PAUD-Anakbermainbelajar--- Antropometri berasal dari “anthro” yang memiliki arti manusia dan “metri” yang memiliki arti ukuran. Antropometri adalah sebuah studi tentang pengukuran tubuh dimensi manusia dari tulang, otot dan jaringan adiposa atau lemak (Survey, 2009). Menurut (Wignjosoebroto, 2008), antropometri adalah studi yang berkaitan dengan pengukuran dimensi tubuh manusia. Bidang antropometri meliputi berbagai ukuran tubuh manusia seperti berat badan, posisi ketika berdiri, ketika merentangkan tangan, lingkar tubuh, panjang tungkai, dan sebagainya.
Data antropometri digunakan untuk berbagai keperluan, seperti perancangan stasiun kerja, fasilitas kerja, dan desain produk agar diperoleh ukuran-ukuran yang sesuai dan layak dengan dimensi anggota tubuh manusia yang akan menggunakannnya.
Standar Antropometri Anak digunakan untuk menetapkan acuan dalam penilaian status gizi dan tren pertumbuhan Anak Indonesia, sebagai rujukan untuk mengidentifikasi anak-anak yang berisiko gagal tumbuh tanpa menunggu sampai anak menderita masalah gizi, serta sebagai dasar untuk mendukung kebijakan kesehatan dan dukungan publik terkait dengan pencegahan gangguan pertumbuhan.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak. Standar Antropometri Anak di Indonesia mengacu pada World Health Organization (WHO) Child Growth Standards untuk anak usia 0-5 tahun dan The WHO Reference 2007 untuk anak 5 (lima) sampai dengan 18 (delapan belas) tahun.
Tabel kategori dan ambang batas status gizi anak :

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NO 2 TAHUN 2020 TENTANG STANDAR ANTROPOMETRI ANAK
PAUD-Anakbermainbelajar----Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003 menyatakan bahwa pendidikan nasional bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Taman Kanak-kanak (TK) sebagai salah satu bentuk lembaga pendidikan usia dini, berada pada jalur pendidikan formal sebagaimana tertuang pada pasal 28 ayat (3) bahwa “Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-kanak (TK), Raudlatul Athfal (RA), atau bentuk lain yang sederajat”. Implikasinya adalah bahwa keberadaan dan penyelenggaraan TK perlu diatur dalam suatu kebijakan tertentu oleh pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional.
A. Pengertian
Penilaian adalah suatu usaha mengumpulkan dan menafsirkan berbagai informasi secara sistematis, berkala, berkelanjutan, menyeluruh tentang perkembangan yang telah dicapai oleh anak didik melalui pembelajaran.
B. Tujuan Penilaian
Tujuan penilaian adalah untuk mengetahui perkembangan yang telah dicapai oleh anak didik selama mengikuti pembelajaran.
C. Fungsi Penilaian
Fungsi penilaian adalah sebagai berikut:
- Memberikan umpan balik kepada guru untuk menyempurnakan pembelajaran.
- Sebagai bahan pertimbangan bagi guru untuk membimbing perkembangan anak didik baik fisik maupun psikis sehingga dapat berkembang secara optimal.
- Sebagai bahan pertimbangan bagi guru untuk melakukan kegiatan bimbingan terhadap anak didik yang memerlukan perhatian khusus.
- Sebagai bahan pertimbangan bagi guru untuk menempatkan anak dalam kegiatan yang sesuai dengan minat dan kebutuhannya.
- Memberikan informasi kepada orang tua tentang perkembangan yang telah dicapai oleh anak didik sebagai bentuk pertanggungjawaban.
- Sebagai informasi bagi orang tua untuk menyesuaikan pendidikan keluarga dengan proses pembelajaran di TK.
- Sebagai bahan masukan bagi berbagai pihak dalam rangka pembinaan selanjutnya terhadap anak didik.
D. Ruang Lingkup Penilaian
Penilaian mencakup dua bidang pengembangan,sebagai berikut:
- Bidang pengembangan diri meliputi moral dan nilai-nilai agama, sosial-emosional dan kemandirian.
- Bidang pengembangan kemampuan dasar meliputi kemampuan berbahasa, kognitif, fisik/motorik, dan seni.
E. Prinsip-prinsip Penilaian
1. Terencana
Penilaian dilakukan secara terencana sesuai dengan aspek perkembangan yang akan dinilai.
2. Sistematis
Penilaian dilakukan secara teratur dan terprogram.
3. Menyeluruh
Penilaian mencakup semua aspek perkembangan anak baik moral dan nilai-nilai agama, sosial emosional, kemandirian, berbahasa, kognitif, fisik/motorik, seni.
4. Berkesinambungan
Penilaian dilakukan secara bertahap dan terus menerus untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan anak didik.
5. Obyektif
Penilaian dilaksanakan terhadap semua aspek perkembangan sebagaimana adanya.
6. Mendidik
Proses dan hasil penilaian dapat dijadikan dasar untuk memotivasi dan mengembangkan anak didik secara optimal.
7. Kebermaknaan
Hasil penilaian harus mempunyai arti dan bermanfaat bagi guru, orang tua, anak didik dan pihak lain.
CARA, ALAT DAN PROSEDUR PENILAIAN
Penilaian dilaksanakan berdasarkan gambaran/informasi tentang perkembangan anak didik yang diperoleh dengan penilaian tertentu. Di dalam pedoman ini disajikan tiga bentuk penilaian yang merupakan alternatif pilihan yang dapat digunakan guru untuk menilai perkembangan anak didik.
A. Penilaian dengan Menggunakan Simbol
Dalam melaksanakan penilaian dengan menggunakan simbol guru dapat memakai cara penilaian berupa :
Observasi adalah cara pengumpulan data melalui pengamatan langsung terhadap sikap, perilaku dan berbagai kemampuan yang ditunjukkan anak.
b. Catatan anekdot (anecdotal record)
c. Percakapan
Percakapan adalah cara pengumpulan data melalui interaksi lisan untuk mendapatkan informasi tentang pengetahuan atau penalaran anak mengenai sesuatu hal.
d. Penugasan
Penugasan adalah cara pengumpulan data berupa pemberian tugas yang harus dikerjakan anak didik dalam waktu tertentu baik secara perorangan maupun kelompok.
e. Unjuk kerja
Unjuk kerja adalah cara pengumpulan data yang menuntut anak didik untuk melakukan tugas dalam perbuatan yang dapat diamati, misalnya praktek menyanyi, olah raga, memperagakan sesuatu.
Cara-cara penilaian di atas dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung dan terintegrasi dengan metode pembelajaran.
2. Alat Penilaian
Alat penilaian yang digunakan adalah :
b. Format catatan anekdot (anecdotal record)
a. Guru melaksanakan penilaian dengan mengacu pada kemampuan (indikator) yang hendak dicapai dalam satu satuan kegiatan yang direncanakan dalam tahapan waktu tertentu dengan memperhatikan prinsip penilaian yang telah ditentukan. Penilaian dilakukan seiring dengan kegiatan pembelajaran. Guru tidak secara khusus melaksanakan penilaian, tetapi ketika pembelajaran dan kegiatan bermain berlangsung, guru dapat sekaligus melaksanakan penilaian. Dalam pelaksanaan penilaian sehari-hari, guru menilai kemampuan (indikator) semua anak yang hendak dicapai seperti yang telah diprogramkan dalam satuan kegiatan harian (SKH).
b. Cara pencatatan hasil penilaian harian dilaksanakan sebagai berikut:
1). Catatlah hasil penilaian pada kolom penilaian perkembangan anak dalam Satuan Kegiatan Harian (SKH).
2). Anak yang belum mencapai indikator seperti diharapkan dalam SKH atau dalam melaksanakan tugas selalu dibantu guru, maka pada kolom penilaian dituliskan nama anak dan diberi tanda bulatan kosong (0).
3). Anak yang sudah melebihi indikator yang tertuang dalam SKH atau mampu melaksanakan tugas tanpa bantuan secara tepat/cepat/ lengkap/benar, maka pada kolom penilaian dituliskan nama anak dan tanda bulatan penuh (●).
4). Jika semua anak menunjukkan kemampuan sesuai dengan indikator yang tertuang dalam SKH, maka pada kolom penilaian dituliskan kata ”semua anak” dengan tanda cheklist (√) misal : semua anak √.
3. Hasil catatan penilaian yang ada dalam satuan kegiatan harian (SKH) dirangkum dan dipindahkan ke dalam format rangkuman penilaian perkembangan anak didik TK.
a. Apabila hasil penilaian pada perkembangan anak dalam 1 bulan pada SKH lebih cenderung memperoleh bulatan penuh maka hasilnya akan dipindahkan bulatan penuh pada rangkuman bulanan dengan selalu memperhatikan proses perubahan perilaku dan kemampuan dalam pembelajaran.
Contoh :
√
√ √
√ √
√
√
b. Apabila hasil penilaian pada perkembangan anak dalam 1 bulan pada SKH lebih cenderung memperoleh bulatan kosong maka hasilnya akan dipindahkan bulatan kosong pada rangkuman bulanan.
Contoh :
√
√ √
√
√ √
√
c. Apabila hasil penilaian pada perkembangan anak dalam 1 bulan pada SKH lebih cenderung seimbang perolehan bulatan penuh dan bulatan kosong maka hasilnya berupa tanda ceklist (√) yang kemudian dipindahkan ke rangkuman bulanan.
Contoh :
√ √ √ √
√ √ √
√ √ √
√ √ √
√ √
√
√
√
Keterangan :
√ /
} Ketika guru menyimpulkan hasil akhir setiap bulan, hendaknya melihat catatan anekdot
/ √
d. Data dari buku rangkuman selama satu semester dianalisis dan disimpulkan untuk menetapkan gambaran perkembangan anak yang dideskripsikan ke dalam laporan penilaian.
Catatan:
• Hasil catatan penilaian yang ada dalam Satuan Kegiatan Harian (SKH) di rangkum dan dipindahkan ke dalam satu format rangkuman penilaian yang mencakup bulanan dan semester.
• Untuk menunjukkan ketercapaian indikator, selain menggunakan simbol bulatan penuh,kosong dan ceklist, guru dapat menggunakan simbol lain seperti simbol bintang ( = o, = √, = ●)
• Contoh format rangkuman penilaian perkembangan anak didik TK kelompok A dan B dapat dilihat pada lampiran 8.
B. Penilaian dengan Menggunakan Portfolio
Dalam melaksanakan penilaian dengan portfolio guru dapat menggunakan cara penilaian berupa :
Observasi,Catatan anekdot (anecdotal record), Percakapan, penugasan unjukkerja, selain itu juga kumpulan hasil karya anak.
Penilaian dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung tetapi menggunakan format/ alat penilaian tersendiri. Guru harus mengisi format sesuai dengan SKH yang diprogramkan.
a. Format observasi (lampiran 2)
b. Format catatan anekdot (lampiran 3)
c. Format percakapan ( lampiran 4)
d. Format penugasan ( lampiran 5)
e. Format unjuk kerja ( lampiran 6)
Penilaian dapat juga menggunakan aplikasi yang tersedia di Internet dan android :
3. Prosedur Penilaian
PELAPORAN HASIL PENILAIAN
A. Pengertian
- Uraian perkembangan secara umum.
- Uraian perkembangan kemampuan anak yang menonjol atau lebih pada semua aspek perkembangan.
- Uraian perkembangan kemampuan anak yang masih perlu ditingkatkan pada aspek perkembangan anak.
D. Teknik Melaporkan Hasil Penilaian
CARA DAN ACUAN EVALUASI PENILAIAN DI LEMBAGA TK ATAU PAUD
PUISI UNTUK IBU YANG SANGAT MENYENTUH BIKIN BAPER (IBU AKU RINDU PADA MU)
PAUD-Anakbermainbelajar----Seperti kita ketahui bersama Pandemi Covid-19 menyebabkan kegiatan pembelajaran di lembaga PAUD harus dilakukan di rumah. Kegiatan pembelajaran di rumah, yang disebut juga belajar Berbasis Home Learning dilakukan sepanjang masih terjadinya Pandemi Covid-19. Ada beberapa daerah yang telah memperpanjang kegiatan belajar di rumah bagi sekolah-sekolah yang termasuk dalam Zona Merah Covid-19. Semakin panjangnya masa kegiatan home learning tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah dan komponen yang terkait di dalamnya untuk melakukan pembelajaran jarak jauh atau belajar dalam Jaringan (Daring). Karena pembelajaran jarak jauh (Daring) membutuhkan berbagai macam pertimbangan. Salah satunya adalah bagaimana menciptakan pembelajaran jarak jauh yang kreatif, inovatif dan inspiratif di tengah-tengah serba keterbatasan dan hambatan karena pandemi covid-19 ini.
A. Pentingnya Bermain
B. Apa itu Alat Main?
C. Mengapa Alat Main Penting Bagi Anak?
D. Apa Manfaat Alat Main?
E. Seperti Apa Alat Main di Rumah?
F. Dimana Aku Bisa Bermain?
1. Dapur Tempat Bermainku
2. Aku Bisa Bermain di Ruang Makan
3. Asyik Bermain di Ruang Keluarga
4. Ayo Menjelajahi Kamar Mandi
5. Halaman Rumah, Tempat Aku Bereksplorasi
6. Kegiatan Bermain di Kamar Tidur
G. Tips Praktis Untuk Orangtua]
H. Contoh Kegiatan Bermain Di Rumah.
Untuk materi Panduan belajar dalam jaringan "Penilaian Perkembangan Anak Selama Belajar dari Rumah" selengkapnya dapat di Download di sini !!
Pentingnya Bermain Bagi Anak Usia Dini (Download File !! Link)
Bermain Bahasa di Rumah (Download File !! Link)
Bermain Matematika yang menyenangkan dengan anak di rumah (Download File !! Link)
Bermain Musik dan Gerak (Download File !! Link)
Bermain Sains (Download File !! Link)
Bermain Seni Kriya (Download File !! Link)
Mengenal Dukungan Psikologi Awal (DPA) Bagi orang Tua Anak Usia Dini (Download File !! Link)
Media Daring (Tutorial Webex Zoom, dan Google Drive) (Download File !! Link)
Membangun Komunikasi Positif Antara Guru PAUD dengan Orang Tua Murid Pada Saat Penerapan Kebijakan Belajar Dari Rumah. (Download File !! Link)
Pengasuhan Positif (Download File !! Link)
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Download File !! Link)
Penilaian Perkembangan Anak Selama Belajar dari Rumah (Download File !! Link).
Demikian Panduan Belajar dalam Jaringan dengan judul Pentingnya Bermain Bagi Anak Usia Dini, semoga bermanfaat. Terimakasih sudah berkujung diblog paud-anakbermainbelajar ini. Sukses selalu.
Sumber Bahan :
Direktorat PAUD Kemdikbud (Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan) Tahun 2020.
PANDUAN BELAJAR DALAM JARINGAN (MEDIA DARING)
Cara Download File Unduhan Materi Bahan :
Download File Materi Via Goggle Drive
DOWNLOAD PANDUAN BELAJAR DALAM JARINGAN (PENILAIAN PERKEMBANGAN ANAK SELAMA BELAJAR DI RUMAH)
PAUD-Anakbermainbelajar----Seperti kita ketahui bersama Pandemi Covid-19 menyebabkan kegiatan pembelajaran di lembaga PAUD harus dilakukan di rumah. Kegiatan pembelajaran di rumah, yang disebut juga belajar Berbasis Home Learning dilakukan sepanjang masih terjadinya Pandemi Covid-19. Ada beberapa daerah yang telah memperpanjang kegiatan belajar di rumah bagi sekolah-sekolah yang termasuk dalam Zona Merah Covid-19. Semakin panjangnya masa kegiatan home learning tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah dan komponen yang terkait di dalamnya untuk melakukan pembelajaran jarak jauh atau belajar dalam Jaringan (Daring). Karena pembelajaran jarak jauh (Daring) membutuhkan berbagai macam pertimbangan. Salah satunya adalah bagaimana menciptakan pembelajaran jarak jauh yang kreatif, inovatif dan inspiratif di tengah-tengah serba keterbatasan dan hambatan karena pandemi covid-19 ini.
- Apa yang dimaksud Perencanaan
- Siapa yang menyusun Perencanaan
- Mengapa Guru perlu menyusun Perencanaan
- kapan Guru Perlu Menyusun Perencanaan
- Perencanaan Apa yang Harus Disusun Oleh Guru
- Apa Yang harus diperhatikan oleh guru sebelum menyusun RPPM
- Bagaimana Cara Menyusun RPPM ?
Untuk materi Panduan belajar dalam jaringan "Penilaian Perkembangan Anak Selama Belajar dari Rumah" selengkapnya dapat di Download di sini !!
Pentingnya Bermain Bagi Anak Usia Dini (Download File !! Link)
Bermain Bahasa di Rumah (Download File !! Link)
Bermain Matematika yang menyenangkan dengan anak di rumah (Download File !! Link)
Bermain Musik dan Gerak (Download File !! Link)
Bermain Sains (Download File !! Link)
Bermain Seni Kriya (Download File !! Link)
Mengenal Dukungan Psikologi Awal (DPA) Bagi orang Tua Anak Usia Dini (Download File !! Link)
Media Daring (Tutorial Webex Zoom, dan Google Drive) (Download File !! Link)
Membangun Komunikasi Positif Antara Guru PAUD dengan Orang Tua Murid Pada Saat Penerapan Kebijakan Belajar Dari Rumah. (Download File !! Link)
Pengasuhan Positif (Download File !! Link)
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Download File !! Link)
Penilaian Perkembangan Anak Selama Belajar dari Rumah (Download File !! Link).
Demikian Panduan Belajar dalam Jaringan dengan judul Pentingnya Bermain Bagi Anak Usia Dini, semoga bermanfaat. Terimakasih sudah berkujung diblog paud-anakbermainbelajar ini. Sukses selalu.
Sumber Bahan :
Direktorat PAUD Kemdikbud (Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan) Tahun 2020.
PANDUAN BELAJAR DALAM JARINGAN (PENILAIAN PERKEMBANGAN ANAK SELAMA BELAJAR DARI RUMAH)
Cara Download File Unduhan Materi Bahan :
Download File Materi Via Goggle Drive























