PAUD-Anakbermainbelajar---Untuk guru dan calon guru yang ingin mengikuti PPG dalam Jabatan beriut ini adalah langkah-langkah untuk mendaftar PPG Dalam Jabatan (Daljab) ini.
3 Langkah mudah Untuk mendaftar PPG Dalam Jabatan (Daljab):
Untuk mendaftar PPG Dalam Jabatan (Daljab),guru yang memenuhi syarat dapat melakukan langkah-langkah berikut:
1. Login ke aplikasi SIMPKB
2. Klik menu "Pendaftaran PPG"
3. Pilih "PPG Dalam Jabatan
![]() |
| Aplikasi SIMPKB |
3 Langkah mudah Untuk mendaftar PPG Dalam Jabatan (Daljab)
PAUD-Anakbermainbelajar---Perubahan Kebijakan terbaru pemerintah dalam bidang pendidikan telah melahirkan beberapa perubahan terkait dengan jabatan Pendidik dan tenaga kependidikan PTK. Salah satunya dengan diberlakukannya Permenpan RB Nomor 21 Tahun 2024 Tentang Jabatan Fungsional Guru. Dalam Permenpan ini diatur tentang perubahan Jabatan Fungsional Pengawas TK dan Penilik PAUD menjadi jabatan Guru yang diberikan tugas tertentu sebagai Pendamping Satuan Pendidikan.
Dengan lahirnya permenpan ini Pemerintah dianggap telah mengambil langkah strategis dalam pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan di Indonesia.
Yang menjadi poin utama dalam peraturan terbaru ini adalah penghapusan Jabatan Fungsional Pengawas TK Sekolah, Penilik PAUD, dan Pamong Belajar.
Tidak hanya itu pengawas Satuan pendidikan dan penilik, juga ada Pamong belajar yang selama ini dianggap tenaga pendidik di satuan pendidikan Nonformal juga diatur dalam jabatan guru, menjadi tenaga pendamping satuan yang diatur sesuai dengan jenjang dan jabatan yang dimilikinya.
Selain itu bahwa Permenpan RB ini juga memberikan ketentuan khusus bagi PNS yang menduduki jabatan fungsional pengawas sekolah dan penilik ahli utama.
Disebutkan bahwa mereka akan tetap menduduki jabatan tersebut hingga mencapai batas usia pensiun. Adapun usia pensiun yaitu 65 tahun, atau berhenti sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang ditetapkan.
Berikut terkait kepala satuan pendidikan juga akan diintegrasikan dalam jabatan fungsional guru. Dalam hal ini semuanya berada dalam satu nomenklatur dengan tugas tambahan sesuai penugasan yang telah ditetapkan.
Adanya peraturan ini pemerintah memastikan bahwa tidak ada tumpang tindih fungsi dalam sistem pendidikan. Pemerintah berharap tugas tersebut dapat menciptakan efisiensi yang lebih tinggi dalam pengelolaan tenaga pendidikSelain itu bahwa Permenpan RB ini juga memberikan ketentuan khusus bagi PNS yang menduduki jabatan fungsional pengawas sekolah dan penilik ahli utama.
Disebutkan bahwa mereka akan tetap menduduki jabatan tersebut hingga mencapai batas usia pensiun. Adapun usia pensiun yaitu 65 tahun, atau berhenti sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang ditetapkan.
Berikut terkait kepala satuan pendidikan juga akan diintegrasikan dalam jabatan fungsional guru. Dalam hal ini semuanya berada dalam satu nomenklatur dengan tugas tambahan sesuai penugasan yang telah ditetapkan.
Adanya peraturan ini pemerintah memastikan bahwa tidak ada tumpang tindih fungsi dalam sistem pendidikan. Pemerintah berharap tugas tersebut dapat menciptakan efisiensi yang lebih tinggi dalam pengelolaan tenaga pendidik.
Akhmad Solihin 10.25.00 PAUD Anakbermainbelajar Indonesia
JABATAN PENGAWAS TK DAN PENILIK PAUD DI HAPUS DIGANTI MENJADI PENDAMPING SATUAN
Ibu setuju bukan bahwa pendidikan khususnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan elemen yang sangat penting bagi kehidupan? Dengan pendidikan kita akan mempelajari berbagai hal yang nantinya bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Untuk itulah pendidikan hendaknya mulai diberikan sejak dini, yaitu ketika anak menginjak usia dini.
Sebenarnya sejak anak lahir, sebagai orang tua kita telah memberinya pendidikan sedikit demi sedikit, dimulai dari pendidikan keluarga. Namun pendidikan keluarga sifatnya tidak formal. Nantinya ketika anak menginjak usia pra sekolah (3-5 tahun), anak membutuhkan wadah khusus yang mengakomodasi pendidikan anak dalam bentuk PAUD atau Pendidikan Anak Usia Dini.
Baca Juga: Permainan-permainan Anak yang Merangsang Motorik Anak
Orang tua pun akan memasukkan anak ke lembaga PAUD untuk melatih anak sekolah. Lembaga PAUD sifatnya lebih formal dibanding dengan pendidikan keluarga karena melalui PAUD anak akan berinteraksi nyata dengan orang lain (guru dan teman-teman) di luar keluarga inti. Terdapat juga kurikulum yang dikemas menarik yang membuat PAUD menjadi tempat belajar yang menyenangkan.
Ingin tahu lebih dalam mengenai PAUD? Simak ulasan dibawah yuk, Ibu!
Apa itu PAUD?
PAUD merupakan sebuah wadah yang disediakan oleh pemerintah bagi balita untuk mengenal pendidikan. Di luar pendidikan rumah, PAUD merupakan tempat pendidikan pertama bagi anak. Tempat ini menjadi pijakan awal dalam dunia pendidikan sebelum ia menempuh pendidikan-pendidikan selanjutnya.
Peran PAUD Bagi Anak
Bagi anak, dunia bermain adalah dunianya. Anak balita tidak akan pernah lepas dari bermain, disitulah kita bisa selipkan pendidikan agar ia bisa bermain sambil belajar. PAUD pun mengakomodasi hal ini.
Melalui PAUD, anak bisa mengenal dunia dengan lebih terstruktur namun tetap tak jauh dari dunia bermainnya.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Film Anak yang Mendidik
Lalu apa sebenarnya peran PAUD bagi anak? Apakah bermanfaat bagi anak?
PAUD Membuat Anak Lebih Siap Sekolah
Di usia 7 tahun anak akan menginjak dunia belajar yang sesungguhnya, yaitu sekolah dasar yang wajib bagi seluruh anak di Indonesia. Tak mudah bagi anak untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang berbeda dengan rumah. Terlebih di sekolah dasar pendidikan yang diberikan lebih formal dan serius.
Kabar baiknya, PAUD dapat membantu anak untuk lebih siap sekolah pada waktunya nanti. Anak akan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan baru sehingga mampu mengurangi tingkat stress.
PAUD Membantu Mengenalkan Anak pada Aktivitas yang Berstruktur
Melalui pendidikan anak usia dini, anak akan mengenal aktivitas baru yang berstruktur. Di rumah, kemungkinan anak hanya bermain mainan favoritnya seperti boneka, mobil, dan sejenisnya. Namun di PAUD, anak akan mengenal hal lain di luar aktivitas hariannya di rumah.
Kurikulum pendidikan anak usia dini dibuat sedemikian rupa agar anak mengenal berbagai keterampilan yang berguna untuk tumbuh kembangnya. Berbagai kemampuan fisik seperti berlari, berayun, menari, dan sebagainya akan dipelajari anak dengan cara yang menyenangkan.
PAUD Membantu Anak Menumbuhkan Kemampuan Sosial Emosional
Selama menempuh pendidikan anak usia dini, anak akan belajar berinteraksi dengan orang lain di luar lingkungan rumahnya. Ia juga akan belajar bagaimana berkomunikasi serta bekerja sama dengan teman-teman sebayanya. Hal ini akan menumbuhkan kemampuan sosial emosional sehingga anak lebih siap menghadapi dunia yang lebih luas.
PAUD dapat Mendorong Rasa Percaya Diri Anak
Tahukan Ibu bahwa ternyata pendidikan anak usia dini sangat berperan dalam membentuk dan menumbuhkan rasa percaya diri anak. Anak usia pra sekolah membutuhkan arahan untuk membangun konsep dirinya. Dan disinilah para guru PAUD memainkan perannya untuk membuat anak lebih percaya diri.
Apapun hasil karya anak, para guru biasanya tetap memberikan pujian verbal dan kalimat positif. Hal inilah yang membuat anak tidak minder terhadap dirinya.
PAUD Membantu Anak untuk Mengenal Kedisiplinan dan Mengerti Arahan
Meskipun di dalam kelas anak akan banyak mendapat peraturan yang membuatnya lebih disiplin, namun anak tetap akan enjoy karena peraturan tersebut dibuat dengan cara yang menyenangkan. Anak akan belajar mengantri, bergantian dengan temannya, mengikuti perintah guru, dan lain sebagainya. Hal ini tentu tidak bisa anak dapatkan di lingkungan rumah.
PAUD Dapat Mendorong Kemandirian Anak
Jika selama di rumah anak cenderung manja karena ada orang tua, hal ini akan berbeda ketika anak berada di PAUD. Anak akan belajar mandiri seperti makan sendiri, merawat peralatannya sendiri, serta keterampilan lain yang membuatnya lebih mandiri.
Keunggulan PAUD
Tidak semua orang tua menganggap bahwa memasukkan anak ke PAUD itu penting. Ada juga yang memilih memberikan pendidikan rumah melalui homeschooling. Hal tersebut tidak salah karena setiap orang tua memiliki pandangan yang berbeda-beda.
Namun sebaiknya Ibu perlu tahu beberapa keunggulan PAUD berikut ini jika dibandingkan dengan homeschooling. Apa saja?
Lebih Mampu Mempersiapkan Mental Anak untuk Masuk Sekolah
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, pendidikan anak usia dini dapat membantu anak untuk lebih siap mental menghadapi sekolah yang sesungguhnya. Hal ini karena anak sudah terbiasa untuk ‘sekolah’ dan ‘belajar’.
Lebih Mendorong Anak untuk Berinteraksi dengan Teman Sebaya
Dengan masuk PAUD, anak akan lebih terbiasa untuk berinteraksi dengan teman-teman sebayanya. Ia akan lebih mudah bersosialisasi serta menumbuhkan kemampuan sosial emosinya.
Biaya Lebih Terjangkau
Bila dibandingkan dengan homeschooling, biaya PAUD lebih murah karena Ibu tidak perlu membeli perlengkapan dan peralatan untuk menunjang homeschooling. Meskipun hanya di rumah, namun fasilitas yang dibutuhkan untuk homeschooling lebih banyak sehingga biaya pun lebih besar.
Kriteria Pemilihan PAUD
Ada berbagai jenis pendidikan anak usia dini yang ditawarkan oleh berbagai lembaga. Ada yang berbasis montessori, alam, agama, dan lain-lain. Ibu perlu memilih dan mempertimbangkan berbagai aspek sebelum memasukkan anak ke PAUD.
Baca Juga: Anak Masih Ngompol? Lakukan Cara-Cara Berikut!
Apa saja kriteria pemilihan PAUD?
Pilih Kurikulum yang Sesuai dengan Kebutuhan Anak
Penting bagi Ibu untuk memilih pendidikan anak usia dini yang sesuai dengan kebutuhan anak. Ibu tentunya paling tahu kurikulum seperti apa yang dibutuhkan anak untuk berkembang dengan maksimal.
Pilih Lingkungan PAUD yang Memadai
Ibu juga perlu memilih PAUD yang lingkungannya masih alami dan bersih. Nantinya anak akan banyak menghabiskan waktu untuk bermain disana, oleh karena pemilihan lingkungan harus diperhatikan.
Pastikan Guru Berkompeten
Pastikan juga guru di PAUD memiliki kompetensi yang memadai untuk membimbing anak-anak. Sabar dalam menghadapi anak-anak merupakan syarat utama guru di PAUD.
Biaya Sesuai Kemampuan
Terakhir, Ibu juga perlu memastikan bahwa biaya masuk PAUD yang dipilih sudah sesuai dengan kemampuan. Biaya yang terjangkau akan memudahkan Ibu dalam pembiayaan.
So, sudah ada gambaran kan Ibu tentang PAUD? Sekali lagi, memasukkan anak ke PAUD atau tidak merupakan pilihan masing-masing orang tua. Yang terpenting Ibu sudah tahu seluk beluk PAUD yang akan menjadi pertimbangan Ibu untuk pendidikan anak.
Akhmad Solihin 08.38.00 PAUD Anakbermainbelajar Indonesia
Mengenal Keunggulan PAUD dan Cara Memilih Sekolah PAUD yang Tepat
Paud Anakbermainbelajar-blog--Langkah mudah cara mendaftarkan PMM Kurikulum Merdeka untuk satuan lembaga PAUD hingga sukses. dalam Platform Merdeka Mengajar dan pendaftaran Kurikulum meredeka.
Langkah-langkah mendaftar IKM :
1. Siapkan kepala sekolah yang memiliki akun belajar ID
2. Buka PMM
3. Klik buka pendaftaran
4. Daftar sekarang
5. Unduh surat format pernyataan (khusus sekolah swasta)
6. Pilih opsi pendaftaran IKM yang diinginkan
7. Pilih selesai
8. Setelah selesai lihat rekap pendaftaran
Catatan :
Untuk pendaftaran IKM harus memiliki akun belajar ID dan terdaftar di Dapodik
Lalu Login PPM dengan akun yang sama (belajar. ID)
Ketika PPM sudah dibuka, Pilih menu daftar IKM
Untuk yang terkendala akun belajar (lupa Password) dan sudah mencoba reset mandiri tapi tidak berhasil silakan isi link form berikut https://s.id/Kendala_akunbelajar.
Demikian ringkasan Langkah-langkah mendaftar IKM melalui Flatform merdeka mengajar, semoga bermanfaat.
Akhmad Solihin 19.04.00 PAUD Anakbermainbelajar Indonesia
CARA MENDAFTAR KURIKULUM MERDEKA IKM DI PMM UNTUK SATUAN PAUD
PAUD-Anakbermainbelajar---Visi dan misi Gugus PAUD.
Untuk membangun kesamaan persepsi, tujuan dan komitmen antar anggota, maka setiap gugus memiliki Visi, Misi yang dirumuskan bersama dan disosialisasikan keseluruh pendidik dan anggota Gugus PAUD.
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus PAUD sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.
Kriteria visi yang efektif :
1. Penuh tantangan, tetapi dapat dicapai,
2. Jelas, terhindar dari berbagai konflik interpretasi,
3. Mudah diingat, idealnya tidak lebih dari 20-25 kata-kata.
4. Meliputi banyak hal, pernyataan tersebut memungkinkan dan mempunyai kekuatan untuk banyak hal,
5. Bernilai, mempunyai ikatan yang kuat dengan nilai yang ada di masyarakat,
6. Visual, dapat digambarkan secara nyata,
7. Mobilisasi, dapat merespon tuntutan perkembangan jaman.
8. Pedoman, dapat dijadikan pegangan dan di ukur.
Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan. Misi dirumuskan dan disosialisasikan pada anggota Gugus PAUD.
Contoh Visi :
"Maju bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan PAUD terpadu"
Contoh Misi :
1. Melaksanakan manajemen Gugus PAUD
2. Mengembangkan kegiatan pembelajaran Gugus PAUD yang inovatif
3. Mengoptimalkan peran serta orang tua, masyarakat dan stick holder dalam pendidikan.
4. Menciptakan budaya belajar dan prestasi untuk meningkatkan mutu PAUD.
Visi dan Misi Gugus PAUD
PAUD Anakbermainbelajar---Untuk meraih dan menyandang sekolah menggunakan kurikulum merdeka, berdasarkan pengalaman pada lembaga yang telah melaksanakannya, ada 11 tahapan yang harus dipenuhi di antaranya yaitu:
- Kepala sekolah sudah mempunyai Nomor UKG
- Sudah login SIMPKB
- Kepala sekolah, Guru dan siswa memiliki akun belajar Id
- Kepala sekolah, Guru menautkan SimPKB dengan akun belajar Id
- Kepala sekolah melakukan pendaftaran IKM
- Kepala sekolah dan guru LOGIN PMM
- Kepala sekolah dan guru membuat bukti karya di PMM
- Kepala sekolah dan guru ikut Pelatihan Mandiri di PMM (walaupun dalam proses)
- Admin sekolah atau kepsek sudah mendownload raport pendidikan
- Sekolah sudah input PBD
jika kesemua langkah dan syarat tersebut diatas telah tepenuhi. maka diberanda dapodik lembaga terssebut akan tertulis KURIKULUM MENGGUNAKAN KURIKULUM MERDEKA
Langkah selanjutnya; segera singkronkan dapodik dengan bantuan operator subdin Pendidikan atau dinas pendidikan.
Demikian ringkasan 11 tahapan yang harus dipenuhi lembaga sekolah Untuk meraih dan menyandang sekolah menggunakan kurikulum merdeka, berdasarkan pengalaman pada lembaga yang telah melaksanakannya, semoga bermanfaat.
INILAH 11 SYARAT LEMBAGA/ SEKOLAH KURIKULUM MERDEKA
Merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 24 tahun 2010 tentang kedudukan, tugas dan fungsi kementrian Negara serta susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon 1 kementrian negara, dimana pembinaan PAUD Formal dan NonFormal ditangani oleh satu direktorat, maka perlu adanya perluasan manajemen Gugus Taman Kanak-kanak menjadi gugus PAUD. Pembinaan terhadap gugus PAUD diharapkan dapat meningkatkan dan memperkuat mutu serta eksistensi pendidik PAUD yang akhirnya berdampak positif terhadap peningkatan layanan PAUD yang lebih baik.
Pengertian - Pengertian :
- Gugus PAUD merupakan kumpulan dari 3 - 8 lembaga PAUD yang berdomisili dalam area terdekat. Pembagian menjadi sangat relatif, tergantung pada letak geografisnya.
- Kelompok Kerja Guru (KKG) PAUD merupakan program kerja gugus sebagai wahana bengkel kerja guru-guru anggota gugus.
- Kelompok kerja kepala/ Pengelola (KKK/P) merupakan program kerja gugus sebagai wahana bengkel kerja Kepala.Pengelola lembaga PAUD yang menjadi anggota Gugus.
- Kelompok Kerja Taman Kanak-kanak(KKTK) kecamatan merupakan program kerja PKG sebagai bengkel kerja yang membindangi program Taman Kanak-kanak
- Kelompok Kerja Kelompok Bermain (KKKB) Kecamatan merupakan program kerja PKG sebagai bengkel kerja yang membidangi program Kelompok Bermain.
- Kelompok Kerja Taman Penitipan Anak (KKPA) Kecamatan merupakan program kerja PKG sebagai bengkel kerja yang membidangi program Taman Penitipan Anak
- Kelompok Kerja Satuan PAUD Sejenis (KKSPS) Kecamatan merupakan program kerja PKB sebagai bengkel kerja yang membidangi program Satuan PAUD Sejenis.
- PAUD Inti adalah Lembaga PAUD yang tercatat sebagai anggota gugus yang dipilih dan disepakati untuk mengkoordinasikan kegiatan gugus pada kurun waktu tertentu.
- PAUD Imbas adalah lembaga-lembaga PAUD anggota gugus.
- Penilik PAUD adalah pejabat yang bertugas melakukan pemantauan, penilaian, dan pembinaan pada satuan pendidikan nonformal, khususnya program PAUD;
- Pengawas adalah pejabat yang bertugas melakukan pemantauan, penilaian dan pembinaan pada satuan pendidikan formal anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah;
- Pengelola PAUD adalah pengelola satuan pendidikan yang mengelola satuan pendidikan pada PAUD formal atau nonformal;
PENGERTIAN, STRUKTUR, MEKANISME DAN PROGRAM KERJA GUGUS PAUD
PAUD-Anakbermainbelajar-----Inilah pertanyaan-pertanyaan penting seputar Pendidikan anak usia dini (PAUD) yang sering ditanyakan oleh sebagian besar masyarakat dan orang tua yang ingin memasukan anaknya kelembaga-lembaga PAUD atau yang ingin membuka lembaga PAUD sebagai lembaga rintisan yang akan dikembangkan dalam layanan dan program PAUD. Pertanyaan tersebut antara lain sebagai berikut :
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI :
1. Apakah yang dimaksud dengan PAUD?
PAUD adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Dalam Permendikbud RI. Nomor 146 tahun 2014 Pasal 1 disebutkan bahwa; Pendidikan Anak Usia Dini, yang selanjutnya disingkat PAUD, merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 (enam) tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
2. Mengapa program PAUD Itu penting?
Masa anak usia dini merupakan masa emas perkembangan, banyak pengalaman yang diperoleh anak melalui panca indra akan membuat jaringan otaknya menjadi subur dan berkembang. Kualitas otak anak dipengaruhi oleh faktor kesehatan, gizi, dan stimulus/rangsangan yang diterima anak setiap hari melalui panca inderanya. Rangsangan yang diterima di program PAUD membuat anak siap mengikuti pendidikan selanjutnya.
3. Mengapa sekarang banyak PAUD di berbagai wilayah?
Bertumbuh PAUD dengan subur di Indonesia karena PAUD telah menjadi komitmen/ kesepakatan nasional untuk memperbaiki kualitas manusia Indonesia agar menjadi generasi yang lebih berkualitas, setiap anak perlu mengikuti pendidikan anak usia dini.
4. Sejak kapankah program PAUD di Indonesia dimulai dalam skala besar oleh pemerintah?
Sejak terbentuknya Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini PAUD (pada saat itu PADU) pada tahun 2001.
5. Apakah anak saya yang masih berusia satu tahun perlu dimasukan ke lembaga PAUD?
Ya, agar mendapatkan layanan pendidikan dan pengasuhan sejak dini yang optimal. Anak-anak usia 0-2 tahun dapat mengikuti layanan pengasuhan bersama di pos PAUD seminggu sekali bersama orang tuanya; pada usia 2-4 tahun dapat mengikuti layanan KB 2-3 kali/minggu; pada usia 4-6 tahun djapat mengikuti layanan TK/RA. Sebaiknya anak dimasukan ke SD/MI setelah berusia 7 tahun atau sekurang-kurangnya setelah 6 tahun.
6. Bagaimana akibatnya kalau anak kurang memproleh layanan PAUD masa usia dini?
Perkembangan jaringan otaknya tidak optimal dan sebagian sel otaknya akan mati/musnah sehingga mempengaruhi kecerdasan dan kecakapan psikis lainnya.
7. Apa sajakah bentuk layanan PAUD?
a. Taman Kanak-kanak atau TK, merupakan salah satu bentuk satuan PAUD bagi anak usia 4-6 tahun.
b. Raudatul Athfal atau RA, merupakan salah satu bentuk satuan PAUD dengan kekhasan agama Islam bagi anak usia 4-6 tahun.
c. Kelompok Bermain atau KB, merupakan salah satu bentuk satuan PAUD bagi anak usia 2 - 4 tahun dan dapat diperpanjang sampai usia 6 tahun dalam hal di lokasi tersebut belum ada TK/RA
d. Taman Penitipan Anak atau TPA merupakan salah satu bentuk satuan PAUD bagi anak usia 0-6 tahun bagi keluarga yang berhalangan mengasuh anak karena bekerja atau sebab lain.
e. Pos Pendidikan Anak Usia Dini atau Pos PAUD merupakan salah satu bentuk satuan PAUD bagi anak usia 0-6 tahun yang penyelenggaraannya diintegrasikan dengan layanan Posyandu dan Bina Keluarga Balita (BKB). Pos PAUD dikategorikan sebagai Satuan PAUD Sejenis. Selain itu masih ada bentuk-bentuk satuan PAUD sejenis lainnya seperti PAUD berbasis Taman Pendidikan AL-Qur'an (PAUD-TPQ), PAUD berbasis Pelayanan Anak Agama Kristen (PAUD-PAK), dan PAUD berbasis Bina Iman Anak (BIA).
8. Apakah perbedaan antara TK dan PAUD?
PAUD merupakan jenjang pendidikan sebelum pendidikan dasar yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun yag dapat diselenggarakan dalam bentuk TK/RA, KB, TPA, dan SPS. Dengan demikian, TK merupakan salah satu bentuk layanan PAUD.
9. Mengapa beberapa layanan PAUD tersebut memiliki sasaran usia yang sama?
Berbagai bentuk satuan PAUD tersebut dimaksudkan sebagai alternatif untuk memberikan pilihan kepada masyarakat bentuk layanan mana yang paling sesuai dengan kondisi dan kemampuan yang ada.
Pendidikan PAUD jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-kanak (TK)/Raudhatul Atfal (RA) dan bentuk lain yang sederajat menggunakan program untuk anak usia 4-<6 tahun. Sedangkan penyelenggaraan PAUD jalun pendidikan nonformal berbentuk Taman Penitipan Anak (TPA) dan bentuk lain yang sederajat menggunakan program untuk anak usia 0-<2 tahun, 2-<4 tahun, 4-<6 tahun dan Program Pengasuhan untuk anak usia 0-<6 tahun; Kelompok Bermain (KB) dan bentuk lain yang sederajat, menggunakan program untuk anak usia 2-<4 tahun dan 4-<6 tahun.
10. Apa yang perlu diperhatikan orang tua dalam memilik PAUD bagi pendidikan anak?
Pilihlah lembaga yang pembelajarannya melalui bermain dan memberikan stimulus/rangsangan pendidikan anak sesuai tahap perkembangannya karena anak belajar melalui apa yang didengar, dilihat, dicium, diraba/sentuh, dan dirasakannya. Jangan paksan anak untuk menguasai materi pelajaran sekolah dasar seperti membaca, menulis dan berhitung karena belum saatnya.
PENDIRIAN DAN PENYELENGGARAAN PAUD :
11. Bagaimana cara mendirikan lembaga PAUD?
Setiap jenis layanan PAUD memiliki persyaratan tersendiri yang telah diatur dalam buku petunjuk teknis penyelenggaraan, namun secara umum syarat pendiriannya terkait dengan ketersediaan tempat, pendidik, dan peserta didik.
12. Siapa yang boleh mendirikan lembaga PAUD?
Khusus TK swasta dan KB harus dalam bentuk yayasan atau badan yang bersifat sosial dan memiliki akte dan struktur organisasi yayasan atau badan hukum lainnya. Sedangkan untuk TPA dan SPS dapat diselenggarakan oleh organisasi kemasyarakatan, kelompok, atau perorangan yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam petunjuk teknis.
13. Apakah lembaga PAUD yang telah menyelenggarakan salah satu bentuk satuan PAUD (TK, KB, TPA, SPS) dapat mengembangkan satuan PAUD lainnya, misalnya KB dengan TPA?
Lembaga PAUD yang menyelenggarakan, mengelola dan membina lebih dari satu satuan PAUD secara terpadu dan terkoordinasi disebut sebagai PAUD Terpadu jika lembaga tersebut dapat memenuhi persyaratan pendirian dan penyelenggaraan Program PAUD Terpadu. Persyaratan Penyelenggaraan program PAUD terpadu mencakup aspek administrasi, lokasi/lingkungan, pendidik dan tenaga kependidikan serta aspek sarana dan prasarana, sebagaimana yang telah diatur dalam pedoman penyelenggaraan PAUD Terpadu.
14. Apakah pembinaan penyelenggara PAUD dilakukan secara berkala?
Ya, pembinaan penyelenggaraan PAUD dilakukan secara berkala dan berjenjang mulai tingkat pusat hingga tingkat kecamatan.
PENGELOLA PAUD:
15. Siapakah pengelola/Kepala lembaga PAUD?
Pihak yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan PAUD yang antara lain terkait dengan pengelolaan lembaga, peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan.
16. Apakah tenaga pendidik dan tenaga kependidikan PAUD harus memiliki standar kompetensi tertentu?
Ya, semua diatur di dalam Peraturan Menteri Pendidikan RI Nomor 137 Tahun 2014 Tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini. Jika belum terpenuhi, semua pendidik dan tenaga kependidikan mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan program pengembangan diri melalui berbagai sumber dan jalur pengembangan seperti dengan mengikuti program pelatihan berkelanjutan, kursus, atau melanjutkan ke perguruan tinggi.
17. Siapakah yang dimaksud dengan tenaga kependidikan PAUD?
tenaga kependidikan PAUD adalah orang yang bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada lembaga PAUD, yang terdiri dari penilik/pengawas, pengelola, petugas administratif, serta petugas kebersihan.
TENAGA PENDIDIKAN DAN KEPENDIDIKAN PAUD :
18. Siapakah yang dimaksud pendidik PAUD?
Pendidik PAUD adalah orang yang bertugas mendidik, membimbing, mengasuh, menilai dan mengevaluasi perkembangan anak di satuan PAUD. Mereka ada yang disebut sebagai guru, guru pendamping, atau pengasuh. Guru adalah pendidik dengan kualifikasi S1/D4. Guru pendamping adalah pendidik dengan kualifikasi D-II PGTK atau memiliki ijazah minimal SMA/sederajat dan memiliki sertifikat pelatihan/ kursus PAUD yang terakreditasi. Pengasuh adalah pendidik dengan kualifikasi akademik minimum SMA.
PESERTA DIDIK PAUD:
20. Siapa sajakah yang boleh mengikuti pendidikan di lembaga PAUD?
Seluruh anak yang berusia 0 sampai 6 tahun. Orang tua memilih layanan PAUD yang sesuai dengan usia anak dan kebutuhannya.
21. Bagaimana cara anak usia dini belajar?
Dunia anak adalah dunia bermain. Anak belajar melalui bermain lewat bermain anak belajar tentang dirinya, teman, benda-benda dan orang dewasa yang ada di sekitarnya. Anak belajar saat melihat, mendengar, merasakan, menyentuh, dan membau. Melalui belajar, semua aspek perkembangan anak akan terstimulus yaitu:
22. Kalau anak belajar melalui bermain, apakah anak akan siap melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya?
Ya, dengan bermain akan menstimulasi perkembangan anak, sehingga semua aspek perkembangannya optimal. Dengan demikian anak menjadi siap untuk memasuki jenjang pendidikan selanjutnya.
23. Apakah peserta didik di lembaga PAUD boleh mengikuti perlombaan-perlombaan?
Perlombaan sebaiknya tidak dilakukan pada anak usia dini, karena pada usia tersebut, anak belum siap kalah secara mental dan belum memahami makna kemenangan. Jika ingin mengadakan kegiatan untuk anak usia dini berupa kegiatan yang menyenangkan, seperti ajang kreativitas anak, festival anak, pentas seni, pesta anak, dan sejenisnya.
24. Apakah peserta didik yang mengikuti layanan PAUD bisa mendapatkan bantuan pendidikan?
Peserta didik bisa mendapatkan bantuan operasional pendidikan (BOP) yang setiap tahunnya dapat diajukan oleh lembaga penyelenggara PAUD ke Dinas Pendidikan tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota.
KURIKULUM PAUD
25. Apakah di PAUD perlu menggunakan kurikulum?
Kurikulum pada hakikatnya merupakan seperangkat rencana yang akan dilakukan selama proses pembelajaran, sehingga mutlak diperlukan oleh setiap satuan pendidikan. Kurikulum PAUD disiapkan oleh satuan PAUD yang bersangkutan sesuai dengan kebutuhan anak dengan mengacu pada Permedikbud Nomor 146 tahun 2014 Tentang Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini.
26. Seperti apa kurikulum di lembaga PAUD?
Kurikulum tersebut terdiri dari seperangkat bahan pembelajaran yang mencakup 5 lingkup perkembangan, yaitu perkembangan moral dan agama, fisik-motorik, kognitif, bahasa, dan sosial emosional.
Setiap lembaga PAUD dapat mengembangkan kurikulum sendiri-sendiri sesuai dengan ciri lembaga masing-masingyang memenuhi prinsip dan capaian perkembangan minimal yang tertera dalam Peraturan Menteri Pendidikan RI Nomor 137 Tahun 2014 Tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, sebagai acuan. Kemampuan anak yang tercantum dalam Permendiknas tersebut adalah kemampuan anak pada umumnya, sehingga pada kenyataannya capaian anak-anak dapat melampaui atau di bawah usianya. Hal ini harus dianggap wajar.
EVALUASI
27. Bagaimana cara mengetahui perkembangan anak di lembaga PAUD
Untuk mengetahui tingkat pencapaian perkembangan anak, pendidik dapat melalukan asesmen atau penilaian perkembangan anak melalui pengamatan selama proses pembelajaran, hasil karya anak, atau cara lain.
28. Apakah dilembaga PAUD perlu dilakukan ujian seperti ujian akhir semester di SD?
Tidak perlu. Penilaian perkembangan anak dilakukan oleh pendidik selama proses pembelajarana berlangsung secara berkelanjutan dan berkesinambungan.
29. Apakah di lembaga PAUD perlu ada rapor?
Ya, rapor dalam bentuk Laporan Perkembangan Anak yang diperlukan sebagai bentuk pertanggung jawaban pendidik agar orang tua mengetahui kemajuan yang dicapai anak. Laporan disajikan dlaam bentuk naratif atau butir-butir tentang perkembangan anak selama periode tertentu (misalnya triwulan atau semester).
30. Dukungan apa yang perlu diberikan orangtua kepada lembaga PAUD?
Sebagai pendidik yang utama dan pertama, orangtua perlu bekerjasama dalam:
31. Bolehkah anak berkebutuhan khusus mengikuti pendidikan di lembaga PAUD?
32. Perlukah ada komite PAUD?
Perlu, komite PAUD merupakan wadah yang anggotanya terdiri dari pendidik, masyarakat, dan dunia usaha yang peduli terhadap PAUD untuk menyampaikan aspirasi dan dukungan terhadap lembaga PAUD.
ORGANISASI MITRA PAUD::
35. Apakah organisasi mitra itu?
Himpunan, asosiasi, ikatan atau badan lainnya yang terlibat dalam penyelenggaraan PAUD, seperti:
37. Apakah organisasi mitra boleh melakukan pertemuan rutin yang melibatkan pendidik pada jam belajar anak?
Tidak boleh. Pertemuan rutin organisasi dilakukan setelah jam belajar di lembaga PAUD berakhir.
Demikian tentang pertanyaan penting seputar PAUD yang sering ditanyakan, beserta jawabannya, semoga bermanfaat. Sukses selalu.
Gambar: Foto PAUD Terpadu Semangat Anak Sejahtera, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.
Akhmad Solihin 14.52.00 PAUD Anakbermainbelajar Indonesia
.jpeg)









.jpg)
