Paud-AnakBermainBelajar--Blog---Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran, memiliki visi mewujudkan Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045 dan delapan misi yang disebut Asta Cita. Untuk mendukung terwujudnya visi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengemban tugas untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang selaras dengan misi Asta Cita keempat yakni memperkuat pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.
SDM unggul tersebut harus mempunyai delapan karakter utama bangsa yakni: religius, bermoral, sehat, cerdas dan kreatif, kerja keras, disiplin dan tertib, mandiri, serta bermanfaat. Delapan karakter utama bangsa ini dapat tercapai melalui pembiasaan yang harus dilakukan oleh anak setiap hari sehingga membudaya. Jika kebiasaan ini diterapkan bertahun-tahun maka akan terinternalisasi pada diri anak menjadi karakter.
Pembiasaan yang harus dilakukan oleh anak setiap hari disebut dengan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, yakni bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.
Tujuh kebiasaan ini diharapkan dapat terlaksana setiap hari, berkelanjutan, hingga menjadi budaya, dan terinternalisasi menjadi karakter. Pembentukan karakter ini membutuhkan waktu dan keterlibatan berbagai pihak terutama keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dan media. Oleh karena itu, dibutuhkan panduan bagi pihak keluarga (Orang tua/wali) dan satuan pendidikan (pendidik dan tenaga kependidikan) agar dapat: 1. memahami manfaat penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat; 2. mengetahui perannya dalam membentuk tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat; dan 3. melakukan pemantauan dan evaluasi penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat secara berkala.
Gerakan 7 Kebiasaan Anak Hebat G7KAIH Untuk PAUD
Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH) untuk PAUD adalah program pembentukan karakter sejak dini melalui pembiasaan harian: bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat. Program ini bertujuan membentuk generasi sehat, disiplin, mandiri, dan berakhlak mulia melalui kolaborasi orang tua dan satuan pendidikan.
Download Buku Panduan
Buku Panduan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Disini
Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH) untuk PAUD adalah program pembentukan karakter sejak dini melalui pembiasaan harian: bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat. Program ini bertujuan membentuk generasi sehat, disiplin, mandiri, dan berakhlak mulia melalui kolaborasi orang tua dan satuan pendidikan.
Tujuh Kebiasaan Anak Hebat (G7KAIH) secara rinci:
- Bangun Pagi: Memulai hari dengan semangat dan kemandirian.
- Beribadah: Membiasakan diri berdoa dan taat beribadah (religius).
- Berolahraga: Menjaga kebugaran fisik dan motorik anak.
- Makan Sehat & Bergizi: Membiasakan pola makan sehat untuk pertumbuhan.
- Gemar Belajar/Literasi: Menanamkan rasa ingin tahu dan literasi sejak dini.
- Bermasyarakat/Bersosialisasi: Membentuk kepedulian sosial, sopan santun, dan gotong royong.
- Tidur Cepat: Memastikan istirahat cukup untuk
![]() |
| Poster G7KAIH PAUD |
Download Poster 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat untuk PAUD Disini
Penerapan G7KAIH ini sebagai salah satu program prioritas dalam bidang Pendidikan dalam rangka menciptakan karakter kuat Anak Indonesia generasi Bangsa.
Demikian ulasan rangkuman singkat tentang Gerakan 7 Kebiasaan Anak Hebat G7KAIH Untuk PAUD yang dapat Admint PAUD-AnakBermain-Belajar-Blog Bisa Bagikan. Semoga Bermanfaat.
Sumber dan Referensi :
- https://cerdasberkarakter.kemendikdasmen.go.id/
- https://paudpedia.kemendikdasmen.go.id/
Akhmad Solihin 17.44.00 PAUD Anakbermainbelajar Indonesia
Gerakan 7 Kebiasaan Anak Hebat G7KAIH Untuk PAUD
PAUD_Anakbermainbelajar-Blog--- Kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah program unggulan pemerintah Prabowo-Gibran yang resmi berjalan mulai Januari 2025 untuk meningkatkan kesehatan, menekan stunting, dan meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Program ini menyasar anak sekolah (PAUD, SD dan Menengah), ibu hamil, dan menyusui, serta melibatkan UMKM/ petani lokal untuk menggerakkan ekonomi.
Melalui Badan Gizi Nasional Makan bergizi gratis resmi di louncing tahun 2025 Tepatnya tanggal 6 Januari 2025. Badan Gizi Nasional (BGN) pun menegaskan komitmennya untuk memperkuat kemitraan strategis dalam percepatan pelaksanaan Program Makan Bergizi melalui kolaborasi dengan berbagai elemen bangsa.
Poin-Poin Penting Kebijakan MBG:
Tujuan utama: Meningkatkan kualitas gizi anak-anak untuk fokus belajar, menurunkan stunting, dan memperkuat SDM, sebagai bagian dari Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.
Target Sasaran: Peserta didik (PAUD hingga menengah), balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Pelaksana: Badan Gizi Nasional (BGN) bertanggung jawab penuh, dibantu dengan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di berbagai daerah.
Anggaran: Pemerintah mengalokasikan Rp71 triliun pada APBN 2025 untuk tahap awal (hingga Juni 2025), dengan kebutuhan total yang diproyeksikan hingga Rp420 triliun untuk cakupan penuh.
Dampak Ekonomi: Program ini mendorong pemberdayaan UMKM, petani, dan nelayan lokal sebagai penyedia bahan pangan, serta menciptakan lapangan kerja melalui dapur-dapur umum.
Keamanan Pangan: Kementerian Kesehatan memperketat pengawasan dan percepatan sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS) pada setiap dapur umum untuk menjamin keamanan makanan.
Cakupan: Hingga Januari 2026, program telah mencapai 55 juta penerima manfaat dan menargetkan jangkauan yang lebih luas secara.
Edukasi gizi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Edukasi gizi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah upaya terintegrasi untuk meningkatkan status gizi anak sekolah, balita, ibu hamil, dan menyusui melalui penyediaan makanan bergizi seimbang (karbohidrat, protein, sayur, buah) dan edukasi perilaku sehat untuk mengatasi stunting dan malnutrisi. Program ini diterapkan mulai tahun 2025 resminya tepat pada tanggal 6 Januari 2025 dengan fokus pada pemenuhan gizi, peningkatan kebiasaan makan sehat, perilaku hidup bersih (cuci tangan), dan pemantauan tumbuh kembang.
Komponen Edukasi:
Pendidikan Gizi: Mengenalkan konsep "Tumpeng Gizi Seimbang" dan pentingnya keberagaman makanan.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS): Pembiasaan mencuci tangan dengan sabun sebelum makan.
Interaksi Langsung: Momen makan digunakan untuk edukasi mengenai nutrisi, pengenalan sayur/buah, dan porsi seimbang.
Metode Edukasi:
Melalui pendekatan kurikuler di sekolah, cerita (storytelling), permainan, pantun gizi, kampanye digital, dan pendampingan oleh kader.
Integrasi: Program MBG berjalan beriringan dengan Gerakan Sekolah Sehat (GSS) yang fokus pada sehat bergizi, fisik, imunisasi, jiwa, dan lingkungan.
Keterlibatan: Melibatkan satuan pendidikan, puskesmas, orang tua, dan masyarakat untuk memastikan edukasi berkelanjutan.
Permasalahan MBG
penerapan MBG menuai banyak kritik dan penolakan di berbagai daerah, terutama karena menyebabkan keracunan massal. Lebih dari 10.000 kasus keracunan MBG terjadi di seluruh Indonesia (per September 2025), dengan kasus serentak terbanyak terjadi pada 1.333 pelajar di Bandung Barat, Jawa Barat,[2][3] dan sampai saat ini belum ada tersangka yang bertanggung jawab atas kasus keracunan massal tersebut.
Program MBG bertujuan untuk mengatasi masalah stunting dan meningkatkan kualitas gizi anak-anak. Namun, Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) mengkritik bahwa program ini belum sepenuhnya tepat sasaran. Salah satu masalah utama adalah distribusi yang tidak merata, karena kasus gizi buruk dan stunting lebih tinggi di beberapa daerah dibandingkan dengan daerah lainnya. Selain itu, ada kekhawatiran bahwa pemangkasan biaya per porsi makan dari Rp15.000–20.000 menjadi Rp10.000 akan menurunkan kualitas makanan yang diberikan. Hal ini bisa membuat program MBG kurang efektif dalam mengatasi stunting. Pembagian MBG pada saat libur sekolah dan hari raya juga menjadi masalah yang masih dipertanyakan.
Baca juga : Rician Kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) Tahun 2025 / 2026
Sejumlah lembaga koalisi masyarakat sipil diinisiasi Celios, Unitrend, Lapor Sehat, LBH Jakarta, Transparency International Indonesia, dan Bareng Warga merespons maraknya kasus keracunan, pencairan dana ke SPPG dan sejumlah polemik lain dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan cara meluncurkan
Kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) Untuk PAUD
Paud-Anakbermainbelajar-Blog---Inilah Link cara Paud berkualitas menurut Kemendikbud yang dirilis dalam paudpedia.
Laman PAUDPEDIA Paud Berkualitas
LINK Akses PAUDPEDIA
https://paudpedia.kemdikbud.go.id/tata-kelola/npk
VIDEO YOUTUBE PAUD BERKUALITAS PAUDPEDIA:
LINK cara MEMBUAT PAUD BERKUALITAS KEMENDIKBUD
Visiuniversal-Bloger: Tahun 2023-2024 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Resmi Melakukan penggabungan Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal (BAN PAUD-PNF) dengan Badan Akreditasi Nasional Sekolah dan Madrasah (BAN SM). Penggabungan dua badan ini akan dinamai Badan Akreditasi Nasional PAUD Dasar dan Menengah (BAN PDM).
Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Ristek Dan Teknologi Pusat, telah menggabungkan Badan Akreditasi Nasional Sekolah Madrasah, (BAN SM) dengan Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, (BAN PAUD BNF), dimana Pengabungan ini merupakan implementasi Permendikbudristek, nomor 38 tahun 2023. Sedangkan untuk BAN SM di-Provinsi baru akan diimplementasi,ditahun 2024.
Penggabungan itu disebut sebagai upaya perampingan dan penataan ulang organisasi agar semakin efisien dalam menunjang mutu pendidikan. Sebagai bentuk penataan organisasi saja. Sehingga yang selama ini hanya paham tentang PAUD PNF bisa paham tentang sekolah Formal dan begitu juga sebaliknya.
Dengan demikian ia nanti tidak hanya menangani akreditasi untuk Sekolah Dasar hingga menengah saja, namun juga PAUD dan lembaga pendidikan Non formal lainnya.
Seperti diketahui BAN PDM merupakan badan yang melaksanakan Akreditasi terhadap satuan pendidikan anak usia dini, satuan pendidikan dasar, satuan pendidikan menengah, dan program pendidikan kesetaraan yang dalam menjalankan tugasnya bersifat mandiri dan profesional. BAN PDM provinsi akan bertanggungjawab kepada BAN pusat.
Secara Struktural Diketahui tugas BAN Provinsi untuk membantu pelaksanaan akreditasi satuan pendidikan anak usia dini, sekolah/madrasah dan program pendidikan kesetaraan di tingkat Provinsi. Akreditasi lembaga pendidikan merupakan upaya untuk mendorong peningkatan mutu dan kualitas setiap lembaga pendidikan baik itu formal dan non formal. Sesuai Standar mutu pendidikan Indonesia. baik itu formal dan non formal.Dengan demikian karena telah terjadi penggabungan otomatis Struktur akan berubah, yang terdiri dari Ketua,Sekretaris dan Kelmpok Kerja (Pokja), berdasarkan satuan pendidikan, disertai dengan adanya perubahan instrumen Akreditasi yang masih dalam proses penyempurnaan. Sedangkan Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan 2020 (IASP 2020) tediri dari 35 butir, dan beberapa butir tabahan, seperti SMK, maka instrumen baru nanti terdiri dari 17 butir, walaupun mengalami pengurangan namun bobotnya sama. Demikian juga Instrumen PAUD dan PNF yang juga akan mengalami perubahan baik manual maupun Aplikasinya.
Menghadapi penggabungan kedua Badan Akreditasi ini diharapkan Sekolah Madrasah SM Dan PAUD PNF, dapat menyesuaikan dan melakukan persiapan, dengan Instrumen dan mekanisme Akreditasi yang baru nanti.
Demikian juga Instansi Terkait seperti Dinas Pendidikian, Kementerian Agama dan yayasan pendidikan tekait menjalankan pendidikan juga harus mengupdate serta mendampingi satuan-satuan yang ada diwilayah binaannya, kendatipun terjadi sedikit perubahan, namun tidak akan terjadi masalah, jika satuan-satuan pendidikan di Provinsi-provinsi diseluruh Indonesia telah membangun budaya kerja berbasis mutu, sesuai dengan harapan untuk terus kreatif dan inovatif dalam mengembangkan Standar mutu pendidikan di daerahnya masing-masing.
Disisi lain sebelum instrument baru, diterapkan, terlebih dahulu dilakukan uji coba dan sosialisasi, dan pelatihan – pelatihan penyegaran asesor, Refreshment untuk anggota BAN PDM, pelatihan asesor, Juga dilakukan secara intens sosialisasi Tentang mekanisme dan instrumen baru Akreditasi ke kesatuan-kesatuan pendidikan.
Demikian Artikel singkat tentang Penggabungan BAN PAUD PNF dan BAN SM Menjadi BAN PDM, Semoga bermanfaat.
Artikel Di Tulis di Blog- Visiuniversal.Blogspot.com
Akhmad Solihin 16.05.00 PAUD Anakbermainbelajar IndonesiaPERUBAHAN MEKANISME AKREDITASI PAUD DARI BAN PAUD PNF MENJADI BAN PDM
Paud Anak Bermain Belajar---Seperti kita ketahui, untuk mewujudkan visi Indonesia maju dan berdaulat, mandiri dan berkepribadian melalui terciptanya pelajar Pancasila. Kementrian Pendidikan kebudayaan Riset dan Teknologi,terus memikirkan berbagai terobosan merdeka belajar. Merdeka belajar yang diusung Kemdikbudristek memiliki tujuan untuk mencapai pendidikan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia melalui transformasi pada 4 hal yakni; Inprstruktur dan teknologi, kebijakan prosedur dan perencanaan, kepemimpinan masyarakat dan budaya, serta kurikulum Pedagogi dan asement.
Terkait dengan program merdeka belajar, Transformasi pendidikan Indonesia dimulai pada :
1. Merdeka Belajara Episode 1 (4 Pokok Kebijakan)
merdeka belajar tahap pertama yang menghadirkan terobosan 4 pokok kebijakan, agar paradigma dan cara lama dalam belajar dan mengajar dapat bertransformasi kearah kemajuan.
Adapun kebijakan utama pada tahap merdeka belajar Episode 1 ini adalah:
1. Mengganti Ujian Nasional menjadi Asesmen Nasional
2, Menghapus Ujian Sekolah Berstandar Nasional
3. Menyederhanakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
4. Menyesuaikan kuota jalur prestasi Penerimaan penerimaan peserta didik baru berbasis zona.
2. Merdeka Belajar Episode 2 (Kampus Merdeka)
Adapun kebijakan utama pada tahap merdeka belajar Episode 2 ini adalah:
1. Memberikan kemudahan dalam pembukaan program studi baru
2. Menyederhanakan akreditasi perguruan tinggi
3. Kemudahan menjadi PTN BH
4. Hak belajar tiga semester di luar bidang studi
3. Merdeka Belajar Episode 3 (Perubahan Mekanisme Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun anggaran 2020).
1. Transfer dana BOS langsung ke rekening sekolah
2. Keleluasaan bagi sekolah dalam menggunakan dana BOS
3. Peningkatan Satuan biaya per siswa dalam dana BOS]
4. Perbaikan sistem pelaporan BOS untuk transpransi dan akuntabilitas
4. Merdeka Belajar Episode 4 (Program Organisasi Penggerak)
Adalah dengan memberdayakan organisasi kemasyarakatan untuk bergotong royong meningkatkan kualitas kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan agar tercipta transformasi ekosistem pembelajaran yang berorientasi pada murid.
5. Merdeka Belajar Episode 5 (Program Guru Penggerak)
Program guru penggerak dalam merdeka belajar merupakan program pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin-pemimpin di masa depan yang mewujudkan SDM unggul Indonesia.
Merdeka Belajar Episode 6 (Transformasi Dana Pemerintah untuk Pendidikan Tinggi)
1. Insentif berdasarkan capaian IKU (untuk PTN)
2. Matching fund untuk kerja sama dengan mitra (untuk PTN dan PTS)
3. Compertitive fund program kim
6. Merdeka Belajar Episode 7(Program Sekolah Penggerak)
Program sekolah dalam merdeka belajar adalah mengembangkan sekolah-sekolah katalis yang diawali dengan pemberdayaan kepala sekolah dan guru menjadi SDM unggul melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan intervensi yang holistik dalam hal pembelajaran perencanaan, digitalis, sampai pendampingan selama tiga tahun ajaran bagi sekolah negeri maupun swasta.
7. Merdeka Belajar Episode 8 (SMK Pusat Keunggulan)
Menghasilkan lulusan yang terserap didunia kerja atau berwirausaha melalui kesetaraan pendidikan vokasi dengan dunia kerja danmenjadi rujukan bagi SMK lainnya, melalui :
1. Keterlibatan idustri dalam proses pembelajaran
2. Pelatihan guru-guru kejuruan yang sesuai dengan standar industri
3. Pelatihan manajerial dan kepemimpinan kepala sekolah
4. Fasilitasi pembelajaran berbasis industri
5. Terlibatnya perguruan tinggi sebagai pendamping SMK agar terwujud link anda match yang semakin optimal.
9. Merdeka Belajar Episode 9 (KIP Kuliah Merdeka)
1. Memeberikan kemerdekaan bagi murid dari keluarga miskin dan rentan agar dapat kuliah pada program studi unggulan di perguruan tinggi terbaik
2. Menaikan alokasi biaya pendidikan yang dibayarkan kepada perguruan tinggi akan memberikan peluang kepada seluruh mahasiswa untuk memilih apapun program studi yang diminati sesuai dengan prestasi akademiknya.
3. Meningatkan bantuan biaya hidup untuk mendorong mobilitas sosial siswa penerima KIP Kuliah merdeka sehingga para siswa akan lebih percaya diri dan tidak ragu-ragu untuk mencari perguruan tinggi terbaik dikota-kota besar.
10. Merdeka Belajar Episode 10 (Perluasan Program Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan)
1. Program beasiswa kampus merdeka
2. Beasiswa bagi dosen, guru, dan tenaga kependidikan
3. Beasiswa program vokasi dan progaram prestasi
4. Beasiswa kebudayaan
11. Merdeka Belajar Episode 11 (Kampus Merdeka Vokasi)
1. Dana Kompetitif kampus vokasi (competitive fund vokasi), dengan program SMK-D2 jalur cepat dan program peningkatan prodi D3 menjadi sarjana terapan (D4)
2. Dana padanan kampus vokasi (matching fund vokasi) dengan program penguatan pusat unggulan teknologi (PUT) hilirisasi produk purwarupa/teknologi, start-up produk inovasi perguruan tinggi.
12. Merdeka Belajar Episode 12 (Sekolah Aman Berbelanja Bersama Siplah)
1. Tata keuangan yang baik karena semua transaksi didokumentasikan secara elektronik. Selain itu juga mendorong transparansi dan akuntabilitas.
2. Efisiensi anggaran dengan tingkat harga keseluruhan cenderung lebih rendah dan opsi penyediaan yang lebih banyak atau beragam
3. Membuka kesempatan bagi pelaku UMKM di daerah yang bisa berpartisipasi.
13. Merdeka Belajar Episode 13 (Merdeka Berbudaya dengan Kanal Indonesiana)
1. Untuk pertama kalinya di Indonesia Kemdikbudristek menghadirkan platform media ekspresi, pustaka, serta promosi budaya yang terintegrasi dan dapat diakses melalui:
- Laman Indonesiana.tv.
- Siaran televisi jaringan Indihome saluran 200(SD) dan 916 (HD)
- Media sosial Indonesiana (Facebook, Twitter, Instgram, Tiktok, Youtube)
2.Kanal Indonesiana merupakan wadah ekspresi Merdeka berbudaya. Kanal Indonesiana bermitra denan masyarakat, serta Para pelaku seni dan komunitas seni budaya.
3. Kanal Indonesiana menyediakan pustaka audio visual keragaman budaya Indonesia
4. Kanal Indonesiana merupakan salah satu upaya mewujudkan visi pemajuan kebudayaan.
14. Merdeka Belajar Episode 14 (Kampus merdeka dari Kekerasan Seksual)
1. Pemenuhan hak pendidikan setiap WNI
2. Penanggulangan kekerasan seksual dengan pendekatan institusional dan berkelanjutan
3. Peningkatan pengetahuan tentang kekerasan seksual
4. Penguatan kolaborasi antara Kemendikbudristek dan perguruan tinggi.
15. Merdeka Belajar Episode 15 (Kurikulum Merdeka dan Platform merdeka Mengajar)
Adalah yang menjadi bagian penting dalam upaya pemulihan dari proses pembelajaran, dan perbaikan kualitas pembelajaran, serta menjadi terobosan terbaru dalam membantu guru untuk saling terhubung berkolaborasi, dan berinspirasi dalam mewujudkan profil pelajar Pancasila demi kemajuan pendidikan Indonesia.
Merdeka Belajar Episode 15 ini merupakan merdeka belajar yang berhubungan langsung dengan akselarasi mutu pembelaran dan peningkatan kualitas guru yaitu kurikulum dan platform merdeka belajar.
Demikian ringkasan merdeka belajar dari Episode 1 hingga sekarang memasuki episode 15, semoga tulisan singkat ini bermanfaat. Sukses selalu.Sumber :
https://kurikulum.gtk.kemdikbud.go.id/
Akhmad Solihin 21.04.00 PAUD Anakbermainbelajar Indonesia
RINGKASAN VISI DAN PROGRAM MERDEKA BELAJAR DARI EPISODE 1 SAMPAI DENGAN 5 LENGKAP
Bagaimana konsekuensinya dan apa saja langkah-langkah yang harus dilakukan dalam kegiatan proses belajar mengajar di sekolah, serta langkah-langkah apa saja yang perlu dipersiapkan guru dalam proses mendidik peserta didik/siswa di satuan pendidikan yang bersangkutan.
Sebelumnya kita melihat kembali bagaimana paparan singkat Mendikbudristek Nadim Makarim tentang kurikulum 2022. pada tahun 2021 yang lalu:
Kurikulum prototipe 2022 memang menjadi berita terbaru dalam dunia pendidikan di Indonesia, dengan adanya kabar penerapan kebijakan kurikulum 2022 yaitu kurikulum prototipe sebagai solusi untuk menangani pemulihan pendidikan disaat learning loss yang gawat darurat seperti saat pandemi sekarang ini.
Pertanyaannya apakah kurikulum 2022 wajib diterapkan diseluruh satuan pendidikan diberbagai tingkatan. Mendikbudristek Nadim Makarim juga mengungkapkan :
"kita akan melakukan learning recovery dari pada adanya learning loss yang sangat gawat darurat ini. Kita tidak akan melakukan pemaksaan apapun dalam bentuk kurikulum. Kurikulum ini hanya akan diterapkan kepada sekolah yang mau dan siap untuk menerapkan kurikulum baru. Jadi sekolah tidak perlu khawatir kami menyerahkan seluruh keputusannya kepada sekolah untuk menerapkan kurikulum prototipe sebagai opsi."
Dari pernyataan Mendikbudristek Nadim Makarim tersebut disimpulkan bahwa kurikulum prototipe hanya diterapkan untuk sekolah atau satuan pendidikan yang siap menerapkan secara nyata dari konsep merdeka belajar dan profil pelajar pancasila, karena memang jika dipelajari lebih lanjut, kurikulum 2022 ini atau yang disebut kurikulum prototipe ini sangat memberikan kemerdekaan belajar kepada guru untuk mendesain pembelajaran hingga menerapkan tujuan pembelajarannya.
Mungkin sebagian guru dan pendidik bertanya-tanya mengapa tidak diwajibkan untuk semua sekolah, hal ini dijawab oleh Mendikbudristek Nadim Makarim, :
"Kita sudah bertahun-tahun melihat bukan hanya di Indonesia apapun yang dipaksakan probabilitas suksesnya akan rendah, yang kita butuhkan adalah kemauan dari guru-guru dan kepala sekolah untuk berubah itu adalah faktor pentingnya."
Penerapan kurikulum prototife ini akan diujicobakan selama tahun 2022 sampai tahun 2024 yang nantinya akan dievaluasi untuk melihat dampaknya kemudian. Sehingga nantinya akan muncul kesimpulan untuk diterapkan sebagai kurikulum nasional pada tahun 2024,
Keberhasilan penerapan kurikulum 2022 ini tidak akan lepas dari guru-guru dan kepala sekolah disetiap jenjang mulai dari Jenjang PAUD, sekolah dasar, hingga menengah atas. Kita akan bersama-sama melakukan cara terbaik untuk dapat melakukan pemulihan pembelajaran agar tidak terjadi lagi learning loss yang menghawatirkan.
MENGENAL KURIKULUM PROTOTIPE
kurikulum prototipe yang secara efektif akan diterapkan ditahun 2022 ini memberikan solusi dan sebagai opsi tambahan bagi satuan pendidikan untuk dapat melakukan pemulihan pembelajaran dari tahun 2022 hingga 2024. Kebijakan kurikulum nasional akan dikaji ulang pada tahun 2024 berdasarkan hasil evaluasi selama masa pemulihan pembelajaran. Kurikulum protipe ini mendorong pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa serta memberikan ruang yang lebih luas untuk pengembangan karakter dan kompetensi dasar kepada siswa.
Bagaimana karakteristik kurikulum prototipe yang membedakan dengan kurikulum sebelumnya yaitu kurikulum K13.
Karakteristik Kurikulum Prototipe:
Kurikulum Prototipe karakter utama yaitu pembentukan karakter yang mendukung pemulihan pembelajaran yaitu:
1. Menerapkan pembelajaran berbasis project
Menerapkan pembelajaran berbasis project yaitu pembelajaran yang menggunakan project atau kegiatan sebagai media pembelajaran. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan sfot skill dan karakter (iman, taqwa, dan akhlak mulia, gotong royong, kebinekaan global, kemandirian, nalar kritis, kreativitas).
2. Fokus pada Materi Esensial
Fokus pada Materi Esensial ini adalah memberikan cukup waktu untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi tidak terlalu padat materi, hal ini dinilai penting untuk guru memiliki waktu untuk pengembangan karakter dan kompetensi,
3. Fleksibilitas
Makna fleksibilitas ini bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan murid (teach at the right level), bukan berbasis konten tetapi berbasis kompetensi, dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal.
Pengembangan karakter menjadi fokus utama dalam kurikulum prototipe, seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa dalam kurikulum 2013 (K13) sudah mengutamakan pendidikan karakter.
Mari kita bahas mengenai pengembangan karakter dalam K13 hingga menjadi kurikulum protipe 2022 ini. Dalam kurikulum 2013 sejatinya sudah menekankan pada pendidikan karakter, namun pengembangan karakter belum memberi porsi khusus dalam struktur kurikulumnya. Dalam struktur kurikulum protipe 20 hingga 30% jam pelajaran digunakan untuk pengembangan karakter profil belajar Pancasila melalui pembelajaran berbasis projek.
Pembelajaran berbasis projek penting untuk mengembangkan karakter yaitu memberikan kesempatan untuk belajar melalui pengalaman mengintegrasikan kompetensi esensial yang dipelajari peserta didik dari struktur belajar yang fleksibel. Dalam penerapan pembelajaran berbasis projek pada kurikulum prototipe ini yang ikut menyediakan tujuh tema utama yang perlu dikembangkan menjadi modul dan topik dan tujuan yang lebih spesifik, dan dapat diterapkan dikelas secara holistik untuk mencapai pemulihan pembelajaran yang lebih utuh.
Berikut inilah 7 tema yang diutamakan dalam rangka pengembangan modul dan topik pada kegiatan pembelajaran di kurikulum prototipe yaitu:
1. Bangunlah jiwa dan raganya
2. Berekayasa dan berteknologi untuk membangun NKRI
3. Bhineka Tunggal Ika
4. Gaya hidup berkelanjutan
5. Kearifan Lokal
6. Kewirausahaan
7. Suara Demokrasi.
Secara rinci juga akan ditemukan ada 7 hal baru dalam kurikulum prototipe, yakni:
- Struktur kurikulum, profil pelajar Pancasila (PPP) menjadi acuan dalam pengembangan standar isi, standar proses, dan standar penilaian atau Capaian Pembelajaran (CP), prinsip pembelajaran dan assesmen pembelajaran. Secara umum struktur kurikulum terdiri dari intrakurikuler (pembelajaran tatap muka) dan pembelajaran projek.
- Capaian Pembelajaran (CP) merupakan rangkaian pengetahuan, keterampilan dan sikap sebagai kesatuan proses dan membangun kompetensi utuh (K-13 disebut KI-KD), sehingga assesmen harus mengacu kepada CP.
- Pelaksanaan proses pembelajaran dengan pendekatan tematik yang selama ini dilaksanakan di SD boleh dilaksanakan pada jenjang yang lainnya yaitu SMP, SMK dan SMK. Dan pada kelas IV, V dan VI boleh melaksanakan pembelajaran berbasis mata pelajaran.
- Jumlah jam pelajaran ditetapkan pertahun.
- Model pembelajaran kolaboratif antar mata pelajaran, dalam bentuk projek untuk pengembangan soft skill dan karakter (PPP), asesmen lintas mata pelajaran (sumatif). Penilaian projek pada jenjang SD paling sedikit 2x dalam setahun, dan jenjang SMP, SMA/SMK paling sedikit 3x dalam setahun.
- Mata pelajaran TIK dimunculkan lagi menjadi mata pelajaran informatika dan akan diajarkan mulai jenjang SMP, boleh diajarkan oleh guru mata pelajaran rumpun (IPA) atau umum lainnya jika tidak ada guru TIK di sekolah. Buku informatika disiapkan Kementerian dan sangat mudah difahami dan digunakan oleh pendidik dan peserta didik.
- Mata pelajaran IPA dan IPS jenjang SD kelas IV, V dan VI akan diajarkan bersamaan dengan nama mata pelajaran IPAS. Kemudian pada jenjang SMA peminatan atau penjurusan IPA, IPS dan Bahasa akan kembali dilaksanakan pada kelas XI dan XII.
PERBEDAAN MENDASAR ANTARA K-13 DAN KURIKULUM PROTOTIPE 2022
Seperti telah dijelaskan bahwa yang melatar belakangi munculnya kurikulum prototipe 2022 adalah kondisi Negara kita yang menghadapi pandemi dan kritik terhadap kurikulum 2013. Hal ini bisa dilihat dari salah satu mata pelajaran yaitu informatika, dimana pada awalnya bersifat pilihan dalam kurikulum 2013, menjadi wajib dikurikulum yang baru dan akan diterapkan mulai dari level Sekolah Menengah Pertama (SMP), karena kompetensi teknologi merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki oleh peserta didik pada masa abad 21. Apalagi pada masa-masa pandemi.
Download bahan Belajar dan Bermain Berbasis Buku Satuan PAUD di sini !!
Ada beberapa perbedaan yang sangat jelas antara kurikulum 2013 dengan kurikulum baru 2022 ini antara lain :
1. Level Taman Kanak-kanak (TK)
Untuk level Taman Kanak-kanak (TK). Pada pendekatan pembelajaran yang awalnya berbasis tema pada kurikulum 2013 berubah menjadi fokus literasi (buku yang digemari anak-anak) pada kurikulum 2022.
2. Level Sekolah Dasar
Untuk Level Sekolah Dasar Pembelajaran IPA dan IPS yang awalnya dipisah pada kurikulum 2013 diubah untuk digabung menjadi IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) pada kurikulum prototipe, sebagai pondasi sebelum siswa belajar IPA dan IPS terpisah dijenjang SMP.
3. Level Sekolah Menengah Pertama
Untuk Level Sekolah Menengah Pertama Pembelajaran informatika yang sebelumnya pada kurikulum 2013 menjadi mata pelajaran (mapel) pilihan. Di kurikulum prototpe 2022 ini mata pelajaran informatika menjadi mata pelajaran wajib.
4. Untuk Level Sekolah Menengah Atas
Level Sekolah Menengah Atas Di kurikulum 2013 siswa SMA masuk langsung memilih penjurusan, sementara di kurikulum 2022 siswa mengambil dan menentukan peminatan pada kelas 11 karena didasarkan para asumsi bahwa siswa perlu berkonsultasi dengan guru BK, wali kelas dan orang tua.
Berdasarkan informasi terakhir, kurikulum prototipe 2022 ini akan diterapkan secara terbatas di beberapa sekolah dan satuan pendidikan yang dianggap pilot projek yang disebut sekolah penggerak. Semua sekolah dan satuan pendidikan ini mencerminkan keragaman yang ada pada sistem pendidikan kita di Indonesia tercinta ini.
Demikian artikel singkat tentang Implementasi kurikulum 2022 dan perbedaannya dengan kurikulum 2013 yang berhasil admin PAUD-Anakbermainbelajar himpun dan simpulkan dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat. Terimakasih.
Sumber : dirangkum dari berbagai sumber !!
Akhmad Solihin 19.45.00 PAUD Anakbermainbelajar IndonesiaIMPLEMENTASI KURIKULUM 2022 DAN PERBEDAANNYA DENGAN KURIKULUM (K13) PAUD
PAUD-Anakbermainbelajar----Menghadapi persiapan untuk pemulihan pembelajaran setelah pandemi, Kemdikbudristek mengelurkan acuan untuk kurikulum terkait pemulihan pembelajaran setelah pandemi. Riset menunjukan bahwa pandemi (Covid 19) menimbulkan kehilangan pembelajaran (learningn loss) literasi dan numerisasi yang signifikan.
Sebagai bagian dari mitigasi learning loss, sekolah diberi opsi untuk menggunakan kurikulum yang disederhanakan agar dapat berfokus pada penguatan karakter dan kompetensi mendasar.
Siswa dan peserta didik pengguna Kurikulum Darurat mendapat capaian belajar yang lebih baik daripada pengguna Kurikulum 2013 secara penuh, terlepas dari latar belakang sosio-ekonominya.
Kurikulum Darurat efektif memitigasi learning loss karena membantu guru untuk fokus pada materi esensial dan menerapkan pembelajaran yang lebih mendalam untuk mengembangkan karakter dan kompetensi dasar.

Baca selengkapnya tetang Kebijakan Kurikulum untuk pemulihan setelah pandemi dari Kemdikbudristek di sini !!.
KEBIJAKAN KURIKULUM PAUD UNTUK PEMULIHAN PEMBELAJARAN SETELAH PANDEMI
PAUD-Anakbermainbelajar...Kegiatan apresiasi pendidik dan tenaga kependidikan Inspiratif tahun 2021 ini kembali dilaksanakan. Memang masih dalam nuansa Pandemi covid 19 yang mengharuskan beberapa kegiatan dilakukan secara daring online, maka kegiatan apresiasi ini pun juga dilaksanakan secara daring online juga. Tahun 2021 ini kegiatan apresiasi dilaksanakan oleh direktorat GTK PAUD dengan mengusung tema "Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan". Seperti tahun sebelumnya lomba Apresiasi pendidik dan tenaga kependidikan Inspiratif ini akan diikuti oleh GTK PAUD dan Dikmas seperti : Guru TK, Pendidik KB-TPA-SPS, Pamong belajar, Kepala TK, Pengelola KB-TPA-SPS, Penilik PAUD dan Dikmas.
Kegiatan apresiasi ini dimulai dengan pelaksanaan sosialisasi apresiasi pendidik dan tenaga kependidikan Inspiratif tahun 2021 pada tanggal 26 Oktober 2021 melalui Zoom Metting yang dihadiri juga calon peserta seperti Guru TK, Pendidik KB-TPA-SPS, Pamong belajar, Kepala TK, Pengelola KB-TPA-SPS, Penilik PAUD dan Dikmas, serta pemangku kepentingan yang bersangkutan.
Yang tidak bisa masuk Zoom, Sosialisasi juga dapat diikuti lewat channel YouTube Direktorat GTK PAUD melalui https://www.youtube.com/watch?v=gMI6uuqGq_k.
Atau Tonton Via YouTube di bawah ini :
Adapun Tujuan Kegiatan Apresiasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan PAUD dan Dikmas tahun 2021 adalah :
1. Pemberian Apresiasi Kepada pendidik dan tenaga kependidikan inspiratif yang memiliki pengalaman terbaik dalam pelaksanaan PTMT dalam upaya mengatasi learning loss selama pandemi covid-19
2. Dapat menjadi rujukan dan mampu menginspirasi pendidik dan tenaga kependidikan lainnya.
3. Terjadi peningkatan motivasi kreativitas, dan kolaborasi dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan dalam pembelajaran dan pengelolaan Pendidik untuk mengoptimalkan PTMT dan mengatasi terjadinya learning loss pada masa pandemi Covid-19.
Persyaratan Peserta Lomba :
1. Pendidikan terakhir sekurang-kurangnya S-1/D-IV yang dibuktikan dengan ijazah terakhir.
2. Berkelakukan baik yang dibuktikan dengan Surat Pernyataan*)
3. Memiliki praktik terbaik yang disajikan dalam bentuk video dan naskah dilengkapi dengan Surat Pernyataan Keaslian Praktik Terbaik
4. Isi video tidak mengandung unsur SARA, porno aksi dan pornografi:
5. Pengalaman terbaik yang diunggah adalah pengalaman terbaik yang riil dilakukan
6. Melakukan praktik terbaik dalam bentuk video yang disertai naskah yang berisi deskripsi yang menjelaskan isi video tersebut.
7. Durasi video Maksimal 7 Menit;
8. Peserta hanya boleh mengirimkan 1 (satu) buah video hasil ciptaannya
9. Video yang dikirimkan berisi kegiatan Guru/Pendidik (KB/TPA,SPS), Pamong Belajar/Kepala TK/Pengelola (KB/TPA/SPS)/Penilik, dalam masa pembelajaran tatap muka terbatas dan berorientasi pada upaya mengatasi learning loss.
10. Alur konten video dalam durasi maksimal 7 menit, mencakup:
a. Kata Pembuka
b. Penjelasan Isi (narasi)
c. Gambaran Praktik terbaik yang dilakukan pamong belajar GTK PAUD Dikmas dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) sebagai upaya untuk mengatasi learning loss pada peserta didik di masa pandemi covid-19
d. Kata Penutup.
Juknis Apresiasi selengkapnya dapat Download di :
https://bit.ly/PedomanApresiasi_2021.
Akhmad Solihin 07.12.00 PAUD Anakbermainbelajar Indonesia












.png)




