PENGERTIAN DAN JENIS-JENIS PROGRAM PARENTING

Sabtu, 07 Desember 2013

Parenting adalah upaya pendidikan yang dilaksanakan oleh keluarga dengan memanfaatkan sumber-sumber yang tersedia dalam keluarga dan lingkungan yang berbentuk kegiatan belajar secara mandiri. Parenting sebagai proses interaksi berkelanjutan antara orang tua dan anak-anak mereka yang meliputi aktivitas-aktivitas sebagai berikut: memberi makan (nourishing), memberi petunjuk (guiding), dan melindungi (protecting) anak-anak ketika mereka tumbuh berkembang. Penggunaan kata “parenting” untuk aktivitas-aktivitas orang tua dan anak di sini karena memang sampai saat ini belum ada padanan kata dalam bahasa Indonesia yang tepat.
Keluarga sebagai unit sosial terkecil di masyarakat yang terbentuk atas dasar komitment untuk mewujudkan fungsi keluarga khususnya fungsi sosial dan fungsi pendidikan, harus benar-benar dioptimalkan sebagai mitra lembaga PAUD. Oleh karena itu melalui program parenting sebagai wadah komunikasi antar orang tua, disamping untuk memberikan sosialisasi terhadap program-program yang diselenggarakan oleh lembaga PAUD, secara umum tujuan program parenting, adalah mengajak para orang tua untuk bersama-sama memberikan yang terbaik buat anak-anak mereka. Sedangkan secara khusus tujuan pengembangan program parenting adalah:
Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam melaksanakan perawatan, pengasuhan dan pendidikan anak di dalam keluarga sendiri dengan landasan dasar-dasar kareakter yang baik.

Mempertemukan kepentingan dan keinginan antara pihak keluarga dan pihak sekolah guna mensikronkan keduanya sehingga pendidikan karakter yang dikembangkan di lembaga PAUD dapat ditindak lanjuti di lingkungan keluarga.
Menghubungkan antara program sekolah dengan program rumah. Lembaga PAUD yang memiliki program-program kelembagaan dan pembelajaran kadangkala bertentangan atau tidak selaras dengan kebiasaan-kebiasaan yang terjadi di lingkungan keluarga. Dengan program parenting ini akan terjadi keselarasan dan keterkaitan, kerjasama yang saling mendukung, saling menguatkan.


Tahapan pembentukan program parenting antara lain :

1. Melakukan identifikasi kebutuhan orang tua;
Setiap orang tua memiliki kebutuhan dan keinginan yang berbeda-beda terhadap anak-anaknya yang menjadi peserta didik dilembaga PAUD. Ada orang tua yang ingin anak-anaknya bisa cepat membaca, ada orang tua yang ingin anak-anaknya lebih mandiri, ada orang tua yang ingin anak-anaknya pandai menyanyi dan menari, dan lain-lain. Oleh karena itu perlu dilakukan identifikasi kebutuhan orang tua yang beragam tersebut sehingga dapat dikembangkan dan dituangkan dalam kurikulum lembaga PAUD.

2. Membantuk kepanitiaan parenting yang melibatkan komite sekolah;
Kepanatiaan dalam program parenting di bentuk dengan melibatkan komite sekolah sehingga program parenting yang akan dikembangkan betul-betul dapat menjembatani kebutuhan orang tua dan kebutuhan sekolah/lembaga PAUD. Panitia Program parenting dibentuk dengan susunan yang jelas sebagaimana bagan sebuah organisasi. Dalam bagan tersebut sebagaimana kelengkapan sebuah organisasi antara lain ada ketua, sekretaris, bendahara, kemudian seksi-seksi seperti seksi pendidikan dan pegajaran, seksi perlengkapan dan sarana, seksi dana, seksi-seksi ini berkembang sesuai dengan kebutuhan organisasi.

3. Membuat job deskripsi masing-masing bagian;
Setelah susunan kepanitian untuk program parenting dengan struktur organisasi yang jelas sudah terbentuk selanjutnya masing-masing bidang menyusun job deskripsi atau rencana tugas di masing-masing bagian dan seksi-seksi yang ada.

4. Menyusun program;
Perangkat organisasi yang terbentuk selanjutnya bekerja di bawah komando Ketua program Parenting untuk menyusun program yang akan dilaksanakan, siapa pelaksananya, siapa narasumbernya, berapa anggarannya.

5. Menyusun jadwal kegiatan;
Disamping menyusun program, juga menyususn jadwal pelaksanaan kegiatan secara rinci dan jelas, waktu dan tempat, jumlah pertemuan dan sebagainya.

6. Mengidentifikasi potensi dan mitra pendukung;
Dengan pengembangan program parenting perlu dijalin kemitraan dengan individu seperti pejabat, tokoh masyarakat, kalangan professional misalnya dokter dan petugas kesehatan, ahli gizi, praktisi PAUD dan institusi baik pemerintah maupun swasta seperti puskesmas, dinas kesehatan, dinas pendidikan, posyandu, dan sebagainya.

7. Melaksanakan program sesuai dengan agenda;
Program dan jadwal kegiatan selanjutnya acuan dalam pelaksanaan di lapangan. Apabila terjadi pergeseran agenda kegiatan perlu juga dipersiapkan alternatif pelaksanaannya bila terjadi hambatan di lapangan.

8. Melakukan evaluasi dan kesepakatan bersama;
Setiap kegiatan mulai perencaan dilakukan evaluasi agar dapat menghindari kesalahan dan mengetahui kelemahan-kelemahan yang ada. Di samping itu dalam pelaksanaan program parenting ini deperlukan komitmen bersama antara semua komponene yang ada.


Jenis-jenis Program Parenting yang dapat dilaksanakan dalam kegiatan lembaga PAUD :

1. Parents Gathering
Parents Gathering adalah pertemuan orang dengan pihak lembaga PAUD yang difasilitasi oleh panitia program parenting guna membicarakan tentang program-program lembaga PAUD dalam hubungannya dengan bimbingan dan pengasuhan anak di keluarga dalam rangka menumbuh-kembangkan anak secara optimal. Materi dalam pertemuan dapat berbagai hal tentang kebutuhan tumbuh-kembang anak, misalnya : tentang gizi dan makanan, tentang kesehatan, tentang pendidikan karakter, penyakit pada anak, dan sebagainya.

2. Foundation Class
Foundation Class, adalah pembelajaran bersama anak dengan orang tua di awal masuk sekolah dalam rangka orientasi dan pengenalan kegiatan disekolah. Di laksanakan pada minggu-minggu pertama anak-anak masuk sekolah di tahun  baru.

3. Seminar
Seminar adalah kegiatan dalam rangka program parenting, yang dapat dilaksanakan dalam bentuk kegiatan seminar. Misalnya dengan mengundang tokoh atau praktisi PAUD yang kompeten, pakar dongeng, psikolog, dan lain-lain

4. Hari Konsultasi
Hari Konsultasi adalah hari konsultasi untuk orang tua yang dapat disediakan atau dibuka oleh lembaga PAUD. Jumlah hari yang disediakan sesuai dengan tinggi rendahnya kasus atau jumlah orang tua yang melakukan konsultasi.

5. Field Trip
Field Trip  adalah darmawisata, kunjungan wisata, atau kunjungan ke tempat-tempat yang menunjang kegiatan pembelajaran PAUD. Kegiatan kunjungan dilakukan bersama dengan orang tua. Misalnya kunjungan ke museum,  kunjungan ke Bandar Udara, Pelabuhan, atau tempat-tempat lain yang sesuai dengan tema dalam pembelajaran. 

6. Home Activities
Home Activities Adalah aktifitas di rumah di bawa ke sekolah, yaitu membawa orang tua untuk menginap di sekolah, bisa dengan melakukan kegiatan perkemahan di lapangan apabila di sekolah tidak mampu menyediakan tempat menginap.

7. Cooking on The Spot
Cooking on The Spot Adalah anak-anak belajar masakan, menyajikan makanan dengan bimbingan guru atau bersama dengan orang tua.

8. Bazar Day
Bazar Day Adalah menyelenggarakan bazar di lembaga PAUD. Anak-anak menampilkan karyanya yang dijual pada orang tua atau umum.

9. Mini Zoo
Mini Zoo adalah menyelenggarakan kebun binatang mini disekolah, yaitu anak-anak membawa binatang kesayangan atau binatang peliharaan dari rumah ke lembaga PAUD.

10. Home Education Video
Home Education Video adalah mengirimkan kegiatan pembelajaran anak-anak di lembaga PAUD pada orang tua dalam keping CD/DVD, agar dapat disaksikan dan dipelajari juga oleh orang tua di rumah.


Sumber dan referensi :

Pedoman Pendidikan Karakter pada Pendidikan Anak Usia Dini, Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini, Ditjen PAUDNI, Kemendiknas. 2011

Pedoman Penyelenggaraan PAUD Berbasis Keluarga, Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini, Ditjen PAUDNI, Kemendiknas. 2011

www.pendidikankarakter.com. Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Dunia Pendidikan 2011





16.07.00

0 komentar: