PAUD-Anakbermainbelajar----Inilah contoh pantun tentang seputar pendidikan anak usia dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK). yang menarik dan dapat dibacakan untuk memberikan motivasi dan ispirasi bagi pendidik, orang tua dan anak-anak usia dini yang ada dilembaga PAUD kita.
Air bersih sangat di cari
dituangkan di dalam gelas
Perkembangan Anak kita sayangi
karena sangat penting di usia emas
Mendayung perahu kepulau sebrang
Membawa ikan gabus tanpa duri
Rajinlah belajar dari sekarang
untuk bekal dikemudian hari
Anak-anak PAUD bermain balon
Balon hijau, merah dan biru
Banyak-banyaklah menanam pohon
Agar udara kita segar selalu
Bunga melati semerbak harum
Tumbuh setangkai dipohon kayu
Jadilah pendidik yang murah senyum
Agar Anak-anak PAUD ceria selalu.
Warna pelangi sangat indah dilihat
Burung merpati terbang melintasi awan
Pada bunda diucapkan selamat
anak-anak pintar sangat menyenangkan
Adik kecil melihat buku bantal
Buku bantal warna warni bagus dibaca
Stimulus anak akan lebih maksimal
Jika lembaga PAUD mengembangkan sentra
Burung dara burung merpati
hinggap di dahan menari-nari
jika anak PAUD bersedih hati
ajak bermain sambil menyanyi.
Silakan ditambahkan....................
* * *
Akhmad Solihin 22.06.00 PAUD Anakbermainbelajar Indonesia
CONTOH PANTUN PAUD DAN TAMAN KANAK-KANAK
PUISI UNTUK IBU YANG SANGAT MENYENTUH BIKIN BAPER (IBU AKU RINDU PADA MU)
Puisi indah, puisi romantis dengan nuansa rasa sayang, puisi untuk pendidik dan guru paud yang bikin baper. Puisi yang mengharukan dengan diksi yang penuh harapan dan kerinduan pada Guru PAUD. Kata-kata puisi yang indah yang dapat meresap ke dalam kalbu. Kata-kata puisi dengan makna berada antara gelap dan terang, dengan makna simbolik yang dapat dimengerti secara sederhana.
selalu ingin bermanja ketika kami bertemu lagi dengan mu.
Lihat Videonya Via YouTube di sini :
PUISI INDAH UNTUK GURU PAUD TERCINTA
PAUD-Anakbermainbelajar----Membekali anak dengan karakter positif menjadi tanggung jawab orangtua. Dalam hal ini, ayah memang berperan, tetapi tangan lembut seorang ibu lebih dominan dalam pendidikan karakter anak di rumah. Hingga kita tumbuh menjadi diri kita saat ini, tak lepas dari kehebatan tangan seorang ibu.
Begitu pula dalam hidup saya. Sosok ibu adalah rumah bagi saya. Banyak hal yang diajarkan pada saya. Mulai dari disiplin waktu, berbagi dengan adik, membantu di dapur setiap pagi, dan lain sebagainya. Saya yakin tujuan dari pendidikan yang ibu lakukan ialah agar kelak saya dewasa bisa hidup mandiri.
Segala sesuatu yang ibu ajarkan pada anaknya tentu memiliki tujuan positif. Ibu ingin anaknya tumbuh sebagai pribadi yang santun dan mampu membawa diri dimanapun si anak tinggal.
Ibu Pengajar Terbaik
Istilah ”ibu adalah madrasah pertama bagi anak” sangat tepat. Saya memiliki pengalaman tersendiri dalam hal ini. Saya memiliki murid les privat, namanya Bayu. Sudah tiga tahun ia duduk di bangku kelas 1 Sekolah Dasar.
Saat pertama kali saya berjumpa dengannya, saya bertanya, ”Bayu, kenapa kamu tidak naik kelas?”
”Saya belum bisa membaca, Bu,” jawabnya.
”Ibumu bekerja?” tanya saya.
”Nggak. Ibu saya di rumah. Tapi ibu saya nggak bisa baca,” ungkap.
Betapa sedihnya saya kala itu. Di era digital saat ini, masih ada anak yang tidak bisa membaca hanya karena ibunya yang juga buta huruf.
Dari pengalaman ini saya bisa mengambil kesimpulan. Pendidikan bagi seorang wanita itu penting meskipun ia kelak menjadi ibu rumah tangga. Sebab, pendidikan bagi seorang wanita adalah bekal dirinya untuk menjadi pengajar yang baik untuk anak-anaknya.
Ibu Alarm di Pagi Hari
”Bangun nak! Sudah jam 5 pagi, ayo salat Subuh.”
Kalimat itu selalu diucapkan oleh ibu saya hampir setiap pagi. Semua ibu pasti ingin anaknya menghargai waktu serta melaksanakan ibadah tepat waktu. Hal yang dapat dilakukan untuk mewujudkan itu adalah peran ibu sebagai alarm di pagi hari.
Kesabaran dan ketelatenannya lah yang mampu menjadikan seorang anak dapat disiplin serta menghargai waktu. Dan betul, dampak dari seorang ibu yang setiap pagi menjadi alarm bagi saya kini saya rasakan manfaatnya. Setelah dewasa dan berkeluarga, saya lebih bisa menghargai waktu pagi.
Ibu Koki Terhebat
Ibu saya hobi memasak dan membuat kue. Waktu kecil, saya senang sekali saat diperbolehkan membuat kue bersama ibu. Saya selalu diberi loyang khusus untuk kue yang saya buat itu.
Meskipun hasil yang saya buat tak sebaik buatan ibu, tapi saya bisa mengasah kreativitas saya sendiri. Saya buat bentuk sesuka saya. Ibu saya hanya tersenyum melihat hasil karya saya. Dan setelah berkeluarga, saya selalu rindu momen membuat kue bersama ibu.
Bagi saya, ibu adalah koki terhebat. Koki yang tak pernah melarang putri kecilnya ikut-ikutan membuat kue bersamanya.
Ibu Hakim yang Paling Adil
Bertengkar dengan adik adalah hal yang lumrah saat saya masih kecil. Usia kami hanya berselisih lima tahun. Terkadang kami berebut makanan, mainan, acara televisi, dan lain sebagainya.
Saat kami berdua bertengkar, ibu yang menjadi hakim bagi kami. Ibu adalah hakim yang paling adil dalam hidup kami. Ibu tak pernah membela salah satu di antara kami. Ibu juga tak pernah menyalahkan salah satu dari kami. Ibu selalu pada pihak yang netral.
Saat kami bertengkar ibu selalu mengingatkan, ”Sebagai kakak alangkah baiknya kamu mengalah. Sebagai adik seharusnya bisa menghormati kakakmu. Kalau ada satu makanan, bagilah mejadi dua sama besar. Jika ada satu mainan, bergantian mainannya. Adik 5 menit, kakak 5 menit.”
Nasehat ibu itu tak pernah saya lupakan sampai saat ini.
Ibu Motivator Terbaik
Kata-kata lembut dari seorang ibu merupakan sebuah motivasi terbaik dalam hidup saya. Setiap doa ibu menyimpan banyak harapan. Maka bagi saya ibu lah yang patut menyandang istilah motivator terbaik.
Karakter seseorang terbentuk tidak lepas dari peran seorang ibu. Jadi, sangatlah tepat jika ibu adalah rumah terbaik bagi seorang anak. Rumah sebagai tempat belajar maupun sebagai pengadilan terbaik. (Agustina Wulandari Sutoro - Tutor PBM Wadaskelir ).
Sumber: https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/
Gambar : Ibu dan anak - Pixabay.com
TULISAN INDAH ARTIKEL RINGAN - "RUMAHKU IBUKU"
by: Paud-Anakbermainbelajar.blogspot.com
Ketika sampai pada titik ini, perjalanan yang telah kita lalui
penuh harapan dan cinta.
Selangkah demi selangkah kutapaki jalan indah ini
Menembus alam warna warni bersama nyanyian pagi
Satu tekad telah tertancap
Demi menggapai sebuah titik pengharapan
Kilau cahaya surya yang setia mengiringi langkahku
Mampu menguras sisa- sisa peluh dalam raga yang penuh semangat ini
Buku-buku pun bersenandung ria
Membuatku bangkit dari kekecewaan manusia Indonesia
Ketika langkah ini kurasakan semakin berat
Titik itupun terasa semakin menjauh
Ingin rasanya langkah kaki ini berhenti
Akankah aku mengkhianati tekad yang telah terpatri dalam hati?
Malaikat-malaikat kecil dengan kedua sayap putihnya itupun datang
Mengobarkan kembali semangat jiwa yang hampir padam
Kembali ku lanjutkan langkahku yang semakin terseok
Dengan semangat jiwa yang masih membara
Perlahan tapi pasti
Dapat kurasakan titik yang ku nantikan itu semakin dekat
Malaikat-malaikat kecil bersayap itu kini kembali menampakkan senyumnya
Tak dapat ku percaya
Antara bermimpi dan tersadar
Aku telah sampai pada titik pengharapan itu.
Cinta.
(Kota Seribu sungai, 30 Maret 2017)
By: AS - Paud-Anakbermainbelajar.blogspot.com
* * *
MY PAUD MY ADVENTURE
Harusnya membicarakan tentang cinta
yang tak akan habis-habisnya
dari dasar kedalaman samudra jiwa
dari ayah dan bunda hingga dari oma dan opa
untuk cahahaya jiwa yang antara lain bernama:
Sikecil Anissa Khairina dan Muhammad Aufa.
Membicarakan tentang cinta
harusnya juga pasti membicarakan belahan jiwa
yang bangun tengah malam-malam buta
meminta asi dari bunda dan mama siaga
untuk ayah perkasa
yang sedia dengan curahan kasih sayangnya
untuk hiasan permata jiwa.
Membicarakan tentang cinta
adalah menyanyikan lagu untuk untuk Ananda
tentang buaian yang indah diistana rumah tangga
tentang senandung angin yang membuai jiwa
dalam perkembangan fisik dan motorik Ananda
Membicarakan tentang cinta
adalah harapan semua untuk ananda tercinta.
* * *
Akhmad Solihin
Medio Mendung, Banjarmasin Bungas Juni 2015
MEMBICARAKAN TENTANG CINTA ANAK USIA DINI
(Doroty)
Puisi di atas adalah beberapa contoh adaftasi dan terjemahan puisi dari Dorothy, yang sering penulis temukan diberbagai media masa, dan forum pertemuan, serta bimbingan diklat pendidikan anak. Ada beberapa perbedaan yang ditemukan dalam tulisan tersebut, tetapi sebagian memang hampir sama secara substansialnya yang mengungkapkan interpretasi puisi Dorothi yang mendeskrifsikan tentang kita memperlakukan anak sehingga menjadi anak yang dapat belajar dalam kehidupannya yang lebih baik dikondisikan oleh orang tua disekitarnya.
Berikut ini adalah adaftasi naskah asli dari tulisan Dorothy yang telah direvisi sendiri oleh penulisnya sebelum tutup usia. Seperti kita ketahui Dorothy adalah penulis, penyair dan pencipta karya sastra yang banyak mengangkat tentang khidupan anak dan lingkungannya.
Children Learn What They Live - (Dorothy Law Nolte)
SEKUNTUM MELATI UNTUK BUNDA
(Sajak kecil ananda di Taman Kanak-kanak)
Puisi Karya : Akhmad Solihin
Bunga melati yang telah kita tanam bersama
kita siram dan kita jaga
telah mekar di taman yang indah
ingin kupetik sekuntum
tapi kata bunda:
"Biarlah ia harum dari tangkainya menghias
taman bermain kita".
Aku cinta keindahan
Bunda juga cinta aku
aku dan bunda cinta melati indah
di taman bermain kami.
Saatnya aku pergi beranjak dewasa
sekuntum mawar masih indah di beranda TK
kutinggalkan sekuntum yang masih berseri
tersenyum indah besama mentari pagi
melati putih wangi berseri
untuk bunda Cinta lestari.
* * *
Banjarmasin gerimis digerbang PAUD, Medio Maret 2015
Puisi-puisi di atas adalah puisi yang penulis buat dengan spontanitas, belum melalui proses editing dan kontemplasi, yang mendalam jika bunda ingin menggunakan/ membacakan untuk anak-anak di PAUD , silakan diubah atau disesuaikan larik, bait dan sajaknya sesuai kebutuhan bunda. Makasih..!!
Untuk sajak dan puisi lainnya dapat dilihat di sini !!











