPAN (Apa yang perlu dipersiapkan?)
  1. Siapkan Nomor UKG 2015 (ada di Kartu peserta atau Data di Dinas)
  2. Ingat-ingat tanggal lahir kita.
LANGKAH-LANGKAH  MENDAFTAR;
Cara mendaftar atau registrasi guru pembelajar dengan langkah-langkah berikut ini :
  1. KLIK LINK berikut : https://sim.gurupembelajar.id/akun/registrasi 
  2. Isikan no ukg dan tanggal lahir, jangan lupa centang "v" i'm not robot
  3. pastikan isian sesuai, baru klik register
  4. otomatis kita dapat download otomatis sebuah file pdf, surat rahasia berisi user name dan password
  5. Ingat baik-baik user name dan pasword tsb. Bile perlu dicatat 
  6. buka link berikut dengan cara klik; http://sim.gurupembelajar.id
  7. isikan email (username) dan pasword sesuai dengan yang tertulis di surat
    dan buka raport ukg 2015.
Demikian CARA MENDAPATKAN USER NAME DAN PASSWORD GURU PEMBELAJAR UKG ini, semoga bermanfaat. Terimakasih.