CARA PENGUKURAN ATAU MENIMBANG BERAT BADAN DAN TINGGI BADAN ANAK PAUD

Minggu, 27 Agustus 2017

PAUD-Anakbermainbelajar---Alat yang digunakan untuk mengukur berat badan adalah timbangan. Berdasarkan alat ukur penunjuk meteran, timbangan dapat dibedakan menjadi tiga yaitu :

  1. Timbangan digital. Timbangan digital biasanya memiliki ukurang yang perka dan kisaran angka yang ditunjukan ada yang sampai 10 gram.
  2. Timbangan Pegas, Timbangan ini banyak sekali digunakan di pasaran. Angka yang ditunjukan merupakan akibat injakan terhadap pegas yang dibawah permukaan atas timbangan. Timbangan ini perlu selalu diperhatikan tingkat ketelitiannya setelah menimbang 5 - 10 anak.
  3. Timbangan menggunakan dacin. Timbangan dacin banyak kita lihat dipasar. Posyandu banyak menggunakan timbangan ini untuk mengukur berat badan. Timbangan ini sebenarnya lebih teliti dibandingkan timbangan pegas perlu membuat anak tenang sebelum angka dibaca.


Terdapat dua jenis timbangan menurut umur anak yang akan ditimbang yaitu :

  1. Timbangan Tidur. Timbangan ini biasanya diperuntukan bagi bayi.
  2. Timbangan Tidur-Duduk. Di lapangan, terdapat modifikasi penimbangan. Misalnya seperti yang biasa kita lihat di posyandu. Timbangan dacin yang dilengkapi dengan kain atau kotak timbang. Sehingga anak dapat ditimbang dengan merasa nyaman dalam keadaan tidur atau duduk.
  3. Timbangan Berdiri. Timbangan ini diperuntukan bagi anak yang sudah dapat berdiri. Kadangkala timbangan ini juga menjadi penyelamat untuk anak yang tidak mau ditimbang sendiri sehingga anak ditimbang dengan cara menimbang ibu bersama anak dalam gendongan bantuan ibunya.

Timbangan Anak Usia Dini

Cara Menimbang Anak Usia 2-6 Tahun

Hasil ukuran timbangan yang terbaca kita harapkan merupakan berat badan anak. Agar memperoleh hasil timbangan yang tepat maka perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut : 

  1. Ketelitian alat timbangan dengan memeriksa sebelum dan setelah menimbang beberapa anak; 
  2. Ketelitian pelaksanaan yang menimbang dan 
  3. Keadaan anak yang ditimbang diupayakan berpakaian harus seminim mungkin dan tidak membawa barang yang berat apapun.


Adapun tahap-tahap penimbangan adalah sebagai berikut :
Penimbangan Anak dengan Cara Berdiri

  1. Timbangan harus di letakan pada lantai atau tempat yang datar dan rata.
  2. Pastikan jarum timbangan menunjukan posisi pada titik nol.
  3. Siapkan form/kartu pencatatan/ raport gizi sebelum penimbangan dimulai. Pada waktu penimbangan, sebaiknya ada petugas khusus yang mencatat berat badan anak
  4. Penimbangan anak laki-laki sebaiknya dipisah dengan anak perempuan
  5. Bukalah baju (jaket) anak sampai seminim mungkin
  6. Buatlah anak senyaman mungkin pada saat ditimbang.
  7. Libatkan anak untuk mengetahui berat badannya dengan meminta anak yang menyebutkan angka penunjuk berat badannya.
  8. Jika anak menangis karena tidak mau ditimbang, tenaga pendidik bisa menimbang anak dalam gendongannya (berat badan anak = jumlah berat tenaga pendidik dan anak dikurangi dengan berat badan pendidik itu sendir).
  9. Cek kembali posisi jarum timbangan setelah menimbang 7 - 10 orang anak.


Cara Pengukuran Tinggi Badan.

Pengukuran tinggi badan menurut umur anak yang ditimbang dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

  1. Bayi (0-2) tahun diukur dengan cara berbaring dan haisl ukurannya disebut: panjang Badan. Alat ukur tinggi badan yang digunakan adalah alat ukur panjang badan seperti yang banyak digunakan.
  2. Anak (206 tahun) dikur dengan cara berdiri dan hasil ukurannya disebut: Tinggi Badan. Jika memungikinkan alat ukur yang digunakan adalah microtoise, berupa papan vertikal dengan ukuran tertera secara vertikal dan papan vertikal ini dihubungkan dengan papan horizontal yang dapat digeser-geser sampai mencapai titik atas kepala anak. Secara mudah dan sederhana pengukuran tinggi badan dapat dilakukan dengan menggunakann alat pengukuran tinggi badan yang ditimpel di dinding.


Cara Pengukuran Tinggi Badan dengan Alat Ukuran Tinggi Badan Tempel
Mengukur tinggi badan anak, anak paud diukur tinggi badan
Pengukuran Tinggi Badan Berdiri

  1. Lihat ukuran yang tertera pada bagian bawah alat pengukur tinggi badan. Biasanya angka yang paling rendah adalah 70 cm. Tandai dinding untuk menunjukan batas terbawah dengan cara mengukur dindi dari dasar lantai setinggi 70 cm.
  2. Tempelkan alat pada lantai dan dinding data dengan menggantungkan alat tersebut dengan jarak 70 cm dari lantai (atau sesuai dengan ukuran yang tertera apda alat)
  3. Minta anak berdiri di atas lantai tanpa alas kaki dan tidak memakai topi/penutup kepala,
  4. Posisi badan membelakangi alat ukur,
  5. Punggung menempel pada alat ukur (tapi tidak bersandar) dan kepala tegak,
  6. Gunakan penggaris untuk menghitung tinggi anak agar sesuai dengan ukuran yang tertera pada alat ukur.
  7. Agar ukuran yang dibaca tidak bias maka posisi tenaga pendidik yang mengukur memandang lurus ke alat ukur yang ada di dinding (biasa dengan posisi jongkok).
  8. Catat hasil pengukuran di buku evaluasi gizi anak yang sudah disediakan.






19.15.00

0 komentar: