CARA INSTAL DAPODIK PAUD APLIKASI VERSI 3.1.0 TAHUN 2017

PAUD-Anakbermainbelajar---Sebelum menginstal menggunakan aplikasi Dapodik PAUD Dikmas Versi 3.0.0 - 3.2.2 Tahun Pelajaran 2017/2018 ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan antara lain mengenai perangkat dan spesifikasi komputer dan spesifikasi software yang digunakan harus mendukung terhadap aplikasi Dapodik PAUD Dikmas ini sebagai berikut:

SPESIFIKASI MINIMAL KOMPUTER (HARDWARE)

Untuk dapat menjalankan Aplikasi Dapodik PAUD Dikmas, Spesifikasi perangkat keras-Hardware minimal yang diperlukan adalah :
a. Processor minimal Pentium IV
b. Memory minmal 512 MegaByte
c. Storage tersisa minimal 100MegaByte
d. CD/DVD drive jika instalasi melalui meida CD/DVD

SPESIFIKASI MINIMAL SOFTWARE (OPERATING SYSTEM)

Untuk dapat menjalankan Aplikasi Dapodik PAUD Dikmas, Spesifikasi perangkat lunak-Software yang diperlukan adalah:
Operating sistem:
a. Windows XP SP3
b. Windows Vista
c. Windows 7 - 32 & 64 Bit
d. Windows 8 - 32 & 64 Bit
e. Windows 8.1 32 & 64 Bit

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam aplikasi dapodik PAUD Versi 3.1.0 dalam memasuki tahun ajaran baru 2017

a. Registrasi kembali ke aplikasi dengan kode registrasi lama
b. Lulusan/Keluaran siswa tahun ajaran sebelumnya ke PD keluar
c. Entri siswa baru ke aplikasi
d. Entri PTK jika ada perpindahan dari/masuk sekolah
e. Buat rombel baru
f. Pindahkan siswa pada anggota rombel sesuai rombelnya
g. Entrikan data JJM PTK pada pembelajaran
h. Jangan lupa untuk sinkron setelah melakukan perubahan

Browser
a. Google Chrome (Sangat Disarankan dan Bersih dari plugins-plugins)
b. Opera
c. Mozila Firefox

YANG TERBARU DARI VERSI 3.1.0



Dibanding Versi sebelumnya yaitu, versi 3.0.0 dalam versi 3.1.0 terbaru ini, ada beberapa pembaruan di beberapa bagian yaitu :

Lembaga

  • Pembaruan; Penambahan sekolah aman
  • Pembaruan; Penambahan anggota panitia sekolah aman
Sapras
  • Pembaruan; Keterangan pada input kondisi
  • Pembaruan; Penambahan persentase tingkat kerusakan.
PTK
  • Pembaruan; Penambahan Referensi Kepercayaan Kepada Tuhan YME & Perubahan label menjadi Agama dan Kepercayaan.
  • Pembaruan; Penambahan Menu NPWP
  • Pembaruan; Penambahan Riwayat Jabatan Pendidik/Tenaga Kependidikan, Kompetensi & Riwayat Karir Guru
PD
  • Pembaruah; Penambahan NIK Ayah dan Ibu
  • Pembaruan; Penambahan Kesejahteraan Peserta Didik pada data rinci


LANGKAH-LANGKAH INSTALASI APLIKASI

1. Terlebih dahulu dapatkan dan Download Aplikasi Dapodik PAUD Versi 3.1.0 atau versi terbarunya lagi untuk Tahun Pelajaran 2017/2018

2. Setelah mendapatkan aplikasi bisa langsung melakukan instalasi pada PC atau Laptop khusus pendataan Dapodik PAUD. Disarankan menggunakan 1 PC atau Laptop khusus dalam melakukan entry data. Seteleh itu aplikasi akan berjalan dan akan ditayangkan jendela berikut ini.

 

Tekan tombol Run untuk melanjutkan proses instalasi aplikasi. Selanjutnya tampilan aplikasi akan seperti jendela berikut ini



Anda sangat disarankan untuk menutup program lain sebelum proses instalasi. Hal ini diperlukan agar berkas yang terkait dapat diperbaharui tanpa harus booting ulang komputer Anda.

Tekan tombol (Lanjut>) untuk melanjutkan atau tombol (Batal) untuk membatalkan instalasi.

Jika anda memilih batal maka akan dikonfirmasi proses pembatalan instalasi, tekan tombol (Yes) untuk membatalkan instalasi, tombol (No) untuk melanjutkan instalasi.

Bacalah dengan seksama sebelum menginstall atau menggunakan perangkat lunak ini. Setelah anda baca dengan seksama dan anda menyetujui tekan tombol (Saya Setuju) yang berarti Anda setuju dengan ketentua yang dituliskan dengan lisensi tersebut lalu klik (Lanjut>). Atau tekan tombol (Batal) jika tidak setuju.
 Setelah proses penginstalan selesai, klik (Lanjut>) dan tunggu hingga proses pengaturan aplikasi Dapodik PAUD Dikmas selesai.
Selanjutnya otomatis akan muncul Java Setup dan tekan tombol (Install>) seperti gambar berikut.



Tunggu sampai indikator proses ekstrasi selesai, setelah itu tekan toombol (Selesai) untuk menutup penutup instalasi.


Dengan demikian proses install dapodik PAUD telah selesai, selanjutnya dapat dilanjutkan dengan langkah Data Prefill dan penentuan Username & Password, untuk itu silakan ikuti postingan selanjutnya tentang pengisian dapodik PAUD Versi. 3.1.0 Demikian semoga bermanfaat, terimakasih.

CARA PENILAIAN HASIL PENGUKURAN BERAT BADAN DAN TINGGI BADAN ANAK PAUD

PAUD-Anakbermainbelajar----Setelah kegiatan pengukuran dan penimbangan tinggi badan dan berat badan anak di lembaga PAUD selanjutnya yang harus bunda lakukan adalah melakukan penilaian hasil pengukuran yang telah dilakukan tersebut. Adapun penilaian hasil pengukuran dilakukan sebagai berikut;

1. Indeks Berat Badan Menurut Umar (BB/U)

Indeks Berat Badan menurut Umat (BB/U) mencerminkan keadaan berat badan anak menurut umurnya saat penimbangan terhadap standar NCHS-WHO.

Cara Penilaian:

a. Ukuran Berat Badan anak
b. Tentukan umur anak yang ditimbang dan jenis kelaminnya
c. Lihat Tabel Standar NCHS-WHO Berat Badan menurut umur dan Jenis kelamin tersebut (Lihat di sini !!), Lalu catat berapa berat badan median untuk umur jenis kelamin yang sesuai.
d. Bandingkan berat badan anak dengan berat badan median untuk umur dan jenis kelamin yang sesuai lalu dikali 100%. Hasil tersebut diinterpretasikan menurut keriteria berikut:
  • Status Gizi Baik jika nilainya > 80%
  • Stutus Gizi Sedang jika nilainya antara 70% - 80% 
  • Stutus Gizi kurang jika nilainya antara 60% - 70% 
  • Stutus Gizi Buruk jika nilainya berada < 60% 


Mengingat kekurangan gizi juga bisa menyebabkan timbulnya Oedema (pembengkakan) maka dalam interpretasi perlu diperhatikan apakah ada Oedema atau tidak. JIka ada oedema maka interpretasinya dapat menggunakan klasifikasi Wellcome, seperti terlihat pada tabel berikut ini :


2. Indeks Tinggi Badan Menurut (TB/U)

Indeks Tinggi Badan menurut Umur (TB/U) mencerminkan keadaan tinggi badan menurut umurnya terhadap standar  NCHS-WHO.

Cara Penilaian Status Gizi :

a. Ukuran Panjang/tinggi Badan anak.
b. Tentukan umur anak yang ditimbang dn jenis kelaminnya
c. Lihat Tabel standar  NCHS-WHO Tinggi Badan menurut umur dan jenis kelamin. Catat berapa panjang dan Tinggi badan median untuk umur jenis kelamin yang sesuai.
d. Bandingkan Tinggi Badan anak dengan Tinggi Badan median untuk umur dan jenis kelamin yang sesuai lalu di kali 100%. Hasil tersebut diinterpretasikan menurut kriteria berikut:
  • Status Gizi Baik jika nilainya > 95%
  • Stutus Gizi Sedang jika nilainya antara 90% - 95% 
  • Stutus Gizi kurang (Stunting) jika nilainya antara 85% - 95% 
  • Stutus Gizi Buruk (Stunting berat) jika nilainya berada < 85%.



3. Indeks Berat Badan Menurut Tinggi Badan (BB/TB)

Indeks Berat Badan Menurut Tinggi Badan (BB/TB) mencerminkan proporsi berat badan relatif terhadap tinggi badan yang dibandingkan terhadap standar NCHS-WHO.

Cara Penilaian:

a. Ukur Berat dan Panjang/tinggi Badan Anak.
b. Lihat Tabel standar NCHS-WHO BB/TB. Catat median Berat Badan untuk tinggi badan anak
c. Bandingkan Berat badan anak tersebut dengan Berat badan median untuk tinggi badan anak tersebut lalu di kali 100%. Hasil tersebut diinterpretasikan menurut kriteria berikut:
  • Status Gizi Baik jika nilainya > 90%
  • Stutus Gizi Sedang jika nilainya antara 80% - 90% 
  • Stutus Gizi kurang jika nilainya antara 70% - 80% 
  • Stutus Gizi Buruk jika nilainya berada < 70%.

4. Indeks Gabungan Antara BB/U, TB/U dan BB/TB

Penilaian status gizi dengan menggabungkan 3 (tiga) indikator (BB/U, TB/U dan BB/TB) sekaligus lebih baik dibandingkan hanya melihat satu indikator saja. Interpretasi dapat dilakukan dengan mengacu pada Tabel berikut ini :


Tabel Interpretasi Status Gizi Anak dari Indikator Gabungan (WHO, 1983).


5. Cara Sederhana Penilaian Berat dan Tinggi Badan

Secara sederhana untuk menilai berat badan dan tinggi badan anak usia dini yang lahirkan cukup bulan juga sering dilakukan dengan berbasis berat badan dan tinggi badan waktu lahir, yaitu sebagai berikut:
  • Berat badan bayi cukup bulan akan kembali pada hari 10
  • Berat badan menjadi 2 kali berat waktu lahir saat usia 5 bulan,
  • menjadi 3 kali berat lahir saat usia satu tahun, dan
  • Menjadi 4 kali berat waktu lahir saat usia 2 tahun.
  • Pada masa prasekolah kenaikan berat badan rata-rata 2 kg/tahun.
  • Usia 1 tahun 1,5 kali tinggi badan saat lahir,
  • Usia 4 tahun 2 kali tinggi badan lahir,
  • 6 tahun 1,5 kali tinggi badan 1 tahun.

6. Cara Menilai Hasil Pengukuran Berat Badan dengan KMS (Kartu Menuju Sehat).

Bunda Guru-pendidik PAUD sekalian, dapat menilai hasil pengukuran dengan cara membaca grafik pertumbuhan dan perkembangan anak dari bulan ke bulan, seperti yang ada dalam Kartu Menuju Sehat atau KMS (Iran). Berikut ini  disajikan cara pengisian hasil timbangan pada KMS.


Langkah pertama Lakukan pencatatan Bulan dan tahun lahir sesuai kelahiran bayi dan anak, lanjutkan mengisi kolom-kolom berikutnya dengan bulan-bulan selanjutnya.

Setelah bulan berikutnya tercatat, tentukan titik pada grafik KMS.

Setelah hasil penimbangan dicatatkan pada KMS maka dilakukan penilaian, dengan cara seperti tersaji pada Tabel berikut ini :

Tabel Cara Membaca Catatan KMS untuk dua kali penimbangan atau lebih:


Keadaan Berat Badan
Arti
Tindak Lanjut
Berat badan naik atau meningkat
Anak sehat, gizi baik
ü  Anak dan juga orang tua diberi pujian dan dukungan untu mempertahankan kondisi anak.
ü  Program Gizi dan kesehatan bersamaan dengan Program Parenting tetap diberikan untuk memantapkan apa yang telah dicapai

Berat badan tetap
Anak memiliki kemungkinan makanannya kurang dari segi jumlah atau mutu gizinya, atau terganggu kesehatannya (misalnya, cacingan).

ü  Menjadi acuan dalam program pemberian makanan di PAUD agar anak mendapat asupan ang cukup baik jumlah maupun mutu gizinya
ü  Menjadi acuan dalam Program Pemberian Gizi di PAUD
ü  Materi pada program Parenting gizi seimbang
ü  Perlu pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas Puskesmas.

Berat badan berkurang
Anak memiliki kemungkinan makanannya kurang dari segi jumlah atau mutu gizinya, atau terganggu kesehatannya (misalnya cacingan, panas, campak, dll)

ü  Anak diberi makan tambahan yang bisa dihubungkan dengan PMT di Puskesmas setempat
ü  Keluarga diberi petunjuk teknis dan gambaran apay ang sedang terjadi dan apa yang dampaknya terhadap kualitas anak usia dini serta kualitas dan konsentrasi belajar anak
ü  Perlu dirujuk ke sarana kesehatan (Puskesmas/Rumah sakit).

Titik-titik berat badan dalam KMS terputus-putus (tidak teratur)
Orang tua kurang giat memantau proses tumbuh kembangan anaknya

ü  Pendekatan dan penjelasan tentang manfaat memantau proses tumbuh kembang anak
ü  Diberi motivasi untuk menimbang setiap bulan.

Catatan: Tabel ini hanya berlaku untuk anak usia dini yang berat badanya baik atau kurang, tidak belaku bagi balita yang kegemukan (obesitas).


Tabel Cara Membaca Catatan KMS untuk 1 (satu) kali Penimbangan


Keadaan Berat Badan
Arti
Tindak Lanjut
Dibawah garis merah
Anak  kurang  gizi  tingkat sedang dan berat (anak kurang gizi tingkat berat tidak dapat diidentifikasi KMS)
ü  Perlu pemberian makanan tambahan (PMT) yang diselenggarakan oleh sekolah
 ü  Perlu penyuluhan gizi oleh guru/petugas gizi
ü  Perlu dirujuk ke sarana kesehatan (puskesmas/Rumah sakit) untuk penyembuhan penyakit yang melatarbelakangi

Pada daerah dua pita warna kuning (di atas garis merah)
Anak kurang gizi ringan.

ü  Ibu dianjurkan untuk memberikan makanan yang berimbang dalam jumlah yang cukup dan kualitas yang baik
ü  Program Parenting
ü  Perlu pemantauan pertumbuhan secara penimbangan berkala.

Dua pita warna hijau muda dan dua warna hijau tua di atas pita kuning
Anak dengan berat badan normal/baik

ü  Anak juga keluarga diberi pujian
ü  Perlu tetap mempertahankan pertumbuhan sesuai dengan umur anak (penimbangan bulanan)
ü  Program Parenting tentang makanan seimbang sesuai dengan pertambahan usia.

Empat pita (2 pita warna hijau muda ditambah 2 pita warna kuning) dan selebihnya di atas pita warna hijau tua
Anak mempunyai kelebihan berat badan

ü  Konsultasi gizi dengan petugas gizi di Puskesmas
ü  Pemeriksaan kesehatan oleh dokter Puskesmas.


Demikian cara penilaian hasil pengukuran berat badan dan tinggi badan anak usia dini atau anak-anak lembaga PAUD. semoga bermanfaat untuk bunda sekalian, terimakasih.

CARA PENGUKURAN ATAU MENIMBANG BERAT BADAN DAN TINGGI BADAN ANAK PAUD

PAUD-Anakbermainbelajar---Alat yang digunakan untuk mengukur berat badan adalah timbangan. Berdasarkan alat ukur penunjuk meteran, timbangan dapat dibedakan menjadi tiga yaitu :

  1. Timbangan digital. Timbangan digital biasanya memiliki ukurang yang perka dan kisaran angka yang ditunjukan ada yang sampai 10 gram.
  2. Timbangan Pegas, Timbangan ini banyak sekali digunakan di pasaran. Angka yang ditunjukan merupakan akibat injakan terhadap pegas yang dibawah permukaan atas timbangan. Timbangan ini perlu selalu diperhatikan tingkat ketelitiannya setelah menimbang 5 - 10 anak.
  3. Timbangan menggunakan dacin. Timbangan dacin banyak kita lihat dipasar. Posyandu banyak menggunakan timbangan ini untuk mengukur berat badan. Timbangan ini sebenarnya lebih teliti dibandingkan timbangan pegas perlu membuat anak tenang sebelum angka dibaca.


Terdapat dua jenis timbangan menurut umur anak yang akan ditimbang yaitu :

  1. Timbangan Tidur. Timbangan ini biasanya diperuntukan bagi bayi.
  2. Timbangan Tidur-Duduk. Di lapangan, terdapat modifikasi penimbangan. Misalnya seperti yang biasa kita lihat di posyandu. Timbangan dacin yang dilengkapi dengan kain atau kotak timbang. Sehingga anak dapat ditimbang dengan merasa nyaman dalam keadaan tidur atau duduk.
  3. Timbangan Berdiri. Timbangan ini diperuntukan bagi anak yang sudah dapat berdiri. Kadangkala timbangan ini juga menjadi penyelamat untuk anak yang tidak mau ditimbang sendiri sehingga anak ditimbang dengan cara menimbang ibu bersama anak dalam gendongan bantuan ibunya.

Timbangan Anak Usia Dini

Cara Menimbang Anak Usia 2-6 Tahun

Hasil ukuran timbangan yang terbaca kita harapkan merupakan berat badan anak. Agar memperoleh hasil timbangan yang tepat maka perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut : 

  1. Ketelitian alat timbangan dengan memeriksa sebelum dan setelah menimbang beberapa anak; 
  2. Ketelitian pelaksanaan yang menimbang dan 
  3. Keadaan anak yang ditimbang diupayakan berpakaian harus seminim mungkin dan tidak membawa barang yang berat apapun.


Adapun tahap-tahap penimbangan adalah sebagai berikut :
Penimbangan Anak dengan Cara Berdiri

  1. Timbangan harus di letakan pada lantai atau tempat yang datar dan rata.
  2. Pastikan jarum timbangan menunjukan posisi pada titik nol.
  3. Siapkan form/kartu pencatatan/ raport gizi sebelum penimbangan dimulai. Pada waktu penimbangan, sebaiknya ada petugas khusus yang mencatat berat badan anak
  4. Penimbangan anak laki-laki sebaiknya dipisah dengan anak perempuan
  5. Bukalah baju (jaket) anak sampai seminim mungkin
  6. Buatlah anak senyaman mungkin pada saat ditimbang.
  7. Libatkan anak untuk mengetahui berat badannya dengan meminta anak yang menyebutkan angka penunjuk berat badannya.
  8. Jika anak menangis karena tidak mau ditimbang, tenaga pendidik bisa menimbang anak dalam gendongannya (berat badan anak = jumlah berat tenaga pendidik dan anak dikurangi dengan berat badan pendidik itu sendir).
  9. Cek kembali posisi jarum timbangan setelah menimbang 7 - 10 orang anak.


Cara Pengukuran Tinggi Badan.

Pengukuran tinggi badan menurut umur anak yang ditimbang dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

  1. Bayi (0-2) tahun diukur dengan cara berbaring dan haisl ukurannya disebut: panjang Badan. Alat ukur tinggi badan yang digunakan adalah alat ukur panjang badan seperti yang banyak digunakan.
  2. Anak (206 tahun) dikur dengan cara berdiri dan hasil ukurannya disebut: Tinggi Badan. Jika memungikinkan alat ukur yang digunakan adalah microtoise, berupa papan vertikal dengan ukuran tertera secara vertikal dan papan vertikal ini dihubungkan dengan papan horizontal yang dapat digeser-geser sampai mencapai titik atas kepala anak. Secara mudah dan sederhana pengukuran tinggi badan dapat dilakukan dengan menggunakann alat pengukuran tinggi badan yang ditimpel di dinding.


Cara Pengukuran Tinggi Badan dengan Alat Ukuran Tinggi Badan Tempel
Mengukur tinggi badan anak, anak paud diukur tinggi badan
Pengukuran Tinggi Badan Berdiri

  1. Lihat ukuran yang tertera pada bagian bawah alat pengukur tinggi badan. Biasanya angka yang paling rendah adalah 70 cm. Tandai dinding untuk menunjukan batas terbawah dengan cara mengukur dindi dari dasar lantai setinggi 70 cm.
  2. Tempelkan alat pada lantai dan dinding data dengan menggantungkan alat tersebut dengan jarak 70 cm dari lantai (atau sesuai dengan ukuran yang tertera apda alat)
  3. Minta anak berdiri di atas lantai tanpa alas kaki dan tidak memakai topi/penutup kepala,
  4. Posisi badan membelakangi alat ukur,
  5. Punggung menempel pada alat ukur (tapi tidak bersandar) dan kepala tegak,
  6. Gunakan penggaris untuk menghitung tinggi anak agar sesuai dengan ukuran yang tertera pada alat ukur.
  7. Agar ukuran yang dibaca tidak bias maka posisi tenaga pendidik yang mengukur memandang lurus ke alat ukur yang ada di dinding (biasa dengan posisi jongkok).
  8. Catat hasil pengukuran di buku evaluasi gizi anak yang sudah disediakan.




CARA PENGUKURAN DAN PENILAIAN STATUS GIZI ANAK PAUD

PAUD-Anakbermainbelajar----Dalam hal perawatan gizi dan kesehatan anak usia dini di lembaga-lembaga PAUD, kita perlu melakukan pengukuran dan Penilaian Gizi Anak. Perlu Bunda Pendidik-Pengasuh di PAUD ketahui bahwa status gizi anak akan sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan dan pertumbuhan anak selanjutnya. Apakah itu status gizi?. Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akbiat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi. Status gizi dapat diukur dengan metode antropomentri. Ukuran antropometri yang bermanfaat dan sering dipakai adalah : 1) berat badan, 2) tinggi (panjang) badan, 3) Lingkar Kepala, 4) Lingkaran lengan atas, dan 5) Lipatan kulit. Kelima jenis ukuran antropometri ini dapat dilengkapi dengan ukuran yang lain yaitu untuk kasus-kasus khusus, seperti kasus kelainan bawaan atau menentukan jenis perawatan dengan melakukan pengukuran lingkaran dada, perut, leher dan lainnya. 

Timbang Berat Badan anak, anak paud diukur, guru PAUD menimbang anak,
Mengukur Berat Badan Anak PAUD

1) Berat badan
Ukuran ini merupakan yang terpenting, dipakai pada setiap kesempatan pemeriksaan kesehatan anan kapda setiak kelompok umur. Berta badan merupakan hasil peningkatan seluruh jaringan tulang, otot, lemak, cairan tubuh, dan lainnya. Ukuran ini merupakan indikator tunggal yang terbaik pada waktu ini untuk keadaan gizi dan keadaan tumbuh kembang.



2) Tinggi badan
Ukuran ini merupakan ukuran antropometri kedua yang penting. Perlu diketahui bahwa nilai tinggi badan meningkat terus, walaupun laju tumbuh berubah dari pesat pada masa bayi muda kemudian melambat dan menjadi pesat lagi pada masa remaja. Tingga badan hanya menyusut pada usia lanjut. Oleh karena itu, nilai tinggi badan dipakai untuk dasar perbandingan terhadap perubahan-perubahan relatif, seperti nilai berat dan perubahan lingkaran lengan atas.



3) Lingkaran Kepala
Pengukuran lingkaran kepala berguna untuk mengevaluasi pertumbuhan otak, karena masa besar tengkoran mengikuti perkembangan otak, sehingga bila ada hambatan maka pada perkembangan otak juga terlambat. Menurut Gibson (1990), lingkaran kepala mencerminkan status gizi kekurangan energi protein yang kronis pada usia dua tahun pertama. Paska dua tahun pertambahan lingkaran kepala berjalan lambat sehingga penggunaan lingkar kepala untuk menilai status gizi kurang efektif lagi. Menurut Yarbrought (1974) lingkaran kepala kurang sensitif untu menilai malnutrisi yang ekstrim. Meteran merupaka alat yang digunakan untuk mengukup lingkar kepala anak. Pada Tabel berikut ini disajikan ukuran lingkar kepala normal anak menurut usia anak.


4) Lingkaran Lengan Atas
Lingkaran lengan atas diambil untuk menentukan jaringan tertentu pada anak, ukuran ini mencerminkan tumbuh kembang jaringan lengan otot yang tidak terpengaruh banyak oleh keadaan cairan tubuh bila dibandingkan dengan berat badan. Ukuran ini dapat dipakai untuk menilai keadaan tumbuh kembang pada kelompok usia anak pra sekolah.


5) Lipatan Kulit
Ukuran tebal kulit pada daerah triceps dan subskapuler merupakan refleksi tumbuh kembang jaringan lemak bawah kulit yang mencerminkan kecukupan energi. Dalam keadaan defisiensi, lipatan kulit menipis dan sebaliknya menebal jika masukan energi berlebihan. Tebal lipatan kulit dimanfaatkan untu menilai terdapatnya gizi lebih, khususnya pada kasus obesitas, pemeriksaan fisik ini dilakukan dengan cara sebagai berikut :
  1. Keseluruhan fisik : dilihat bentuk tubuh, perbandingan bagian kepala, tubuh, anggota.
  2. Jaringan otot : diperiksa pada bagian lengat atas, pantat, dan paha dengan cara cubit tebal.
  3. Jaringan lemak: diperiksan pada kulit di bawah triceps dan subskapuler dan cara cubitan tipis
  4. Rambut: diperiksa tumbuh, warna, diameter (tebal atau tipis) sifa (lurus atau kering), dan akar rambut (mudah dicabut atau tidak).

Demikian bunda cara pengukuran dan penilaian status gizi pada anak usia dini di lembaga PAUD kita, semoga bermanfaat. terimakasih. 


Sumber: Dirangkum dan disarikan dengan perubahan seperlunya dari buku seri bahan Ajar diklat Berjenjang Tingkat Dasar Kemendikbud Dirjen PAUD dan PNF Direktorat Pembinaan PTK PAUD Nonformal dan Informal tahun 2013.

KARAKTER DAN CITRA DIRI PENDIDIK PAUD

PAUD-Anakbermainbelajar---Pendidikan merupakan proses pembentukan pribadi secara utuh, dimana proses pendidikan berlangsung secara sistematis dan sistemik. Sistematis berarti berlangsung bertahap dan berkesinambungan sedangkan sistemik berarti berlangsung pada semua situasi lingkungan dan sistem baik keluarga, sekolah, masyarakat, dan negara yang melembaga. http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/

Karakteristik pendidik adalah sebagai; 1) seseorang yang dituntut untuk komitmen terhadap profesinya, orang yang selalu berusaha memperbaiki dan memperbarui cara kerjanya sesuai dengan tuntutan zaman, 2) seseorang yang memiliki ilmu, yang mampu menangkap hakikat sesuatu, orang yang mampu menjelaskan hakikat dalam pengetahuan yang diajarkannya, 3) seseorang yang kreatif, yang mampu menyiapkan peserta didiknya agar mampu berkreasi, sekaligus mengatur dan memelihara hasil kreasinya untuk tidak menimbulkan malapetaka bagi dirinya, masyarakat, dan alam sekitar, 4) seseorang yang berusaha menularkan penghayatan akhlak atau kepribadian kepada peserta didiknya, 5) seseorang yang berusaha mencerdaskan peserta didiknya, melatihkan berbagai keterampilan mereka sesuai bakat, minat, dan kemampuan. 6) seseorang yang beradab.

Seorang pendidik anak usia dini, menurut Megawangi (2005), perlu memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut :

1. Menanamkan Kebaikan Tanpa Pamrih

Seorang pendidik walaupun telah berusaha menjadi pendidik yang ideal, tetapi belum menjamin akan berhasil dalam membantu perkembangan anak, karena banyak faktor lain yang mempengaruhinya, misalnya pendidikan di rumah, pengaruh kawan, dan sebagainya. Namun dengan memberikan layanan pendidikan dan bimbingan yang penuh perhatian, kasih sayang, siswa akan menjadi lebih baik. Lebih-lebih pada pendidikan anak usia dini, hasil pendidikan tidak akan segera nampak hasilnya. Ada sebuah teori yang disebut sleeper effect, yang menyatakan bahwa efek pendidikan, hasilnya baru terlihat beberapa tahun kemudian. Oleh karena itu satu karakter penting untuk dimiliki pendidik adalah "mendidik (menanamkan kebaikan) tanpa pamrih".

Alkisah ada seorang bernama Johny yang senang berkelana. Ia selalu mengantongi segenggam biji apel dikantonya. Kemanapun ia pergi, ia selalu menebar biji apel, sehingga ia terkenal dengan Johny Appleseed. Ia tidak berpikir apakah benih yang ditebarkan akan tumbuh dan ia juga tidak berniat menikmati buahnya, atau berteduh di bawahnya. Apa yang dilakukan Johny the Appleseed ternyata menubuhkan beribu-ribu pohon apel yang dinikmati ribuan orang, yang mana Johny tidak bisa melihat hasilnya.

Ada sebuah teori yang dapat memberikan inspirasi mengenai dampak berkelanjutan dari menanam sebuah kebajikan, walaupun sekecil apapun, yaitu Chaos Theory (Teori Chaos) dari James Gleick, yang mengenalkan konsep efek kupu-kupu (Butterfly effect) yang berbunyi : seekor kupu-kupu yang mengepakan udara dengan sayapnya hari ini di Beijing, dapat menyebabkan tornado di New York tahun depan. Konsep ini mengajarkan kepada kita bahwa sekecil apapun tindakan kita sekarang, akan mempunyai dampak besar di kemudian hari. Konsep ini memberikan peringatan kepada kita untuk berhati-hati dalam berpikir, berkata dan bertindak, karena kita tidak dapat memprediksi bagaimana dampak hebatnya di masa depan.

Dalam Chaos Theory ditengkan mengapa sebuah kepakan sayap kupu-kupu bisa membentuk pola (pattern) yang khas. Pernahkan kita bayangkan mengapa Austria melahirkan orang-orang jenius dan kreatif, seperti para komposer dunia seperti John Strauss, Mozart, Schubert dan Mahler. Psikolog Sigmud Freud, Ekonom Loudwig atau negara Singapura bebas korupsi, atau warga korea di Seoul yang turun ke jalan berpesta pora merayakan kemenangan tim sepak bolanya masuk final, tetapi tidak membuat satu pohonpun patah, tidak ada satu pot bungapun rusak, dan tidak ada satu pun botol minuman yang tergeletak di jalan.

Terbentuknya sebuah pola dalam Chaos Theory diterangkan oleh adanya sebuah konsep : Strange attractor yaitu magnet yang dapat menarik apa saja yang mempunyai kualitas yang sama. Hal ini dapat diilustrasikan misalnya :

Ada kerumunan burung dari berbagai jenis yang sedang makan biji-bijian yang tersebar di atas tanah. Tiba-tiba ada sebuah kejutan yang menyebabkan semua burung beterbangan. Sudah dapat dipastikan bahwa burung akan terbang bersama burung-burung lainnya yang sejenis dan tidak pernah masuk dalam kelompok burung lain.

Adanya daya tarik yang aneh (strange attractor) dalam sebuah sistem sosial akan menjadi daya tarik bagi mereka yang memang pada prinsipnya mempunyai kualitas yang sama dengan daya tarik itu. Semakin banyak orang tertarik dan berkumpul dalam kerumunan sistem itu, maka akan membentuk sebuah pola dengan ciri khas perilakunya. Sebuah organisasi yang korup, akan menarik orang-orang yang tidak jujur karena tertarik oleh daya magnet perilaku korup. Begitu pula organisasi yang baik bisa menjadi magnet yang dapat menarik orang-orang baik untuk berkumpul bersama melakukan kebajikan. Namun mungkin saja suatu kerumunan baik akan terdapat beberapa orang yang tidak baik, begitu pula sebaliknya, karena disebut teori chaos atau teori kekacauan.

Biasanya orang-orang yang baik dalam kerumunan jahat suatu saat akan terlempar dari sistem sosial yang ada sekarang karena mereka tidak tahan hidup ditengah-tengah kerumunan orang yang pola tingkah lakunya bertentangan dengan hati nuraninya. Begitu pula orang-orang tidak baik berada dalam kerumunan orang baik suatu saat akan terlempar keluar.

Orang-orang yang baik terlepar dari kerumunan buruk adalah mereka yang mempunyai lentera hati nurani yang terang benderang sehingga dapat menjadi Strange attractor baru yang dapat menarik orang yang perkepribadian sama. Selanjutnya dapat mengubah sistem sosial yang ada menjad pola baru yang positif. Begitu pula, para pendidik yang mempunyai nurani yang kuat, akan tidak tahan berada dalam sebuah birokrasi pendidikan yang buruk, sehingga akan terlempar dari sistem tersebut, dan berani untuk memulai suatu yang berbeda dan mau mengadakan "perubahan" siapa tahu para pendidik yang menyadari fungsinya sebagai "pendidik, membangun citra positif anak" akan berkumpul bersama bahu membahu membentuk karakter anak didiknya.

Akhirnya dapat disimpulkan bahwa, pendidik anak usia dini dalam melaksanakan tugasnya senantiasa mengedepankan kode etik "menanam kebaikan tanpa pamrih mencintai anak", dengan asah, asih, dan asuh, mendidik dan mengasuh dengan kasih sayang semata karena amanah Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa.
http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/

2. Membangun Citra Diri Positif Anak

Banyak perilaku guru yang dapat membunuh karekter anak, yaitu dengan membuat anak merasa rendah diri. Seorang guru yang tidak pernah memberi pujian atau kata-kata positif, kecuali cemoohan dan kata-kata negatif akan membuat muridnya menjadi tidak percaya diri. Rasa tidak percaya diri yang telah terbentuk sejak anak usia dini akan terbawa sampai dewasa.

Peran guru dalam membangun citra diri yang positif pada anak sangat besar, sehingga sebuah sekolah dasar di Medford Massachusetts yang bernama Dame School, membuat kebijakan untuk membangun citra diri positif kepada murid-muridnya.

Kisah Dame School, menyatakan bahwa seluruh murid sekolah dasar dari kelas 1 sampai kelas 3, tidak boleh diberikan nilai angka atau huruf di raportnya, tetapi hanya berupa uraian consisten dan not consisten, berbeda dengan di Indonesia raport anak di isi dengan angka, bahkan diberi peringkat atau ranking. Menurut mereka, kalau seorang anak usia di bawah 9 tahun diberikan nilai (baik dan buruk), maka akan "memvonis" anak; pintar, sedang dan bodoh. Padahal anak-anak pada usia itu masih tersu berkembang kemampuannya. Baru nanti ketika anak sudah kelas empat SD, nilai mulai diberikan, tetapi ranking tetap tidak diberikan.

Hasil Kerha Harian murid-murid cukup diberikan "nilai" dengan gambar stiker (bintang, bunga atau mobil) atau dengan tulisan gurunya yang berbunyi : good dan good effort. Ternyata dengan cara ini, anak-anak bersemangat untuk mengerjakan tugasnya dengan baik, karena setelah selesai guru akan menempelkan stiker di lembar bukunya. Dalam memeriksa hasil kerja, guru tidak mencoret hasil kerja anak yang salah, tetapi dengan membetulkannya dengan cara menuliskan jawaban yang benar disamping hasil kerja anak yang salah.

Murid-murid didorong untuk aktif berdiskusi, dan guru selalu memberi komentar positif kepada setiap pendapat yang dilontarkan kepada anak. Dengan cara ini murid-murid menjadi bersemangat untuk tetap masuk sekolah. Bahkan anak bertekad untuk tetap masuk sekolah walaupun suhu badannya panas tinggi.

Di Dame school, waktu libur panjang adalah waktu yang membosankan, tetapi waktu sekolah adalah waktu yang menyenangkan. Anak-anak begitu mencintai sekolahnya, karena gurunya telah berhasil menciptakan suasana belajar yang menyenangkan yang membuat anak antusias untuk belajar. Kalau anak senang hatinya, maka bagian limbik otaknya akan terbuka, sehingga anak dengan mudah menyerap pelajaran yang diberikan. http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/

3. Guru sebagai Model/Tokoh Idola Anak

Seorang filsof Yunani, Aesop, menulis di dalam dongeng sebuah kisah yang menarik, yakni seekor kepiting. Ceritanya sebagai berikut:

Suatu hari seekor kepiting bertanya kepada anaknya "mengapa kamu berjalan menyamping seperti itu anakku? Seharusnya kamu berjalan lurus kedepan "Anak kepiting menjawab" tunjukan bagaimana dulu caranya bu...., nanti aku akan menirunya. Kepiting tua berusaha mencontohkan bagaimana berjalan lurus, tetapi tidak berhasil.

Kisah di atas menggambarkan betapa seringnya kita sebagai epndidik mengkritik dan menyalahi perilaku anak kita . Padahal perilaku adalah hasil dari proses sosialisasi dan pendidikan yang diberikan dari lingkungannya, terutama dari orang tua atau pendidik. Seseorang telah menceritakan tentang pengalamannya dengan seorang guru, yang bernama Muhayaidden, bahwa ia telah meminta nasehat bagaimana mendidik anaknya agar menjadi anak yang baik dan beraklak mulia. Sang guru tidak memberikan jawaban yang panjang dan berteori, tetapi hanya dengan "perbaiki saja diri kamu dulu, nanti dengan sendirinya anak kamu akan menjadi baik ".Thomas Lickona mengatakan bahwa "values are caught", nilai-nilai yang ditangkap anak adalah melalui contoh dari guru dan orang tuanya. Nilai-nilai adalah yang diterangkan langsung oleh gurunya.

Menjadi pendidik PAUD tidak cukup hanya berbekal kurikulum atau Acuan Pembelajaran Menu Generik, tetapi juga menyangkut bagaimana guru sebagai pendidik menjadi idola bagi muridnya. Bagaimana ciri-ciri guru yang menjadi idola murid-muridnya, antara lain sebagai berikut:

(a) anak bersemangat kesekolah, anak-anak tidak sabar bersekolah dan hari-hari libur menjadi hari yang membosankan (b) anak akan mengatakan sayang atau suka kepada gurunya kalau ditanyakan apakah mereka menyayangi gurunya, (c) anak selalu merindukan gurunya dan (d) anak akan mengerjakan tugas yang diberikan, karena tidak ingin mengecewakan gurunya.

Pengalaman seorang guru bernama Bill Rose, seperti dungkapkan di atas adalah salah satu bukti bagaimana seorang guru yang berusaha menumbuhkan rasa percaya diri murid-muridnya dengan penuh perhatian dan kasih sayang (etika kepribadian) sehingga membuat murid-muridnya mau bekerja keras untuk menyenangi gurunya.

Inti dari pesan dalam sub bab ini adalah bagaimana ampuhnya sosok panutan orangtua atau guru dalam mempengaruhi perilaku anak. Apabila kita ingin menjadikan diri sebagai tokoh panutan, maka diri kita sendiri harus diperbaiki dulu.  http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/

4. Mendidik dengan Mencelupkan Diri

Seorang pendidik yang berhasil adalah yang dapat mencelupkan dirinya secara menyeluruh, pikiran dan perasaan, dapat membangun personal dengan murid-muridnya, mempunyai kemampuan komunikasi secara efektif, mampu mengelola emosi dengan baik, mampu menghidupkan suasana yang menarik dan menyenangkan agar anak senang berjalan/bermain.

Mencelupkan diri secara total memang memerlukan sikap dan dedikasi dan kecintaan terhadap profesi yang sedang dijalani. Seorang guru yang dapat mencelupkan dirinya pada profesinya sebagai guru adalah seorang dapat berkontemplasi (merenungkan) perasaan, pikiran dan perilakunya secara rutin agar dapat melihat kekurangan-kekurangan yang ada pada dirinya. Seorang guru bukan berarti harus sempurna, tetapi diharapkan utnuk memperbaiki dan mengontrol terus tindakannya agar tetap dijadikan model konkrit bagi murid-muridnya.

Seringkali orang tidak mau menerima atau mengakui bahwa dirinya masih banyak kekurangan. Merasa dirinya sudah benar, tidak mungkin salah dan tidak ingin dikeritik dan disalahkan. Menurut Carl G. Jung, setiap manusia mempunyai sisi gelap, kalau kita tidak menerima keberadaan sisi gelap tersebut, maka sifat-sifat gelap akan menjadi kekuatan yang suatu saat akan keluar dan terlihat orang lain, walaupun diri kita tidak menyadarinya. Inilah yang menyebabkan banyak manusia yang tidak konsisten antara kata-kata dan tindakannya.

Guru yang demikian tidak dapat menjadi model bagi murid-muridnya, bahkan malah bisa menjadi bahaya, karena kalau murid-muridnya menilai guru seringkali berkata moral, tetapi tidak dalam tindakan. Akibat negatif lain dari sisi penolakan sisi gelap adalah ingin memarahi orang lain yang dianggap bersalah. Murid-murid biasanya akan menjadi tumpahan kemarahan guru, yang sebenarnya adalah kemarahan pada sifat yang ada dalam diri guru sendiri, guru yang sering menyalahkan murid-murid, tidak akan menjadi pendidik yang efektif.

Oleh karena itu, seorang guru sebagai pendidik anak usia dini hendaknya terus menerus untuk melihat kekurangan dan mengevaluasi diri dan berusaha untuk terus memperbaiki segala kekurangan demi membentuk citra diri guru yang positif.

Citra diri guru dapat dimaksudkan sebagai gambaran tentang diri pribadi guru yang diberikan apresiasi oleh masyarakat. Penilaian yang diberikan oleh masyarakat terhadap guru bisa positif atau negatif tergantung kepada kepribadian maupun karkater yang muncul sebagai wujud profesi guru secara utuh. Citra diri Positif (positive self-image) dapat membangun dan mempermudah karir seseorang, karena dia memandang positif kepada kemampuan diri, melihat kelebihan diri, bukan kekurangannya. Dengan berpikir positif pada diri, membuat dirinya berharga. http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/

Seseorang yang memiliki citra diri yang positif akan mendapatkan berbagai manfaat, baik yang berdampak positif bagi dirinya sendiri maupun untuk orang-orang di sekitarnya. Manfaat-manfaat yang terasakan oleh si empunya citra diri positif dan lingkungannya tersebut adalah:

1) Guru akan membawa Perubahan Positif

Guru yang memiliki citra diri positif senantiasa mempunyai inisiatif untuk menggulirkan perubahan positif bagi lingkungan tempat ia berkarya. Mereka tidak akan menunggu agar kehidupan menjadi lebih baik, sebaliknya, mereka akan melakukan perubahan untuk membuat kehidupan menjadi lebih baik. Perubahan positif tidak hanya terasakan oleh dirinya, namun juga oleh lingkungannya. 

2) Mengubah Krisis Menjadi Keuntungan

Selain membawa perubuhan positif, guru yang memiliki citra positif juga mampu mengubah krisis menjadi kesempatan untuk meraih keberuntungan. Citra diri yang positif mendorong guru untuk menjadi pemenang dalam segala hal. Menurut orang-orang yang bercitra diri positif, kekalahan, kegagalan, kesulitan dan hambatan sifatnya hanya sementara. Fokus perhatian mereka tidak melulu tertuju kepada kondisi yang tidak menguntungkan tersebut, melainkan fokus mereka diarahkan pada jalan keluar. Seringkali kita memandang pada pintu yang tertutup terlalu lama, sehingga kita tidak melihat bahwa ada pintu-pintu kesempatan yang terbuka untuk kita.  http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/

Demikian tentang karekter dan citra diri Pendidik, khususnya pendidik PAUD, Semoga bermanfaat untuk bunda para guru dan pendidik PAUD dalam rangka membangun citra diri yang positif ini, terimakasih.  

Sumber: Dirangkum dari Buku Seri Bahan Ajar Diklat Berjenjang Tingkat Dasar "Etika dan Karakter Pendidik PAUD" Dirjen PAUD, Nonformal, dan Informal, Direktoran Pembinaan PTK PAUD, Nonformal, dan Informal, tahun 2013. 

Cari Tulisan